Mengejar Mimpi & Cinta

Mengejar Mimpi & Cinta
8. Perasaanku dan Sebagian Rencana


__ADS_3

... di kamar Ana ...


Sebenarnya Ana sangat kecewa dengan sikap mamanya, tapi dia sendiri tahu dia juga bersalah karena tidak mau menceritakan apa yang dia rasakan. Di waktu yang sama dia merasa kecewa dengan sikap orang-orang tersayangnya yang seakan acuh dengan dirinya namun di waktu yang sama pula dia merasa mungkin hanya saat inilah kesempatan yang Tuhan berikan padanya untuk mendapatkan kebahagiaan walau sedikit saja.


Tidak butuh waktu lama Ana kembali dihantui masa lalu, bayangan mengerikan yang sungguh tidak ingin ia ingat sedikitpun. Andaikan bisa, ia ingin mencuci sebagian isi otaknya dan bisa menghilangkan semua memori kelam itu. Rasa sesal sudah terlambat, purnama pun telah lama berlalu berganti siang dan terus berulang.


Waktu itupun dia sendiri belum tahu apa yang sebenarnya telah terjadi pada dirinya. Seiring waktu, dengan pengetahuan yang ia dapat dari sekolah dan tempat lain pun cukup memberikan pemahaman pada dirinya sendiri bahwa ia benar-benar manusia hina yang sangat kotor. Tidak akan ada kesempatan untuk ia bisa bahagia sekalipun, dunianya telah hancur masa depannya terlalu suram tidak yakin akan ada orang yang bisa mempercayai dan menerimanya. Air mata pun tak akan habis sekalipun dia menangis sehari penuh dan juga tak kan dapat menghapus kesedihan yang tak berujung itu.


“hu hu hu kenapa? Kenapa harus aku ya Allah? Kenapa waktu itu tidak ada satu orang pun yang membantuku? kenapa hal ini harus terjadi padaku? Dan kenapa aku harus menikah sekarang? Hu hu hu.” Ana terisak menyalahkan keadaan. “Apa ini hukuman di kehidupanku di masa lalu? Hu hu hu aku benci, aku benci pada diriku sendiri hu hu hu kenapa saat itu aku terlalu bodoh? kenapa saat itu aku tidak tahu apa-apa???? hu hu hu dasar manusia kejam!! manusia tidak beradab, aku berharap kau akan mendapat hukumanmu karena telah membuat hidupku seperti ini hu hu hu.”


“Bagaimana?? Bagaimana jika tidak ada orang yang percaya denganku lagi? Apa mama bisa percaya? Apa Rendra masih mau menganggap aku sebagai kakaknya hu hu hu? Apa dia bisa percaya dan menerima aku? Hu hu hu.” Menangis semakin tersedu-sedu. “Aku ingin bahagia sekali saja yaa Allah, aku mohon ijinkan aku bahagia hu hu hu aku mohon ya Allah hu hu hu ini sungguh terlalu berat untukku.”

__ADS_1


Bakk Bukk Bak Bukkk... Ana menghempaskan wajahnya kuat-kuat pada bantal yang ia pangku. Ia takut mama atau adiknya akan mendengarkan keluhnya saat itu, ia belum siap jika orang lain mengetahui apa yang sebenarnya terjadi padanya.


-Jauh di tempat lain terjadi perbincangan akan rencana jahat yang mereka atur untuk menggagalkan acara lamaran Rama dan Ana-


“Sayang kau sudah paham kan tugas apa yang harus kau lakukan?” tanya seorang pria berkaca mata hitam dan berbadan atletis yang dipenuhi dengan tonjolan ototnya dimana-mana. "Jangan sampai membuatku marah sayang, aku begini karena aku percaya kamu sayang." lanjutnya


“Apa sih sayang? kok ngomongnya seperti itu sih? iya iya aku tahu kok sayang jangan bikin aku gemas dong.” Seorang gadis yang sangat seksi dan sangat cantik yang mampu menghipnotis setiap laki-laki yang melihatnya “lagi pula dulu dia pernah jatuh cinta padaku saat kami masih sekolah dia selalu saja mengejarku dan memohon-mohon cintanya untuk ku balas, eitsss tapi kamu jangan cemburu ya sayang sekalipun aku tak pernah ada rasa terhadapnya kok cupp.” Mengecup pipi pria itu dan membelainya.


“Tapi sayang, kenapa aku harus berpura-pura menyukai dia? Aku gak mau yaa kalo kita jadi batal menikah tahun depan, padahal kan kamu sudah janji pada almarhum papaku untuk segera menikahi ku.” Membujuk dan membelai di pria.


“Dia itu bukan seleraku sayang, tubuhnya saja sangat kerempeng sekali tidak gagah seperti kamu. Dia hanya punya wajah ganteng dan kaya aja. Tapi coba lihat!! kamu itu lebih dari dia sayang. Kamu tampan, kamu juga kaya, badan kamu bagus, lihat nih otot kamu sayang ughh kamu punya segalanya cup..cup..” mengecup bibir pria yang sebenarnya kekasihnya itu

__ADS_1


“Iya iya sayang, aku tahu kok kalo kamu hanya mencintaiku tapi kali ini kamu harus membantuku ya!! Ahh iya sayang, kamu ingat pamanku kan? Dulu sepertinya aku pernah mengajakmu ke rumahnya dan menengok anak semata wayangnya, kau ingat sepupuku yang agak aneh itu kan??? Fajar Ramadhanlah yang membuatnya seperti itu.” Jelasnya geram penuh dendam, entah apa saja penjelasan yang ia dapat dari pamannya itu hingga membuatnya ikut andil rencana yang sebetulnya merasa ngeri sendiri jika dia ketahuan dan gagal. Tentu saja Rama tidak akan tinggal diam membiarkan dirinya pergi begitu saja, dia tahu sekalipun Rama orang yang baik tapi juga sangat menakutkan saat dia benar-benar marah.


“Apa?? benarkah sayang?? Kurang ajar sekali! Rama ternyata orang yang sangat jahat, kenapa dia juga tega pada perempuan yang lemah?? Uhh..aku benar-benar gak percaya ternyata di media perilaku baiknya hanya untuk menipu semua orang saja. Katanya dia orang yang sempurna tapi apa??? Ternyata dia gak lebih dari seorang pecundang yang gak waras!! gila hormat dan bodohnya kenapa media bisa dibeli ya??” Gadis itu tersulut emosinya “Tenang sayang, aku pasti akan bantu membalaskan dendammu padanya sayang. Aku pastikan itu, akan kubuat dia tak berdaya di depanku, dan kamu bisa membalasnya sepuasmu sayang.” Jelasnya menggebu-gebu.


"Baiklah sayang aku percaya padamu, tunjukan yang terbaik padaku. Dan satu hal yang ku minta darimu, jangan pernah sekalipun kau jatuh ke dalam pelukannya atas kemauan mu sendiri atau hubungan kita akan berakhir saat itu juga. Dan parahnya, mungkin pamanku yang akan sangat murka dan tidak akan pernah melepaskan mu begitu saja. Ingat itu sayang!!"


"Hey sayang, kalau kau seperti itu namanya kau tidak percaya padaku. Sudah ku katakan bukan, aku hanya mencintaimu Farel tidak ada yang lain. Kenapa kau mengatakan hal yang mengerikan begitu sih, aku gak suka!"


"Maafkan aku sayang, aku hanya ingin melindungimu dan mengingatkanmu bahwa hal ini bukan main-main dan pamanku memang seorang yang kejam. Dia tidak akan membiarkan seekor tikuspun yang mencuri makanan di dalam rumahnya." pria itu merendahkan suaranya.


"dan hal yang paling aku takutkan sebenarnya jika semua rencana ini tidak berjalan lancar, ketika itu pula aku akan kehilanganmu sekaligus pamanku. Jadi aku mohon, lakukanlah dengan benar sayang! Ingatlah janji kita untuk terus hidup bersama sampai mati."

__ADS_1


"Tentu saja sayang, kau jangan pernah mengkhawatirkan sesuatu yang mustahil terjadi padaku. Cup" gadis itu mencium Farel bergelayut di lengannya dengan manja.


__ADS_2