Menghindari Takdir

Menghindari Takdir
Epilog


__ADS_3

Surabaya


Jam dinding menunjukkan pukul 10:00 , suasana kelas yang biasanya tenang hanya terdengar suara dosen menerangkan dan suara detak jam dinding namun berbeda dengan hari ini, bu Ayu salah satu dosen yang akan mengajar dijam pertama ternyata berhalangan dan hanya meninggalkan tugas yang diserahkan kepada ketua kelas untuk dikerjakan, hal itu membuat suasana kelas yang biasanya tenang menjadi gaduh.


Ada yang sedang menonton Drama Korea yang di putar di layar LCD, ada yang sibuk ngobrolin senior. ada yang tidur dan ada juga yang sibuk telfon.


"Halo ma, tumben mama telfon jam segini, ada apa?"


Mutiara atau yang biasa dipanggil Tata mengangkat telfon dari ibunya.


"Iya dek, mama cuma mau bilang kalau tadi sudah mama transfer uangnya, katanya kamu perlu buat bayar SPP di pondok"


Beberapa hari yang lalu Tata memang sudah mengabari ibunya melalui pesan whatsapp tentang pembayaran SPP pondoknya. Berbeda dengan mahasiswa pada umumnya yang tinggal di kost namu Tata harus tinggal di pondok pesantren. Rasa khawatir ibunya yang terlalu besar membuat dia harus tinggal di pondok pesantren.


"oh iya ma, terimakasih, nanti aku telfon lagi ya ma soalnya sekarang aku harus ngerjain tugas dari dosen"


"yaudah kamu hati-hati ya disana, jangan bikin masalah.. kamu harus bisa ngajar ngaji setelah selesai mondok nanti"


"iya ma"


Tata mengakhiri telfon dengan mengucapkan salam. Ia terlihat tidak kebingungan dengan ucapan ibunya, ia hanya mengira bahwa ia harus mengajar ngaji anak-anak yang belajar ngaji di mushola kecil milik keluarganya.


...


Tiba-tiba telfon genggam yang ada disaku seragam Tata bergetar, ternyata Dika pacar Tata yang berkuliah dikampus tetangga mengirimkan pesan lewat whatsapp. Tidak lama kemudian Tata membuka pesan tersebut.


"Beb nanti ketemuan ya, kamu selesai kuliah jam berapa?"


"Aku selesai kuliah jam 13:00 nanti jemput di depan gang biasa ya kak"


"oke, sampai nanti ya"


Peraturan pondok pesantren yang melarang santri untuk keluar dari area pesantren tidak dihiraukannya, karna Tata merasa berhak sedikit bebas dari santri lain dikarenakan titlenya yang sebagai mahasiswa. Padahal peraturan dibuat dari pihak pondok pesantren untuk semua santri tanpa terkecuali.

__ADS_1


...


13:10


Butuh beberapa waktu untuk Tata keluar dari gerbang utama pondok pesantrennya, beberapa peraturan yang membuatnya tidak bisa bertemu langsung dengan orang luar di area pondok pesantren.


Terlihat dari jauh ada seorang pria muda yang mengenakan kemeja dan celana jeans, penampilan yang tidak asing sebagai mahasiswa diluar sana, berbeda dengan Tata yang mengenakan seragam dikarenakan ia adalah mahasiswa kesehatan jurusan kebidanan yang mengharuskan ia memkai seragam.


"Kak udah nunggu lama?"


Sapa Tata kepada pria muda tersebut.


"Engga kok beb, baru lima menitan kali aku disini. Ayo naik"


Tanpa basa basi Tata langsung naik ke atas motor matic yang ditunggangi pacarnya tersebut. Dia sangat terburu-buru dikarenakan takut akan ketahuan oleh pengurus pondok kalau dia melanggar peraturan.


Dika pun membawa Tata menuju kostnya, meskipun tanpa persetujuan Tata, Dika sudah tau bahwa Tata tidak akan marah, karna sebelumnya pun mereka selalu ketemuan di kost Dika. Tata terlalu takut untuk ketemuan diluar, jadi menurutnya di kost Dika lah satu-satunya tempat yang aman baginya untuk bertemu dengan pacarnya tersebut.


sesampainya kost Dika mereka memasak mie instan dan menikmatinya berdua. Mereka berdua mempunyai kepribadian introvert yang membuat mereka lebih nyaman makan di kost dari pada makan di rumah makan.


Tanya Dika pada Mutiara yang sedang menyeruput mie kuah panas.


"Nanti agak sorean aja kak, aku males mau ikut sekolah diniah"


Sekolah diniah adalah salah satu kegiatan yang diadakan dipondok pesantren Tata di sore hari untuk mempelajari ilmu agama lebih mendalam.


Tata yang berasal dari basic agamanya yang pas-pasan merasa terbebani ketika harus mengikuti kegiatan tentang agama di pesantrennya.


Selesai makan mie instan mereka akhirnya bersantai dan ngobrol hal-hal random.


lagi-lagi Dika memulai pembicaraan.


"Emang gapapa beb kamu bolos sekolah diniah?"

__ADS_1


"Gapapa kak, banyak temenku yang bolos juga kok. Pusing banget tau, pagi kuliah sore sekolah diniah, belom lagi dipondok banyak kegiatan lain. huft.. kapan coba aku dibolehin kost ya"


"Bilang jujur aja ke ibu kamu kalo kamu ga betah di pesantren beb"


"Bakal di berhentiin kuliah sih kayanya kalo aku bilang gitu kak, mamaku nyuruh aku kuliah karna kuliah itu bonus dari aku mondok, kalo aku ga mau mondok mending gausah kuliah katanya"


"yaudah nanti aku bakal lebih sering ngajakin kamu kesini biar kamu ga terlalu tertekan. ngomong-ngomong apa kamu ga panas jilbabnya dari tadi ga dilepas"


"gapapa tah kak aku ngelepas jilbab disini?"


"gapapa lah, aku kan pacar kamu"


tanpa pikir panjang Tatapun melepas jilbabnya.


waktu tidak terasa dan jam dinding menunjukkan pukul 16:00. Tata harus balik kepondok sebelum jam 17:00.


"Kak anterin aku balik yuk, aku takut telat gerbang pesantren keburu ditutup"


"ditutupnya jam berapa beb?"


"jam 17:00 kak"


"iya habis ini aku anterin, bentar aku siapsiap dulu ya"


"iya kak"


saat keduanya sudah siap untuk menuju kepesantren, Dika berhenti didepan dipntu dengan gelagat yang sedikit kaku.


"kamu hati hati ya di pesantren"


Dika melontarkan kalimat dengan nada lirih. Tata pun mendekat tanpa berfikiran macam-macam, selama mereka berpacaran mereka tidak pernah melakukan hal seperti pasangan pada umumnya.


namun hari ini Dika tidak seperti biasanya. tiba-tiba Dika memegang tangan Tata dan mendekatkan wajahnya pada wajah Tata. Tata yang bingung dengan tingkah pacarnya itu membuatnya kesulitan mengeluarkan kata dari mulutnya. seluruh tubuhnya berhenti seketika, bahkan matanya pun tiba-tiba tertutup.

__ADS_1


dalam pikiran Tata ini semua tidak benar, namuan Tata tidak bisa menolaknya. Dia terlalu penasaran dengan yang dinamakan ciuman pertama.


tidak lama kemudian bibir Dika menempel pada bibir Tata, sesekali bibir Dika menggigit bibir Tata, lidah Dika pun memaksa masuk kedalam bibir Tata, namun....


__ADS_2