Menghindari Takdir

Menghindari Takdir
Razia


__ADS_3

Dengan seragam rapih Tata berjalan menuju kelas. Sesampainya dikelas Tata langsung mengeluarkan smart phone yang ia titipkan pada pengurus pesantren. Semua santri memmang dilarang membawa masuk barang -barang elektronik seperti smart phone kedalam pesantren, peraturan ini berlaku untuk semua santri tak terkecuali untuk mahasiswa sekalipun.


Ketika Tata mengecek grup obrolan kelas ternyata terdapat pesan bahwa hari ini tidak ada dosen yang bisa mengisi jadwal mengajar, dengan alasan bahwa hari ini semua dosen akan menghadiri rapat dadakan. Oleh sebab itu ibu Anggun salah satu dosen yang harusnya mengisi jadwal mengajar meminta perwakilan kelas untuk mendatangi beliau diruangannya untuk mengambil tugas yang diberikan dengan maksud menggangti jam kosong hari ini. Rina sebagai ketua kelas meminta tolong kepada Tata untuk mengambil tugas tersebut.


Setelah membaca pesan tersebut Tata pun bergegas berjalan menuju ruang dosen. Namun ketika ia keluar dari kelasnya seketika ada laki-laki yang melambaikan tangan dan menyapa Tata.


"Tata ya"


"iya ada apa"


Ternyata laki-laki tersebut adalah Ilham kakak tingkat dari prodi perawat yang dijadikan pasangan Tata untuk menjadi pembawa acara.


Tanpa ragu Ilham pun mengulurkan tangan.


"hey kenalan dong, aku Ilham"


Setelah mendengar bahwa Ilham playboy yang bermulut manis maka Tata hanya memberikan reaksi heran lalu meninggalkannya tanpa memberi jawaban.


"cih sok cantik..!"


Guman Ilham.


***


"tok tok tok, permisi ibu, saya Tata dari semester 3 prodi kebidanan ingin mengambil tugas"


"oh iya silahkan masuk non"


Ibu A nggun pun menjelaskan rincian tugas yang diberikan.


"hari ini harus selesai ya non, waktu terakhir pengumpulan saya batasi sampai nanti sore jam 16:00. langsung ditumpuk dimeja saya ya non, kabari teman-temannya."


"baik ibu, saya akan menyampaikan kepada teman-teman"


Setelah mendengar perintah tersebut Tata tanpa berpikir panjang langsung berjalan menuju kost teman-temannya. Lagi-lagi Tata melanggar peraturan pesantren yang melarang santri keluar tanpa izin. Kali ini Tata tidak berniat keluar untuk bersenang-senang, namun Tata ingin segera menyelesaikan tugas yang diberikan oleh ibu Anggun secepatnya.


Pada saat Tata berjalan menuju kost teman-temannya ada laki-laki yang meniki motor gede berhenti tepat didepannya. Dan Tata pun mengenali siapa laki-laki tersebut. ya.. dia adalaha Ilham.


"ada apa lagi....."


Guman Tata dengan ekspresi tidak sukanya. Tata terlihat sangat risih menghadapi Ilham yang berniat mendekatinya.


"hey Tata.. kita ketemu lagi"


"hehe iya"


Tatat menjawab dengan senyum masam.


"mau kemana?"

__ADS_1


"mau ke kost temen-temen"


Lagi-lagi Tata menjawab dengan jawaban seperlunya.


"mau aku anter?"


"gausah.. lagian kost temen-temen cuma di gang sebelah kok"


Dengan jawaban ketus dan tanpa tersenyum Tata pun pergi meninggalkan Ilham.


"awas aja ya kamu Ta, suatu saat kamu pasti luluh sama aku"


Ilham mengungkapkan tekadyya dengan kesal namun masih dengan suara lirih, dia berhati-hati dan sangat menjaga image didepan Tata.


Ilham tidak akan menyerah sampai tekadnya benar-benar terpenuhi.


***


"Tata.. kok kamu kesini? udah izin sama pengurus pesantren?"


Imelda yang sedang membuang sampah di dipan kost melontarkan beberapa pertanyaan pada Tata.


"engga.. aku ga izin"


Tata menjawab dengan santainya seperti tidak peduli akan konsekuensi yang akan didapat jika dia ketahuan melakukan pelanggaran.


"yaudah masuk aja yuk"


...


merekapun mengerjakan tugas tersebut bersama-sama.


ditengah-tenga mengerjakan tugas tiba-tiba Imelda menyampaikan pesan yang cukup membuat membuat gaduh.


"eh Ta.. kamu tau kan ituloh cowok yang naik moge dari semester 6 keperawatan.. dia kayaknya suka sama kamu deh"


"siapa.. siapa..? yang mana..?"


semua bertanya-tanya.


"oh yang bakal jadi pasangan kamu nanti ketika jadi pembawa acara toh Ta?"


Rina nyeletuk ditengah kegaduhan.


"Emang kelihatan sih, waktu itu aja ekspresi dia seseneng itu pas dipasangin sama kamu"


Rina melanjutkan celetukannya.


"dih apaan dan, cowok playboy gitu siapa yang mau. lagian aku juga udah punya pacar"

__ADS_1


Tata menjawab dengan nada sewot.


"ya gapapa lah Ta buat iseng-iseng doang"


Imelda yang mempunyai sifat mirip dengan Ilham pun berniat menarik temannya tersebut untuk menjadi sepertinya.


"dia minta nomer kamu loh, aku kasih ya?"


"jangan ih, aku ga punya waktu buat ngeladenin orang kayak dia"


"terlalu ketat kamumah"


Imelda sedikit kecewa dengan sikap temannya tersebut. Namundia tidak akan mudah menyerah pada urusan seret menyeret seperti ini.


"kalau gitu nanti malem ikut kita nonkrong di cafe yuk, ada temen-temen dari kampus lain juga"


"hemm aku harus balik pesantren nanti sore, aku ga boleh nginep diluar"


"yahhh sayang banget sih, padahal kan seru nongkrong rame-rame"


"Mel udah.. kamu jangan jadi setan mulu, tobat-tobat!"


Rina memberhentikan aksi Imelda dalam merayu Tata.


...


Tok tok tok


suara seseorang mengetuk pintu, dan semua orang terperanga, ternyata yang mengetuk pintu adalah mbak Nurul. mereka bertanya-tanya apa yang membuat mbak Nurul mendatangi kost mereka. jelas mereka kaget dikarenakan mbak Nurul adalah salah satu santri senior yang sekarang menjabat sebagai seksi keamanan di pondok pesantren yang mana membantu pengurus untuk membereskan kericuhan yang terjadi di pondok pesantren tersebut. salah satunya menangkap santri yang keluar pesentren tanpa izin.


"permisi dek, maaf mengganggu waktunya, disini mbak Nurul hanya menjalankan tugas. mbak Nurul izin melakukan razia untuk mencatat nama-nama santri yang keluar tanpa izin"


"emmmbak Nuu rul"


suara Tata terbata-bata.


"ma ma af mbak saya tadi tidak sempat izin, soalnya kelas saya mendapat tugas yang harus diselesaikan hari ini juga"


Tata menyambung kalimat yang dia keluarkan sebelumnya.


"saya janji ga akan kemana-mana mbak, setelah slesai mengerjakan tugas saya akan langsung kembali kepesantren"


dengan suara bergetar karna ketakutan Tata tidak memberikan celah untuk mbak Nurul berbicara.


"kira-kira selesainya jam berapa ya dek? kalau selesainya sebelum ashar mbak Nurul kasih kompensasi insyaAllah mbak Nurul maklumi, karna ini memang ngerjakan tugas dari kampus, tapi jika lewat setelah ashar mohonmaaf mbak Nurul ga bisa nolong dek"


mbak Nurul memang baik,ramah, dan peduli namun karna kepatuhannya yang membuatnya tidak pernah melanggar peraturan membuatnya disegani sekaligus ditakuti oleh para santri.


"ba baaik mbak, saya akan segera menyelesaikannya"

__ADS_1


"oke dek, kalau begitu mbak Nurul permisi dulu ya, mau razia ke kamar lainnya"


semua orang pun menghembuskan nafas legaaa...


__ADS_2