Mengadu Nasib Di Dalam Dungeon

Mengadu Nasib Di Dalam Dungeon
Bab 7 : Party Kembang Berduri.


__ADS_3

Aku berlari secepat yang ku bisa, makanan yang sebelumnya ku makan dengan cepat terproses menjadi tenaga untuk berlari.


Setelah makan bersama Violet, terdengar kabar 2 ogre mengamuk di dekat gerbang kota. Ogre - ogre itu menyerang karavan pedagang yang hendak memasuki kota.


Dengan memotong jalan, aku mengambil rute tercepat. Karena Ogre memiliki tubuh yang besar dan tinggi, dari jauh aku sudah bisa melihat sosok mereka.


Para pedagang melihat dari jauh kereta kuda mereka dihancurkan oleh Ogre, sementara para penjaga gerbang mengelilingi ogre. Ogre di pisah menjadi dua kelompok, seorang penjaga gerbang yang mengenakan perisai berusaha memblokir serangan dari pentungan yang terbuat dari batang pohon.


Para penjaga terdesak, mereka kewalahan menghadapi ogre yang memiliki tinggi 3 meter dan besar layaknya pohon beringin. Aku melompat setinggi yang ku bisa, mengambil pedang besar dari dalam tas penyimpanan. Dengan ayunan 2 tangan, aku menebas leher orge tersebut hingga terputus. Darah segar keluar dari leher yang kehilangan kepalanya tersebut.


Segera ku menuju Ogre yang kedua, namun jaraknya cukup jauh dan tak akan sampai tepat waktu. Ogre yang lain mengayunkan gada besarnya ke arah para penjaga.


"AREA SHIELD!. "


Sebuah teriakan bergema, diikuti sebuah cahaya mengelilingi para penjaga. Cahaya tersebut memblokir serangan Ogre, menghalangi ogre dan penjaga secara tak kasat mata.


"Kau yang di sana!. Bisa beri sedikit dorongan!."


Teriakan lain memanggil diriku, seorang gadis dengan rambut pendek berwarna merah membawa sebuah tombak. Aku mengayunkan pedang besar ku, mempersiapkan nya layaknya pelontar, gadis itu berdiri di bagian tumpul. Dengan sekuat tenaga aku melemparnya ke arah ogre.


Gadis itu dengan cepat menutup jaraknya dengan Ogre kemudian mengayunkan tombaknya beberapa kali hingga membunuh Ogre.


Setelah di pastikan mati, Gadis itu seperti memberikan lambaian tangan, sebagai sinyal bahwa pertarungan sudah berakhir.


Aku mendekati gadis tersebut, memperhatikan para penjaga yang terluka. Seorang gadis berambut biru panjang datang menghampiri, ia mengenakan armor besi, dengan tameng besar si tangan kirinya, sebuah pedang tersarung di pinggangnya.


"Apa kau terluka?. " Gadis itu bertanya.


"Tidak, aku tidak apa - apa. "


"Begitu." Ucapnya singkat.


Ia pun mengucapkan mantra, kemudian mengangkat tameng di tangan kirinya tinggi - tinggi.

__ADS_1


"HEAL OF AREA!. "


Cahaya keemasan mengelilingi kami, luka para penjaga berangsur - angsur membaik. Aku terpukau dengan apa yang ku lihat.


"Hebat kan?. Nabila ada paladin terhebat di kota ini. Sihir perlindungan dan penyembuhannya yang terbaik. Kemampuan berpedangnya pun tak terkalahkan. Seseorang yang kelak akan menjadi petualang Rank A. " Ucap gadis berambut merah dengan bangga.


"Dan kau?. "


"Oh, Nama ku Farma. Rekan dari Nabila. Salam kenal!. "


"Ah iya, Aku -. " Saat hendak memperkenalkan diri, ucapan ku terpotong.


"Cukup bicaranya, Kita harus membawa ogre itu untuk diambil bagian yang bisa di jual. Kau yang mengalahkan ogre yang satunya benar?. "


"Be-Benar Bu!. " Suara ku tergagap. Rasanya seperti seorang atasan yang menanyai anak buahnya.


"Tak usah terlalu formal. "


"Untuk seorang Rank E, kau cukup hebat bisa mengalahkan Ogre itu. " Puji Nabila.


"Itu benar!, tidak hanya itu. Aku melihat mu berlari tidak membawa apa - apa tapi tiba - tiba sebuah pedang besar muncul begitu saja. " Farma setengah berteriak mengutarakan apa yang ia lihat.


"Oh, mungkin karena aku menyimpannya disini. " Aku memasukan pedang besar ke dalam Tas penyimpanan.


"Ohhh. Sebuah tas penyimpanan dimensi. Luar biasa. " Seru Farma takjub.


"Begitu ya, Jadi kau yang di rumorkan itu. " Ucap Nabila.


"Dirumorkan?. "


"Ada kabar bahwa terdapat pendatang baru yang berhasil kembali dari dungeon tak diketahui setelah menghilang selama 1 bulan. ia juga membawa sejumlah dog tag milik petualang yang hilang. " Jelas Farma.


"Seperti itulah, Aku Nabila dan ini Farma. Kami petualang Rank B. Dengan nama party Kembang Berduri. Salam kenal. " Nabila memperkenalkan dirinya dan Farma, ia pun mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.

__ADS_1


"Aku Teguh Prakoso, Hanya petualang Rank E. Salam kenal juga. " Aku menerima uluran tangannya tersebut.


Setelah beberapa saat bersalaman, Nabila pun berbicara.


"Kalau begitu, kami akan mengklaim ogre yang di sana, sementara kau akan mengambil yang itu. " Ucap Nabila sambil menunjuk ogre yang ia kalahkan dan ogre yang aku kalahkan.


"Baik." Aku pun segera menghampiri bangkai ogre yang tergeletak. Mengeluarkan pisau dan mulai memotong beberapa bagian.


"Tunggu!, kau akan melakukan pembedahan disini?. " Tanya Nabila. Farma pun juga terlihat bingung dengan aksi ku.


"Tentu saja, memangnya?. " Tanya ku.


"Normalnya orang hanya akan mengambil bagian yang bisa dijual saja. " Jawab Farma.


"Aku memerlukan beberapa bagian untuk bahan - bahan alchemist. Orge termasuk jarang yang bisa kau temukan. "


Aku pun memotong perut Orge, mengambil empedu, hati, dan jantungnya. Lalu bola mata dan kuku orge ku potong. Memasukan semua bahan ke dalam tas.


Taring Orge bisa di gunakan sebagai katalis, dan jeroan nya bisa dicampur untuk dijadikan penawar. Nabila dan Farma serta para penjaga yang melihat perbuatan menahan nafas mereka. Beberapa ada yang muntah dan segera meninggalkan tempat pembedahan.


"Huu, Tak ku sangka membedah Orge akan semenyenangkan ini. " Ucap ku sambil mengusap keringat di dahi.


"Jadi kau seorang Alchemist?. Bagaimana jika kau ambil bahan - bahan yang di sana. " Ucap Nabila.


"Benarkah?. " Tanya ku dengan gembira.


"Ya!. Lagian tak akan kami pakai juga. "


Aku pun juga melakukan pemotongan pada Orge yang satunya. Setelah selesai, aku memberikan kepada Nabila Taring dan kuku Orge untuk mereka jual.


Kami pun berpisah dan aku menuju Guild untuk melaporkan perihal Orge. Di pintu gerbang, terdapat Violet yang berdiri menunggu ku. Dari wajahnya dia terlihat sangat marah.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2