
...—"Mulutku terkunci, bibirku membisu... Namun pandanganku tetap terpaku padamu. Dadaku berdebar untuk debar yang sama. Semuanya merujuk pada satu kata, cinta..."—...
...Andrea Edith...
...•••...
Andrea mengepalkan tangannya. Ia bersiap melompat ketika menyadari bahwa seseorang telah menangkapnya, membawanya ke belakang untuk menyelamatkan hidupnya...
Andrea hanya bisa merintih ketika tulang punggungnya menabrak sesuatu yang keras. Ia menoleh ke samping dan menyadari jika saat ini ia sedang berada dalam pelukan seseorang yang baru saja menyelamatkan dirinya dari perbuatan nista. Andrea mendesah, mereka berdua kini dalam posisi terlentang dengan tubuh sekeras baja yang melingkupi tubuhnya.
Hangat...
Ia mencoba memfokuskan pandangannya pada seraut wajah dengan rahang keras itu dengan mata yang tidak lagi kabur. Dan kini dadanya mencelos. Rasa kaget bercampur dengan perasaan tidak menentu menjadikannya hanya bisa membuka mulutnya tanpa bisa berkata-kata. Bahkan untuk menyebut nama pria yang selama ini telah meninggalkannya dengan pamit tanpa alasan saja ia tidak bisa...
"Kau... Baik-baik sa—"
"Kau..." hanya itu yang bisa Andrea ucapkan. Tidak ada yang lain.
"Kau... Andrea..."
Ya, ini aku. Bagaimana mungkin takdir mempertemukan kita lagi dengan keadaan yang begini? Bagaimana bisa pria yang tidak bisa kulupakan sepanjang usia kini malah kutemui dengan kondisiku yang kacau balau begini?
"Kean?! Sedang apa kau di sini?" Andrea bahkan harus merasa sesak ketika mengucapkan nama pria itu.
"Kau... Kau baik-baik saja?" tanya Keanu lagi.
Aku baik-baik saja, tapi hatiku yang sakit. Dan ini semua gara-gara kau. Kemana saja kau selama ini? Apa kau hidup dengan melupakanku?
"Bos? Apa kau baru saja menangkap mata-mata?!"
Andrea dan Keanu mencoba bangun dengan susah payah dari posisinya ketika menyadari seorang pria datang dengan tergopoh-gopoh. Begitu dirinya dan Keanu bisa berdiri, beberapa orang dengan pakaian yang sama mendekati mereka. Andrea melongo ketika menyadari bahwa tempat yang tadinya sepi kini sudah dipenuhi oleh sekitar lima belas orang oleh pria dengan ciri-ciri yang hampir sama; bertato, sangar, dan menakutkan.
__ADS_1
Andrea semakin bingung ketika semua orang. Kecuali Keanu dan pria yang datang lebih dulu tadi kini malah mengacungkan pistol padanya. Semua orang itu menatapnya dengan waspada dan siaga. Seperti hewan yang sedang diburu, Andrea hanya bisa menganga. Ia tidak tahu apa salahnya sampai-sampai pria-pria itu siap menarik pelatuk dan menembak kepalanya. Apa yang terjadi?
Namun tiba-tiba Keanu mengangkat tangannya. Pria itu berdiri selangkah di hadapannya dengan tenang seperti tameng. Tubuh pria itu yang tinggi mencuat digunakan Andrea untuk bersembunyi.
"Rom, sebenarnya tidak begitu. Dia bukan mata-mata!" kata Keanu menengahi.
Seperti pria dalam film-film laga yang tetap bersikap tenang, Keanu juga melakukan hal yang sama. Bedanya hanyalah, ini bukan drama. Hidup Andrea sedang berada dalam bahaya.
"Pak, sebaiknya anda tidak berusaha melindunginya atau rahasia kita akan terbongkar. Biarkan kami menghabisi wanita itu dan tetap melakukan pekerjaan kami seperti biasa..."
Pak? Bos? Apa Keanu mengenal semua pria bertubuh tinggi besar ini? Apa semua orang itu adalah bawahan Keanu? Kenapa mereka bicara begitu sopan dan hati-hati pada Keanu seolah pria itu adalah pimpinan mereka?
Begitu banyak pertanyaan yang Andrea ingin utarakan. Namun Andrea tidak berani membuka mulutnya. Ia hanya menarik jas Keanu erat-erat untuk berpegangan selama ia bersembunyi di belakang tubuh kokoh itu.
Keanu mengangkat tangannya. "Kita tidak perlu sampai gegabah, Rom. Kau kenal aku. Kita tidak perlu berdebat untuk urusan kecil, kan? Sekarang suruh anak buahmu menurunkan senjata atau aku tidak akan mengampuni kalian semua!"
Dengan sekali perintah itu, semua orang menurunkan senjata mereka. Lantas menyimpannya di balik saku celana. Andrea tidak tahu apakah ia harus terpukau karena nyaris lima belas orang tunduk pada perintah Keanu atau malah khawatir karenanya. Jangan-jangan Keanu sendiri yang akan menghabisinya?
Keanu menoleh ke arahnya sedetik sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya. "Ya, aku mengenalnya. Aku tidak tahu bagaimana dia bisa berada di sini dan lolos dari penjagaan kalian. Tapi aku bisa pastikan dia bukan mata-mata."
"Bagaimana anda yakin? Bagaimana jika dia adalah orang yang dikirim intel atau saingan kita untuk mengawasi setiap pergerakan kita?"
Mereka ini sedang membicarakan apa sebenarnya? Andrea benar-benar tidak mengerti.
Keanu menatapnya dari atas hingga bawah. Lalu tersenyum miring. "Rom, lihat saja pakaiannya. Dia bahkan masih mengenakan gaun pernikahan. Sepertinya wanita ini kabur dari pernikahan perjodohan atau apa. Aku bahkan yakin tidak ada senjata apapun dibalik gaunnya!" Keanu berdecih, seolah menertawakan Andrea. "Biar kuurus. Kau pergi berjaga saja."
Apa-apaan dia?! Bagaimana dia bisa memasang wajah geli untuk mengejekku seperti itu? Dasar rubah jantan! Kau tetap seperti sepuluh tahun lalu! Awas saja kau!
"Baiklah, Pak. Kami akan berjaga di luar. Kami tidak akan menghabisinya. Tapi kita harus menginterogasinya lagi sebelum memutuskan apakah dia pantas dibebaskan atau dibunuh."
"Kau benar!"
__ADS_1
Andrea ketakutan. Introgasi apa? Kenapa semua orang seolah mengancam akan membunuhnya? Ya Tuhan. Memangnya ia siapa sampai semua orang harus merasa terancam karena keberadaannya. Ia hanya seorang pengantin yang ditinggalkan oleh calon suaminya. Lalu kenapa?
Setelah semua orang pergi, dan menyisakan Keanu saja. Andrea bersedekap. Ia menatap Keanu dengan banyak pertanyaan. "Kenapa mereka semua berniat mengintrogasiku?" tanyanya.
Keanu mengangkat bahunya. "Karena kau berada di tempat yang tidak seharusnya, Andrea!" serunya. "Aku bahkan tidak tahu bagaimana kau bisa menemukan tempat ini dan berada di sini seperti mata-mata."
Andrea berkacak pinggang. "Mata-mata apa?! Aku bahkan tidak tahu siapa mereka semua. Aku hanya mencoba menenangkan diri," balas Andrea ketus.
"Dengan berniat bunuh diri?"
Andrea tidak membuka mulutnya untuk menjawab. Lalu kemudian ia mengalah. "Bukan urusanmu. Sudahlah, sekarang aku harus pergi. Aku tidak mau berurusan denganmu ataupun dengan teman-temanmu yang menakutkan itu!" Andrea membalikkan badan. Bersiap melangkahkan kakinya untuk pergi. Ia berhenti ketika tangannya dicekal oleh Keanu.
"Kau tidak bisa pergi, Andrea!" kata Keanu tenang.
Andrea mengernyit. "Kenapa? Aku harus pulang. Kau tidak melihat ya, bajuku basah karena kehujanan. Aku bisa pilek kalau di sini terus. Lagipula Papa pasti sudah mencariku."
Keanu tidak menjawab. Pria itu hanya melepaskan jasnya, dan menutupi bahu Andrea yang terbuka. "Maafkan aku, tapi kau benar-benar tidak bisa pergi. Untuk sementara kau harus ikut denganku dan melakukan serangkaian introgasi."
Andrea mengernyit. Lalu menghentakkan kakinya. "Aku bukan mata-mata!!! Sudah kukatakan, kan?! Lagipula memangnya kau tidak percaya padaku?!"
Keanu mengangguk. "Aku percaya. Tapi mereka yang barusan kau lihat itu tidak akan percaya, Andrea. Aku tidak bekerja sendiri. Organisasiku memiliki aturan dan kesepakatan yang tidak bisa dilanggar. Kalau kau melangkahkan kakimu pergi dari sini tanpaku, aku yakin mereka akan langsung membunuhmu. Percayalah padaku!"
Andrea memejamkan mata. "Organisasi apa? Apa yang sedang kau bicarakan? Aku sungguh tidak mengerti!"
"Akan kujelaskan nanti. Tidak akan ada masalah yang timbul kalau malam ini kau ikut bersamaku. Aku janji tidak akan melakukan hal buruk padamu. Tapi percayalah... Ini demi nyawamu sendiri!"
Sebenarnya Andrea menolak percaya. Ia adalah wanita dengan rasionalitas yang tinggi. Ia tidak mau berada dalam lingkup seperti ini. Namun, ketika Keanu mengatakannya dengan nada meyakinkan, Andrea goyah juga. Jadi... Nyawanya sedang terancam? Tapi kenapa?
...•••...
...Follow Instagram-ku : @_yuanitaaw....
__ADS_1