
...—"Saat itu aku terlalu naif dengan berpikir bahwa mungkin kita akan selamanya bersama. Namun kenyataan bahwa kau tidak ada di sisiku hari ini membuatku benar-benar sakit."—...
...Andrea Edith...
...•••...
"Andrea, bangun!"
Andrea merasakan bahunya diguncang lembut. Ia membuka matanya dan menyadari jika mobil yang ia tumpangi berhenti di depan sebuah rumah bergaya Italia dengan halaman yang begitu luas. Andrea menguap. "Ada apa?"
"Kita sudah sampai, Andrea."
Andrea yang masih setengah mengantuk hanya pasrah ketika Keanu mengeluarkannya dari mobil. Ketika benar-benar bisa menghirup udara dengan bebas, Andrea mendongak. Lalu menyadari jika rumah ini dikelilingi oleh kawat berduri di atas pagar tembok tingginya. Alih-alih terasa aman, rumah ini terkesan aneh dan berbeda dari yang lainnya karena terlalu suram.
Andrea mengernyit. "Ini rumahmu?" tanya Andrea.
Keanu mengangguk. "Tidak bisa benar-benar disebut rumah. Karena aku tidak tinggal sendiri. Beberapa pria kekar yang kau lihat tadi sebagian tinggal di sini."
"Kau juga tinggal bersama anak dan istrimu?" tanyanya yang malah terdengar penuh selidik. Sejujurnya ia ingin mengorek informasi soal Keanu.
Keanu tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa. "Apa yang kau bayangkan dalam otakmu itu? Kau pikir aku punya waktu untuk itu?"
Andrea berdecih. "Tidak ada istri ya? Kalau begitu di dalam rumahmu pasti ada wanita simpanan, kan?"
Keanu bersedekap. Ia memandang Andrea dengan geli. "Kenapa kau ingin tahu sekali?"
Gelagapan, Andrea hanya bisa mengipas-ngipaskan tangan pada sekitaran lehernya. Mendadak udara malam ini terasa sangat panas. "Tidak! Aku hanya tidak mau istri atau pacarmu atau apalah itu curiga karena kekasihnya membawaku pulang. Padahal di sini aku kan korban."
Keanu mengangguk-anggukkan kepalanya dengan geli. "Baiklah, jadi aku tersangkanya begitu? Salahmu sendiri, siapa suruh kau ada di gudang dan membuat orang lain jadi menuduhmu sebagai mata-mata."
__ADS_1
"Sebenarnya apa pekerjaanmu? Dan apa yang ada di dalam gudang tadi? Kenapa kalian semua khawatir sekali seolah sedang menutupi sesuatu?"
Keanu mengangkat bahunya dengan lemas. "Aku tidak bisa memberitahumu sekarang."
Jawaban itu membuat Andrea murka. "Lalu kapan kau akan memberitahuku? Besok? Lusa? Atau sampai anak buahmu membuatku jadi ayam goreng?!" tantangnya.
"Kau tidak akan jadi ayam goreng jika kau tidak melakukan kesalahan apapun!" seru Keanu tajam.
Seolah tidak takut dengan ancaman pria di hadapannya itu, Andrea mendelik. "Bagaimana jika kucaritahu sendiri apa yang menjadi jawaban dari pertanyaanku, bagaimana?"
Dengan sigap, Keanu meraih bahu Andrea. Memiting tangannya ke belakang hingga punggung wanita itu menempel pada mobil. Andrea kini berada dalam pengaruhnya.
"Apa yang kaulakukan, Kean?" tanya Andrea ketika menyadari jika jarak pria itu begitu dekat dengannya.
Sejujurnya Keanu tidak ingin bersikap kasar atau menyakiti Andrea. Ia hanya harus meyakinkan wanita itu agar tidak melakukan hal-hal ceroboh yang akan membahayakan dirinya sendiri. Sungguh, Keanu tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika Andrea sampai terluka sedikitpun.
Andrea menatap mata tajam penuh kekejaman itu dengan takut. Bak mangsa yang tinggal menunggu ajalnya, Andrea gemetar. Ia tidak pernah sekalipun melihat Keanu semarah itu sepuluh tahun lalu. Lalu kemana Keanu yang dulu? Pria itu sudah benar-benar berubah ternyata.
Andrea merasa dadanya teriris mendengar ancaman kasar berisi peringatan itu. Dengan pandangan mengancam, Andrea menatap mata Keanu dalam. "Kau pikir kau siapa, Kean? Siapa kau sampai harus mengancamku? Aku tidak takut dengan kematian yang baru saja kau ucapkan! Aku hanya ingin pulang dan tidak mau bertemu denganmu lagi. Mengerti?"
Tapi aku takut... Aku takut kau pergi lagi...
Keanu merasa dadanya dihujam tombak berkali-kali ketika mendengar fakta jika Andrea tidak ingin bertemu lagi dengannya. Jadi, selama ini penantiannya hanya sia-sia? Selama ini apakah hanya dirinya yang berharap bisa menemukan Andrea lagi untuk menebus segala kesalahan dan dosa-dosanya?
Perlahan, Keanu melepaskan tangannya pada Andrea.
Menyadari jika kini ia tidak lagi terbelenggu, Andrea buru-buru melepaskan diri dari Keanu dengan napas terengah-engah. "Aku tidak mau bicara lagi dengan pria egois sepertimu!"
...•••...
__ADS_1
"Saya akan tunjukkan kamar anda, Nona," kata sopir dengan wajah menyeramkan tadi. Pria itu muncul dari balik pilar setelah Keanu pergi. Karena tidak tahu harus apa, Andrea tetap berdiri di samping mobil tadi dan bergerak gelisah karena kedinginan. Lalu pria yang mengenalkan diri sebagai Rommy itu muncul.
Awalnya Andrea tidak percaya karena pria ini terlihat sangat menyeramkan. Tapi lama kelamaan Andrea berpikir jika ia tidak mau mati membeku di sini. Akhirnya Andrea setuju.
Dan benar saja, pria ini membawanya melewati ruang tamu klasik, lalu melewati beberapa ruangan yang unik. Andrea menyadari jika rumah ini memang terlihat suram dari luar namun terlihat cantik dari dalam. Andrea bertanya-tanya siapa yang menata arsitektur rumah ini dan mengusulkan sentuhan Italia yang cantik pada hunian ini?
Andrea mendongak. Menatap dinding-dinding ruang tamu dan ruangan lain yang terlihat kosong. "Kenapa tidak ada satupun foto di sini? Aku seperti merasa rumah ini tidak tersentuh sosok Keanu sama sekali."
Rommy yang berjalan beberapa langkah di depan Andrea memelankan langkahnya. "Selama ini Pak Keanu memang jarang pulang. Beliau terbiasa menghabiskan waktu di kantor atau gudang untuk memeriksa barang. Jadi wajar jika rumah ini terasa tidak bernyawa."
Andrea mendesah. "Dia pasti suka menghabiskan waktunya bersama wanita-wanita cantik seperti di film-film. Tidak heran, sih. Semua pria memang begitu..." katanya entah kenapa terdengar lirih.
Rommy tertawa. "Pak Keanu dan wanita adalah dua hal yang tidak bisa disatukan."
Andrea mengernyit. "Kau pembohong kelas kakap!"
"Sungguh, Nona. Pak Keanu bahkan tidak pernah terlihat tertarik pada satupun wanita selama sepuluh tahun saya mengenalnya."
Andrea memutar bola matanya jengah. "Ya ya. Dia pasti gay. Atau punya kelainan seksual. Ya kan?" serunya dengan nada tidak percaya.
Rommy kini hanya bisa pasrah dengan mengangkat bahunya. Memang sulit bicara dengan wanita yang menganggap jika Keanu adalah playboy. Mau dijelaskan bagaimana juga, kaum hawa itu akan tetap menuduh dan mengambil kesimpulannya sendiri tanpa melihat fakta yang ada. Benar-benar.
"Ah ya, aku tidak mau bicara tentangnya lagi. Jadi kau jangan menyebut namanya lagi setelah ini ya..."
Rommy mengangguk dan menyadari jika ketika uring-uringan sikap wanita ini benar-benar sama dengan perangai sang tuan. Seperti anak usia lima tahun saja. "Baiklah-baiklah, Nona," jawabnya sembari tersenyum lebar.
...•••...
...Follow Instagram-ku @_yuanitaaw...
__ADS_1