Menghindari Takdir

Menghindari Takdir
Badan Eksekutif Mahasiswa


__ADS_3

Beberapa poster tertempel pada dinding kampus, yang berisikan pengumuman bahwa akan diadakan perekrutan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode baru.


Tata yang mempunyai basic berorganisasi sangat antusias terhadap pengumuman tersebut, sebelumnya dia sangat aktif mengikuti beberapa organisasi di sekolahannya, diantaranya: OSIS, Paskibraka, Pramuka, PIK-R dan lain sebagainya.


"siapa nih yang bakal jadi perwakilan kelas kita?"


tanya Rika, salah satu anggota kelas Tata.


"Tata aja tuh"


"iya Tata aja, dia kan jago ngomong didepan banyak orang"


"iyanih Tata aja, Tata aja"


celetuk Imelda, anggota kelas yang lain. dan dibarengi dengan celetukan dari beberapa anak lainnya.


Tata yang dari awal berniat mengikuti perekrutan anggota BEM baru langsung mengiyakan tawaran teman-temannya.


"Oke aku ikut. tapi bukannya setiap kelas wajib mengajukan dua nggota ya?"


"yaudah nanti daftar bareng aku aja"


tidak ingin mendengarkan perdebatan lagi dikelasnya Rina siketua kelas mengajukan diri. Rina memang terlihat cuek, namun dia juga bertanggung jawab.


***


"tok tok tok.. permisi kak, saya ingin menyerahkan formulir pendaftaran dari prodi kebidanan semester 3"


Rina mengetuk pintu ruangan BEM sambil meyodorkan kertas.


"oh iya dek, terimakasih ya"


Dhiga kakak kelas dari prodi perawat yang kini menjabat sebagai ketua BEM atau yang biasa disebut presma atau presiden mahasiswa menyambut dengan ramah kedatangan mereka. Dari raut wajah dan nada bicaranya sudah bisa dilihat bahwa dia adalah senior yang bijaksana, tak heran dia terpilih menjadi presiden mahasiswa saat ini.

__ADS_1


"kalau begitu kami permisi dulu ya kak"


Rina berpamitan ingin meninggalkan ruangan tersebut, Rina dan Tata merasa canggung ketika bergabung dengan mereka. mahasiswa prodi kebidanan memang jarang berkumpul dengan kelas lain. berkumpul dengan sesama prodi saja jarang apalagi dengan prodi lain. dari awal di prodi kebidanan memang sangat menerapkan senioritas, oleh sebab itu terkenal individualismenya.


Dhiga yang sedang bersama dengan anggota BEM yang lain langsung mengerutkan kening sambil meminta Tata dan Rina bergabung.


"mau kemana dek? kok buru-buru. sini ngumpul dulu bareng kita, lagian ini kan pertama kali prodi kebidanan kumpul sama prodi perawat"


"terimakasih atas tawarannya kak, lain kali kita bakal gabung"


Tata menolak ajakan Dhiga dengan sopan sambil melirik Rina, dia tahu bahwa temennya tersebut tidak akan mau bergabung dengan mereka hanya untuk mengobrol basa-basi.


***


Setelah beberapa hari pemilihan anggota BEM mereka melakukan kegiatan pertama kalinya. Berhubung akhir-akhir ini sedang marak maraknya penyakit menular seperti hepatitis menyerang anak-anak akhirnya mereka memutuskan akan melakukan sosialisai terhadap penularan penyakit hepatitis dan pencegahannya. Mereka memutuskan untuk melakukan sosialisasi di panti asuhan yang berada disekitar kampus.


Sebelum melaukan sosialisasi aggota BEM melakukan pertemuan untuk membentuk panitia pada sosialisasi tersebut.


Tata dan Rina pun hadir pada pertemuan tersebut. Ini adalah kali pertama Tata dan Rina berkumpul dengan anggota BEM sekaligus mahasiswa dari jurusan lain.


"eh dek Tata, akhirnya kita ketemu disini, biasanya mbak Nurul cuma papasan sama dek Tata di pesantren"


dengan ramahnya kakak senior tersebut menyapa Tata, ternyata nama senior itu Nurul, ini kali pertama Tata mendengar Nama seniornya itu. selama ini Tata hanya sering melihat tanpa menyapanya. mbak Nurul adalah santri yang sudah belajar selama 7 tahun di pesantren, wajar jika Tata sering melihat mbak Nurul sering beraktifitas di pesantren.


lalu tata menjawab dengan ragu-ragu.


"i iya mbak Nurul, maaf selama ini saya ga pernah nyapa, karna saya belum tau nama mbak Nurul sebelumnya"


"iya gapapa dek, lain kali main-main kekamar mbak Nurul biar lebih akrab"


"insyaAllah mbak Nurul"


...

__ADS_1


setelah semua anggota berkumpul, dimulailah pembagian tugas. satu persatu anggota ditunjuk untuk bertanggung jawab pada seksi masing-masing. dimulai dari ketua, bendahara, sekretaris, seksi acara, seksi keamanan, seksi konsumsi, seksi dekorasi dan lainnya. namun ada satu tugas yang dihindari dari semua nggota, yaitu pembawa acara. semua anggota menghindari tugas tersebut karna banyak diantara mereka malu untuk tampil didepan orang banyak. namun mereka para senior menyisakan beberapa anak yang terlihat aktif dan percaya diri untuk tugas terakhir, yaitu untuk menjadi pembawa acara. walaupun terdapat beberapa kandidat namun yang akan terpilih menjadi pembawa acara hanya dua anggota saja, yaitu satu anggota perempuan dan satu anggota laki-laki.


"tinggal terakhir nih temen-temen.. siapa yang mau jadi pembawa acara?"


Dhiga membuka pembicaraan atas pemilihan pembawa acara.


semua terdiam, dan tidak ada yang menjawab pertanyaan Dhiga tersebut.


"oke kalau tidak ada yang mau mengajukan diri, saya akan menunjuk beberapa kandidatnya, nanti kita pilih sesuai dengan suara terbanyak. kandidat yang pertama Ilham dari semester 6 prodi keperawatan, kandidat kedua ada Yogi dari semester 3 prodi keperawatan, kandidat ketiga ada Indah dari semester 6 prodi keperawatan dan kandidat ke empat ada ada Tata dari semester 3 prodi kebidanan"


semua anggota berguman untuk menentukan siapa yang cocok untuk menjadi pembawa acara.


beberapa anggota mengungkapkan alasannya ketika memilih anggota yang akan menjadi pembawa acara.


sama seperti anggota lain yang mengungkapkan alasannya kii Nurul juga merekomendasikan Tata untuk menjadi pembawa acara, Nurul mengatakan bahwa di pesantren Tata terlihat aktif jika itu menyangkut kegiatan yang melibatkan diri harus tampil didepan.


Tata memang tergolong santri baru, namun dia mempunyai kepercayaan diri yang tinggi dan itu membuatnya sering tampil didepan banyak orang.


lalu seketika banyak anggota lain yang memilih Tata untuk menjadi pembawa acara.


"kini pihak penentuan, siapakah yang akan menjadi pembawa acara? saya akan membacakan hasil pengambilan suaranya"


Dhiga berbicara sambil melirik selembar kertas pada tangannya.


"suara terbanyak pertama jatuh pada... Tata"


suara tepuk tangan selamat yang diberikan pada Tata. ini hanya pemilihan pembawa acara namun meriahnya seperti pemilihan ketua BEM.


"dannn suara terbanyak kedua jatuh pada.... Ilham"


suara kembali gaduh, suara tepuk tangan dimana-mana.


berbeda dengan Tata yang menanggapinya dengan biasa saja namun Ilham menanggapi pemilihan ini dengan sangat bersemangat.. dia bersorak bahkan mengatakan yes saat diumumkan bahawa dialah yang akan menjadi pasangan Tata sebagai pembawa acara.

__ADS_1


semua orang heran, sama halnya dengan Tata, matanya terbuka lebar dan mulutnya terbuka. dikepalanya muncul berbagai pertanyaan, dia kenapa? dia siapa? wajar Tata bingung dengan semua itu, karna ini kali pertamanya dia melihat laki-laki itu.


namun beberapa anggota malah tidak menunjukkan ekspresi kaget, kenapa harus kaget dan bingung? wajar jika ilham bereaksi begitu, karna dia terkenal sebagai laki-laki yang playboy, dengan kata-kata manisnya dia mampu menakhlukan beberapa perempuan untuk dia jadikan pacar atau cuma sekedar dia jadikan gebetan. bagaimana Ilham tidak kegirangan dipasangkan dengan Tata, dia akan mendapatkan kesempatan langka untuk merayu dan mendekati Tata yang terkenal berwajah cantik, bermata indah, berkulit putih dan mempunyai porsi tubuh yang bagus. beberapa anggota tersebut juga tidak yakin jika nanti Tata tidak akan terbuai oleh rayuan manis Ilham.


__ADS_2