Menghindari Takdir

Menghindari Takdir
Ciuman Pertama


__ADS_3

tiba-tiba mata Tata terbuka lebar dan memberhentikan ciuman tersebut.


"maaf kak, aku ga bisa, aku ga pernah cium bibir sebelumnya"


wajah polos Tata membuat Dika tersenyum dan merasa kalau itu lucu.


"sini kakak ajarin, kamu buka bibir kamu dan pelan-pelan kamu masukin lidah kamu. lama-lama kamu pasti bisa kok"


tanpa basa-basi Dika langsung menempelkan bibirnya pada bibir Tata. Dika tidak akan memberhentikan ini dengan cepat karna Dika suda menunggu saat-saat seperti ini sedari lama.


dengan ragu-ragu Tata menggigit bibir Dika perlahan dan dibalas dengan gigitan serta juluran lidah dari Dika. ini adalah ciuman pertama dalam hidup Tata, jantungnya berdegup kencang dan mukanya memerah. mereka melakuannya berulang kali hingga tidak sadar bahwa jam 16:30. tidak ada yang bisa memberhentikan mereka berdua.


namun tiba-tiba terdengar suara motor terparkir didepan kamar Dika. ternyata Galih teman satu jurusan dengan Dika ingin menumpang untuk menginap satu malam. rumah Galh yang tidak terlalu jauh membuatnya sering pulang pergi, namun malam ini Galih akan menginap di kost Dika dikarenakan ada tugas yang harus segera mereka selesiakan.


suara motor galih membuat peringatan bahwa mereka berdua harus segera melepas ciumannya masing masing, ditambah suara langkah kaki Galih membuat mereka langsung menyiapkan ekspresi yang tidak canggung.


"Dik, kamu ada didalam?"


tanya Galih yang sambil melepas tapi sepatunya dan siap siap akan masuk kamar Dika.


"iya, masuk aja lih"


ketika Galih masuk, dia kaget karna melihat perempuan yang belum dia kenal didalam sana, selain mempunyai wajah yang tampan Galih juga mempunyai sikap yang ramah dan membuatnya menyapa terlebih dahulu.


"eh maaf aku ga tau kalo masih ada tamu, kamu pacar Dika ya? aku Galih temen satu jurusan sama Dika"


"iya gapapa lagian aku udah mau balik kok"


Tata menjawab dengan singkat tanpa basa-basi. lalu di sambung dengan Dika yang berpamitan dengan Galih.


"lih aku anterin pacar aku balik dulu ya"


"iya bro, sekalian titip sikat gigi ya bro, aku lupa ga bawa sikat gigi"


"siapp.."


...

__ADS_1


21:30


Kali ini mata Tata sama sekali tidak berat, air mata yang biasanaya merembes karna menahan rasa kantuk dan harus mendengarkan kajian rutin pun tak muncul sama sekali, bagaimana bisa malam ini Tata tidak mengantuk sedangkan seharian dia tidak tidur sama sekali, namun ada satu kebiasaan buruk Tata yang tidak berubah, dia tidak mendengarkan kajian yang disampaikan uztadzah, matanya yang terbuka lebar tidak berpengaruh untuk itu.


kali ini ada pikiran yang melintas lalu lalang di kepalanya, yaitu ciuman pertamanya yang dia lakukan tadi sore. banyak pertanyaan yang muncul dibenaknya, beneran aku ngelakuin ini? aku ga mau pacaran ga sehat. tapi aku takut diputusin Dika. semua kalimat itu muncul di kepalanya.


Tettt... bel pun berbunyi, sampai akhir kajian pun Tata masih termenung dan tak satu pembahasanpun dari kajian tersebut masuk ke kepalanya.


pada saat berjalan menuju ke kamar ada satu anak yang menepuk pundak Tata dan mengeluarkan pertanyaan spontan.


"mbak Tata udah siap lusa mau ujian fiqih?"


"eh Nisa, mbak Tata jadi kaget nih.. e.. emang ada ujian besok lusa?"


Tata yang kaget atas tepukan Nisa dan kaget kalau lusa ada ujian menjawab secara terbata.


"barusan dikajian kan sudah diingetin sama ustadzah mbak"


"apa iya Nis?"


"hayoo mbak Tata ga dengerin ya?"


"yaudah ini mbak Tata buruan salin deh materinya"


Nisa menyodorkan catatan ringkasan pelajaran fiqih yang akan diujikan.


umur Nisa memang lebih muda 3 tahun dari Tata namun mengerti lebih banyak tentang ilmu agama dibanding Tata, itu dikarenakan Nisa lebih lama 2 tahun tinggal di pondok pesantren tersebut. Tak jarang juga Nisa mengingatkan Tata ketika Tata lalai. hubungan keduanya bisa dibilang lumayan dekat, selain kamar mereka yang bersebelahan, mereka juga sering berbagi makanan ketika dikirim oleh orang tua masing-masing.


"Nisa.. besok sholat subuh bareng ya?"


"iya mbak, bangunin Nisa ya.. Nisa takut telat"


"Oke"


mereka memang sering melakukan kegiatan bersama, salah satunya sholat subuh.. dikarenakan anak sekolah mempunyai kegiatan yang lebih banyak dari mahasiswa membuat Nisa kekurangan jam istirahat, oleh karena itu dia perlu bantuan orang lain untuk membangunkannya saat sholat subuh.


...

__ADS_1


04:00


"Nisa bangun yuk, mau subuh nih, entar kita kehabisan tempat buat jama'ah"


Nisa hanya menggeliatkan tubuhnya, walaupun Tata sudah membangunkan tiga kali namuan Nisa masih belum bangun.


akhirnya Tata menyerah untuk membangun Nisa dengan cara yang normal, dan Tata pun ingat kalau ada satu cara yang akan berhasil yaitu memencet hidung Nisa. setelah memencet hidung Nisa selama 2 menit akhirnya Nisa pun bangun dan berteriak..


"akkkkkh mbak Tata mahhh"


"ya salah siapa dari tadi ga bangun.. yaudah buruan siap-siap ambil wudhu, yuk jamaah sholat subuh"


"iya iya, tungguin!"


...


pada pesantren tersebut mempunyai jadwal kegiatan yang sedikit padat, biasanya setelah jamaah subuh akan di isi dengan kajian central, yang artinya belajar tafsir kitab dari pusat. kegiatan ini biasanya selesai sampai jam 05:40.


setelah kajian central selsai maka semua santri kembali pada kamarnya masing-masing.


pada perjalanan menuju kamar masing-masing ternyata ada segerumbulan santri diaula pesantren. Tata dan Nisa pun penasaran dengan apa yang terjadi, akhirnya mereka pun mendekati kerumunan tersebut. ternyata terdapat santri putra dan santri putri yang sedang menjalani hukuman. tidak lain ternyata mereka sepasang kekasih yang ketahuan berpacaran di lingkungan pondok pesantren.


kedua santri tersebut diarak berkeliling santri yang mengerumuninya, santri perempuan naik pada argo dan santri putri mendorongnya. mereka berdua memakai kalung kardus yang bertulisan, melakukan tindakan tercela, tidak patut ditiru!!


hal tersebut membuat keduanya menangis karna menahan rasa malu.


hal ini sungguh menjadi pemandangan baru untuk Tata. reaksi Tata berbeda dengan reaksi santri lainnya yang menyoraki kedua santri tersebut, Tata hanya terdiam dan merenung dan terlihat raut wajah takut pada Tata.


tiba-tiba Nisa menyenggol badan Tata dan berbisik.


"Kenapa mbak? kok kayak ada yang dipikirin?"


"oh gapapa Nis"


Tata menjawab dengan wajah gugup dan langsung menyambung dengan mengajukan pertanyaan yang membuatnya penasaran.


"emang santriwan dan santriwati yang ketauan pacaran bakal dihukum kayak gini ya Nis?"

__ADS_1


"emm ga juga sih mbak, tergantung level kesalahannya kayak gimana. kalau yang begini biasanya cuman ketauan ketemuan. kalau yang sampai lebih parah bisa di gunduli rambutnya, dipanggil orang tuanya dan di keluarin dari pondok"


Tata termenung dan tidak bisa berkata-kata, sebagai santri baru dia sudah melakukan pelanggaran beberapa kali. yang dia khawatirkan hanya jikalau orang tuanya dipanggil kepesantren, mau ditaro dimana mukanya, pasti dia akan malu banget. ditambah ibunya yang sangat tegas membuatnya takut jika dia melakukan kesalahan walaupun hanya sedikit. yang bisa dia lakukan sekarang hanya berdo'a supaya semua pelanggarannya tidak ketauan oleh pihak pengurus pondok pesantren.


__ADS_2