
...—"Ketika melihatmu lagi setelah sekian lama, aku lupa pada masa sekarang, seolah kita masih hidup pada pusaran waktu yang telah lalu."—...
...Keanu Felton...
...•••...
"Ke mana kita akan pergi?!" tanya Andrea yang kala itu sedang duduk di dalam kursi penumpang mobil sedan Keanu. Ia merasa risih karena dirinya seolah dianggap seperti nyamuk. Kean hanya diam sembari memijat dahinya sedangkan sopir dengan wajah seram itu bahkan tidak mengatakan sepatah katapun sejak mereka berangkat dari gudang. Andrea jengah sendiri. Mulutnya gatal untuk bicara karena dua orang di dalam mobil yang lain seperti berlomba untuk bisu.
Ah ya, satu lagi. Bak iringan Presiden, mobil mereka juga diikuti oleh beberapa mobil lain yang berbaris di belakang mereka dengan teratur. Andrea bisa membayangkan jika pria-pria di sana juga tidak kalah menakutkannya dengan sopir Keanu.
Kesal karena Keanu tidak segera menjawab, Andrea berteriak juga. "Sebenarnya kalian mau menjualku ya?!"
Keanu mendesah. "Andrea, diamlah. Aku mohon... Kepalaku pusing sekali."
"Tidak! Kau pikir mudah untuk bersikap acuh dalam situasi seperti ini? Aku seperti tahanan untuk kesalahan yang aku tidak mengerti. Dan sekarang, bagaimana kau bisa menyuruhku diam saat aku bisa bicara? Seandainya kau mau menyobek mulutku pun aku akan tetap mengomel padamu!!!"
Diam-diam Keanu tersenyum samar. Ya Tuhan, dia benar-benar cerewet. Sama sekali tidak berubah.
"Kau mau menjawab pertanyaanku atau aku akan telepon polisi?!" ancam Andrea.
Keanu akhirnya menyerah. Ia sudah menahan diri selama satu jam untuk tidak mengatakan apapun pada Andrea tapi wanita itu terus saja memojokkannya. "Baiklah, baiklah. Kita, maksudku kau, kau akan pulang bersamaku."
Andrea mengernyit dalam. "Kenapa aku harus pulang bersamamu?"
"Karena untuk saat ini itulah yang akan membuatmu aman..."
"Loh?! Tap—"
Belum sempat Andrea mengutarakan protesnya, Keanu sudah memotong. "Dan ya, kau tidak akan pernah bisa menelepon polisi karena ponselmu harus kuambil untuk beberapa waktu."
Andrea otomatis menyembunyikan ponselnya. "Enak saja. Kau pikir kau siapa?"
"Aku..." Keanu baru saja akan meneruskan kalimatnya ketika ia tersadar jika pertanyaan itu menusuk-nusuk hatinya. Ya, ia memang bukan siapa-siapa. Dan kenapa pula ia harus menyesali fakta itu?
__ADS_1
"Sudahlah, Andrea, berikan saja ponselmu padaku. Jika kita sudah menemukan titik terang, aku janji akan mengembalikannya."
"TIDAK AKAN PERNAH!!!" seru Andrea dengan berkacak pinggang. "Bagaimana jika aku menghubungi keluargaku kalau kau mengambil satu-satunya alat komunikasiku? Bagaimana kalau mereka mencariku?!"
Keanu berdecih. "Kurasa kau tidak memikirkan hal sedetil itu ketika memutuskan akan bunuh diri tadi!"
Glek!
Andrea mati kutu. Bagaimana pria gila ini bisa memutar kalimatnya seperti itu? Apa selama ia pergi, diam-diam Kean belajar bersilat lidah pada guru kungfu?
Malangnya, saat Andrea sedang memikirkan hal tidak masuk akal itu, Keanu buru-buru merampas ponsel Andrea. Andrea yang tidak sigap, lalu meraih ponselnya kembali. Tapi Keanu tidak memberikannya. Bahkan ketika Andrea memukuli pria itu dan merebutnya, Kean yang lebih sigap hanya bisa menyembunyikannya di balik saku dan menghalangi setiap pergerakan Andrea.
"Andrea lepaskan!"
"Tidak. Berikan dulu ponselku!"
"Rom, hentikan mobilnya!" perintah Keanu pada sopirnya. Pria sangar yang sepertinya hanya menuruti perintah Keanu itu langsung menghentikan mobilnya.
"Andrea, sekarang dengarkan aku! Kau mau kuturunkan dan kutinggalkan di sini sendirian atau berhenti merecokkiku dan percaya saja pada apa yang aku lakukan?"
Keanu tersenyum. "Baiklah. Jadi berhenti bicara, oke? Aku janji tidak akan melakukan hal buruk padamu selama kau menurut padaku. Kecuali kau mau pengawalku yang mengaturmu??" tawar Keanu.
Andrea menggeleng keras menyembunyikan rasa takutnya. "Tidak! Kau pikir aku wanita macam apa?!"
Keanu mengangguk. Lalu meminta Rommy kembali melajukan mobilnya.
"Aku tidak akan bertanya banyak. Tapi siapa yang membawa mobilku?" tanya Andrea takut-takut. Sejujurnya ia benar-benar khawatir jika Keanu akan menurunkannya di sini atau benar-benar memberikannya pada pengawal menyeramkan itu seperti umpan.
"Aku sudah menyuruh anak buahku membawa mobilmu. Kau tenang saja..."
Setelah itu Andrea mampu bernapas lega. Ia menoleh ke kanan kiri dan benar-benar tidak melihat satupun kendaraan yang hilir mudik. "Berapa lama kita sampai di rumahmu?" tanya Andrea.
Keanu melotot.
__ADS_1
"Ah, baiklah baiklah. Aku tidak akan bertanya lagi. Ya Tuhan, kau benar-benar kaku. Aku bertanya-tanya kenapa kau tidak berubah?! Ck!!!"
Andrea lalu merapatkan jas kebesaran milik Keanu yang menempel pada tubuhnya. Dingin sekali. Ia lantas menyandarkan kepalanya pada kaca mobil untuk mengambil posisi ternyaman. Dan tanpa sadar tertidur pulas.
...•••...
"Euhh!"
Keanu menoleh ke samping dan menyadari jika Andrea sudah terlelap. Wanita itu melenguh panjang ketika merasakan sakit saat kepalanya terantuk kaca mobil. Keanu tersenyum lebar.
"Saya tidak pernah melihat mata anda bersinar seperti itu ketika menatap wanita..." seru Rommy yang meliriknya dari spion tengah. Pria itu menggodanya.
Menyadari jika sepasang mata lain sedang menatapnya dengan tatapan menyelidik, Keanu berdehem. "Apa maksudmu?"
"Biasanya, anda selalu bersikap tidak peduli ketika bertemu wanita cantik. Tapi kali ini berbeda. Apa anda mengenal wanita ini sebelumnya?"
Keanu mengangguk. "Ya, sepuluh tahun lalu. Jauh sebelum aku menggeluti bisnis ini, aku dan Andrea memang memiliki hubungan."
Jawaban itu membuat Rommy mengangkat alisnya. "Benarkah? Jadi dia adalah alasan kenapa anda bertahan hingga saat ini?"
Keanu tertawa kecil. "Ya, dan konyolnya demi wanita sinting ini aku sanggup mengorbankan apa saja. Termasuk meninggalkannya demi membuatnya tetap aman..."
"Euh..." Andrea melengguh lagi.
Keanu yang melihat hal itu segera meraih kepala Andrea, menyandarkannya pada bahunya yang tegap. Senyumnya mengembang kecil. Ada rasa miris yang menyergap hatinya. Satu pertanyaan yang mengaitkan Andrea di dalamnya. Apa yang terjadi hingga Andrea memutuskan bunuh diri? Masalah apa yang sedang ia hadapi?
Andrea-ku pasti kelelahan sekali... Entah kesulitan apa yang sudah ia hadapi hari ini... Tapi aku janji akan mencari tahu dan membalas siapa saja yang berani menyakitinya.
Tangan Keanu meraih rambut Andrea yang berantakkan. Mengelusnya pelan-pelan. Perlahan, rasa kantuk ikut menyerangnya. Tidak biasa, karena Keanu bukanlah tipikal orang yang bisa tidur di mana saja dalam perjalanan. Ia terbiasa terjaga. Namun malam ini berbeda. Rasanya, ia seperti menemukan kamar ternyaman...
Dengan seorang yang sudah ia temukan.
...•••...
__ADS_1
...Follow Instagram-ku @_yuanitaaw...