
Suasana kota di siang hari cukup padat, Aku berjalan bersama Violet menuju rumah makan yang tak jauh dari gedung Guild.
Mungkin sudah sebulan terlewat, tapi aku baru tahu bahwa kota ini bernama Kota Rashma. Salah satu kota yang berada di bawah kepemimpinan kerajaan Rasyimah. Dan kota Rashma di kenal sebagai kota petualang karena terdapat 3 dungeon yang terkenal.
Kerajaan Rasyimah memiliki 4 kota besar, dengan Kota Hiryah sebagai pusat pemerintahan. Violet menceritakan geografi dan sejarah singkat kerajaan Rasyimah. Selain itu terdapat Kekaisaran Pertiwa di barat, Federasi Grantamad di utara, Kepulauan Marina di selatan, dan Negara Arima di timur.
Bagi ku, yang berasal dari bumi, Cerita - cerita itu membuat ingin berkeliling dan melihat - lihat berbagai negara. Mungkin suatu saat nanti aku bisa berkunjung ke sana.
Selama berjalan, aku merasakan tatapan orang - orang melihat ke arah ku. Rasanya seperti tatapan kebencian mengarah kepadaku.
Violet hanya berjalan tanpa memperdulikan tatapan orang-orang sekitar.
"Violet, mungkin hanya aku yang menyadarinya, tapi banyak orang yang melihat ke arah mu. "
"Tidak hanya kau kok, aku juga merasakan hal yang sama. Hanya saja, aku sudah tidak peduli. " Jawabnya singkat.
Violet begitu pede, tak tertarik dengan tatapan orang lain. Namun bagi ku yang tiba - tiba menjadi pusat perhatian sedikit risih. Mungkin orang - orang memperhatikan Violet yang cantik dan anggun sedang berjalan dengan petualang Rank E dengan armor murahan.
Setelah berjalan beberapa saat, kami tiba di rumah makan caith's sith. Pelayan bertelinga kucing menerima pesanan kami.
"Aku pesan Salad dan creamy fish. bagaimana dengan mu Teguh?. " Violet bertanya kepada ku.
"hmm, Aku pesan daging kelinci bakar dengan saus sambal, dan roti mentega. "
"Baiklah, mohon ditunggu sebentar. " pelayan tersebut pergi dan mempersiapkan pesanan kami. Selagi menunggu kami mengobrol.
"Jadi kau tinggal di bengkel Babeh Bayden?. "
"Yah, begitulah. Babeh sangat baik kepada ku. Tak tahu rasanya untuk membalas kebaikannya itu. "
"Asal kau tahu, itu cukup jarang Babeh bisa sebaik itu kepada petualang. "
__ADS_1
"Memangnya dia segalak itu?. "
"Babeh adalah Blacksmith terbaik di kota Rashma ini. Tapi dia terkadang memilih pembelinya. "
"Aku baru tahu, Babeh tidak terlihat seseram itu. Malah dia benar - benar seperti menganggap ku seperti putranya. "
"Mungkin itu hanya kepada mu. Bengkel Babeh sering didatangi berbagai orang karena kemampuan yang dimiliki Babeh adalah yang terbaik. Ada rumor dia belajar itu semua dari Dwarf. " Violet berbicara sedikit berbisik.
Dwarf, tak lengkap rasanya dunia lain bila tak mendengar kata tersebut. Dwarf dan Elf merupakan unsur yang selalu ada dalam cerita fantasi. Namun, aku belum pernah melihat kedua makhluk tersebut.
"Omong - omong, Aku tak pernah melihat Dwarf ataupun Elf di kota ini?. " Tanya ku.
"Itu karena memang tidak ada di kota ini. Tak hanya di sini, mereka tidak ada satupun di negara manapun. "
"Eh?. "
"Dwarf dan Elf menutup diri dari dunia luar ribuan tahun lalu, tak ada yang tahu apakah mereka benar - benar ada atau hanya dongeng belaka. "
Aku terkejut mendengar penjelasan, dunia fantasi sihir dan pedang merupakan dunianya makhluk yang tak hanya manusia. Elf selalu di kisah kan sebagai makhluk yang ahli dalam sihir sementara Dwarf dikenal sebagai Ahli senjata.
Hubungan diplomatik saat ini hanya berkutat pada Kekaisaran Pertiwa, Federasi Grantamad dan Kerajaan Rasyimah. Kepulauan Marina masih bisa di akses hanya saja perlu kapal yang mumpuni untuk sampai ke pulau - pulau yang berjauhan.
Selagi pikiran ku dibingungkan dengan keberadaan Elf dan Dwarf, Pesanan kami pun datang.
Aku menyantap daging kelinci, kelembutan dari daging tersebut mengalir begitu saja, tak ada kesulitan dalam menelan nya. Lalu, roti bakarnya begitu renyah dengan lelehan mentega yang memberikan rasa manis sedikit asin.
Aku memerhatikan Violet yang sedang memakan makanannya. Dengan seksama memisahkan tulang dari daging kemudian memasukan sedikit daging ke dalam mulutnya, dari wajahnya bisa dipastikan bahwa ia benar - benar menikmati makanannya tersebut.
Violet menyadari bahwa aku memperhatikan dirinya begitu intens. Dengan malu - malu ia berhenti makan.
"Apa ada yang salah, Teguh?. " Tanyanya malu - malu.
__ADS_1
"Tidak, tidak ada apa - apa. Hanya saja, bukan kah terlalu sedikit jika hanya makan ikan dan salad. Kupikir kau tak harus mengkhawatirkan porsi makan mu itu. "
"Jadi kau menyadari nya ya?. "
Ikan rebus merupakan menu diet yang bagus, karena tidak memiliki lemak yang banyak. Hanya saja, Kupikir Violet memiliki bentuk tubuh yang bagus dan tidak seharusnya khawatir akan berat badannya.
"Yah, Aku pernah membacanya di suatu tempat. "
"Kau banyak tahu ya. Yah, awalnya aku memakan ikan memang untuk diet. Namun makin lama aku semakin menyukai menu ikan disini dan sesekali memakannya. "
"Begitu ya. Pantas saja wajah mu terlihat senang memakannya. "
"Kau ini, jika kau merasakannya, kau akan tahu seperti apa rasanya. " Violet mengambil sesendok ikan yang telah di pisah tulangnya, kemudian menyodorkan nya kepada ku.
"Cobalah."
Dengan malu - malu, aku menerima suapan yang di berikan oleh Violet. Sesekali melirik ke sekitar, banyak orang yang merasa iri melihat ku mendapat suapan dari Violet.
Aku memakan daging ikan tersebut, rasa amis dari ikan tak tersisa dan kelembutan dagingnya menari di mulutku.
"Bagaimana enak kan?. "
Aku hanya mengangguk sambil memberikan jempol. Violet tersenyum kemudian melanjutkan memakan makanannya. Aku juga segera menghabiskan makanan ku karena tak tahan akan tatapan menusuk dari sekitar ku.
...****************...
Kami berdua keluar dari rumah makan dengan keadaan kenyang, bagi ku itu seakan mendapat udara segar karena suasana yang berat ketika Violet menyuapi ku.
Saat kami hendak berpisah, terdengar suara teriakan.
"Tolong!, Tolong!, 2 ogre mengamuk di luar gerbang kota. Mereka menyerang gerombolan pedagang yang hendak memasuki kota. "
__ADS_1
Dengan segera berlari ke arah gerbang. Kupikir ini akan menjadi olahraga yang cukup untuk mencerna makanan.
...****************...