Mengadu Nasib Di Dalam Dungeon

Mengadu Nasib Di Dalam Dungeon
Bab 8 : Kenaikan Rank.


__ADS_3

Dua bulan telah berlalu sejak kejadian Orge. Aku dimarahi habis-habisan oleh Violet karena melakukan pembedahan di depan umum.


"Hiyat!. " Aku mengayunkan pedang ku untuk mengenai tubuh serigala hitam. Gerombolan Serigala mengelilingi untuk mengepung ku.


Cukup kewalahan, aku menganti senjata dengan Tombak, dengan bertumpu pada kaki, aku terus menyerang para serigala hingga tak ada yang tersisa.


Quest kali ini adalah mengalahkan serigala hitam di hutan barat. Setelah mengalahkan mereka, Aku melakukan pembedahan untuk mengambil material untuk ku pakai atau ku jual.


Sejak saat itu, setiap kali melakukan quest, aku akan mengumpulkan material yang ku baca di buku. Mungkin karena pengaruh buku itu, aku selalu ingin melakukan berbagai pembuatan potion atau ramuan. Sampai saat ini, aku sudah membuat potion tingkat rendah atau sedang.


Tak hanya itu, aku menjadi lebih sensitif dengan rasa makanan. Dengan memakannya sekali, aku bisa meniru nya dengan hampir sempurna.


...****************...


"Baiklah, dengan ini quest telah selesai. Mohon ditunggu untuk pembayaran nya. " Ucap Violet dengan riang.


Aku menunggu Violet untuk membawakan hadiah dari melakukan quest. Hari masih siang tapi sudah ada beberapa orang yang minum - minum. Violet kembali dengan selembar kertas di tangannya.


"Selamat Tuan Teguh, Anda dinyatakan naik ke peringkat D. "


"Eh?. Tapi aku baru menjadi petualang selama 3 bulan. Memangnya bisa?. "


"Tentu saja, Tuan Teguh telah memenuhi persyaratan naik rank, material yang ada bawa sangat rapi dan berperilaku dengan baik. Namun harap diingat untuk tidak melakukan mutilasi monster di depan umum. " Jelas Violet sembari mengungkit kembali saat itu.


Aku tak menyangka akan naik rank, yah tapi dengan begitu aku bisa mengambil quest lebih tinggi dan mendapatkan material yang lebih bagus.


"Harap menyerahkan dog tag, akan kami ganti dengan dog tag rank D. Lalu, Tuan Teguh diminta ke ruangan Guild Master. " Pinta Violet.


Aku menyerahkan dog tag milik ku kemudian menuju lantai 2 untuk bertemu Rio. Aku tak tahu apa yang ingin di bicarakan oleh Rio, mungkin ucapan selamat.


...****************...


"Pertama, ku ucapkan selamat telah naik ke rank D. Prestasi mu benar - benar dibanding petualang lain. "


"Terima kasih. " ucap ku datar. Sesuai tebakan ku.

__ADS_1


"Sepertinya kau tidak senang naik rank?. " tanya Rio terheran.


"Tentu saja aku senang. "


"Kalau begitu, kau harus lebih antusias. Sangat jarang seorang petualang naik rank setelah 3 bulan sejak mendaftar. "


"Lebih tepatnya aku hanya 2 bulan, karena aku tidak melalukan apa - apa selama 1 bulan pertama. " ucap ku mengoreksi ucapan Rio.


Memang ini pencapaian yang besar. Yah, ini juga berkat kerja keras ku.


"Sebenarnya aku hendak menaikkan mu ke rank C. Namun masih banyak yang tidak percaya akan kemampuan mu itu. Jika ku lakukan orang - orang akan meragukan kredibilitas Guild. "


Aku mendengar penjelasan Rio dengan diam. Memang, tak jarang ku mendengar ucapan yang seolah merendahkan ku.


"Itulah sebabnya aku mengikut sertakan kau ke dalam party ekspedisi. "


"eh?. " ucap ku tertegun.


"Dengan kau yang berhasil melalui ekspedisi ini, orang - orang akan percaya dengan kemampuanmu. Lalu- "


"Ada apa?. " Tanyanya tidak mengerti.


"Kenapa kau mengikut sertakan ku ke dalam party tanpa sepengetahuan ku. "


"Sebut saja sebagai tes dan karena permintaan pribadi. "


"Permintaan pribadi?. "


"Benar, Tujuan quest ini adalah menjelajahi menara trisula. Menara ini disinyalir memiliki hubungan dengan Raja iblis. "


"Kau yang pernah berhadapan dengan salah satu jenderal pasti tahu. Tapi ini rahasia, jangan sampai petualang lain tahu. " Rio menempelkan jari telunjuk di depan mulutnya sebagai tanda bahwa aku harus merahasiakan hal ini.


...****************...


Setelah selesai berbicara dengan Rio, Aku keluar ruangan untuk mengambil name tag ku yang diperbaharui.

__ADS_1


Di lorong, Aku melihat Nabila yang berjalan menuju ruangan Rio. Ia hanya berlalu lewat, aku pun tak menyapa nya karena tak tahu harus berkata apa.


Di Counter Guild, Violet sedang berbincang dengan seseorang. Ia adalah Farma, partner dari Nabila.


"Tuan Teguh, kau sudah kembali. Ini Tanda pengenal anda, dengan ini kau resmi menjadi petualang Rank D. "


Violet menyerahkan kalung tanda pengenal kepada ku. Aku menerimanya dan mengalungkannya ke leher ku.


"Waw, kau sudah menjadi Rank D. Selamat!. Itu pencapaian yang hebat. Lebih hebat dari Nabila yang naik ke Rank D dalam setengah tahun. " Farma memuji ku, dan sedikit bercerita.


"Terima kasih. Tapi aku merasa belum pantas untuk naik rank. "


"Kau terlalu merendah, aku mendengar prestasi mu dari Violet. Dan kupikir kau cukup layak. " Farma menggerakkan lehernya ke arah Violet sebagai tanda.


Aku melirik ke Violet, ia hanya tersenyum tanpa bersuara.


"Omong - omong, Apa kau bertemu Nabila?. Dia baru saja naik ke atas. "


"Aku berpapasan dengannya, tapi tak berbicara apa - apa. "


"Begitu ya. Yah, Nabila memang begitu. Selalu tak tertarik dengan orang lain. Tapi aku berbeda. "


Saat sedang asik mengobrol, terdengar suara Nabila memanggil.


"Farma kita pergi. "


"Oh, apa sudah selesai?. Apa yang di bicarakan Guild Master?. " Farma menghampiri Nabila.


"Nanti ku bicarakan. Untuk sekarang kita kembali dulu. " Nabila melewati ku, tatapan matanya seakan menusuk ke arah ku.


Nabila dan Farma pergi, aku terdiam beberapa saat hingga kemudian pergi keluar untuk pulang.


Aku harus bersiap untuk ekspedisi yang diikut sertakan oleh Rio.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2