
"dek Tata hari ini jadi belajar bareng Ilham?"
terdengar suara mbak Nurul yang tiba-tiba menyapa.
"nanti mbak Nurul panggilkan Ilham supaya ke ruangan BEM buat belajar bareng"
"emm baik mbak Nurul"
Tata tidak mempunyai alasan untuk menolak mbak Nurul.
merekapun berjalan menuju kampus bersama-sama.
***
setelah pembelajaran selesai mbak Nurul memanggil Tata dan juga Ilham untuk belajar bersama di ruang BEM.
"Dek Tata dan Ilham sudah membaca referensi yang mbak Nurul kasih?"
"sudah mbak"
Tata terlihat benar-benar sudah membaca referensi yang diberikan, bahkan ia terlihat sudah menguasainya.
"bagaimana dengan Ilham"
Ilham yang sedari tadi diam tanpa mengeluarkan satu katapun dari mulutnya terlihat kebingungan, dia tidak mempunyai kalimat untuk dikeluarkan karna dia sama sekali belum menyentuh referensi yang diberikan oleh mbak Nurul.
Tata dan Ilham mempunyai perbedaan yang sangat besar dalam hal belajar.
memperoleh rangking 3 besar selama sekolah, hingga mempunyai setumpuk sertifikat yang ia dapatkan dari beberapa lomba nasional tak heran jika Tata sangat menyukai belajar, baginya belajar adalah hal yang menyenangkan.
berbeda hal nya dengan Ilham. jikalau ada penghargaan untuk mahasiswa tidak berprestasi sudah pasti Ilham yang akan mendapatkannya. bukan hanya jarang mengerjakan tugas, Ilham juga sangat sering absen, hingga semua dosen sangat mengenalnya.
jika ada mahasiswa yang dikenal oleh dosen maka hanya akan ada dua alasan, yang pertama mahasiswa tersebut berprestasi atau yang kedua mahasiswa tersebut sangat jauh dari kata berprestasi yang artinya mahasiswa tersebut mempunyai catatan kedisiplinan yang buruk.
Ilham berangkat kekempus hanya untuk bersenang-senang, bertemu dengan banyak perempuan yang bisa dia goda dan dia jadikan mainan akan menjadi tujuan utama.
"aku belum sempat baca mbak, bagaimana kalau aku minta ajarin Tata aja?"
celetuk Ilham dengan semangat
seketika Tata melengos
"gimana dek"
"emm iya mbak nanti Tata bakal bantu kak Ilham buat memahami materinya"
lagi-lagi Tata tidak mempunyai alasan untuk menolak mbak Nurul.
"sekarang mbak Nurul tinggal dulu ya, mbak Nurul harus segera pulang, pihak pesantren butuhin mbak Nurul"
"baik mbak"
kini Tata dan Ilham pun tinggal berdua di dalam ruangan tersebut.
"Ta minta nomernya hp dong, biar gampang nanti ketika aku mau tanya-tanya masalah materi"
__ADS_1
ilham mengulurkan ponselnya nya
Tata mengetik beberapa angka pada ponsel tersebut tanpa satu kata pun
"aku buru-buru mau ketemu seseorang, bahas materinya lain kali aja"
Tata berjalan menuju pintu keluar dengan berpamitan dengan ketus.
"lagi-lagi dia tidak menghiraukan ku"
Ilham berguman dengan penuh rasa kesal.
***
"halo kak, aku sudah selesai, bisa jemput di tempat biasa?"
Tata berbircara dengan seseorang melaui ponselnya.
...
"aduh pacarkuuu yang cantik.. maaf nunggu lama ya, barusan masih mampir ke pom bensin"
Tata hanya tersenyum
setelah 15 menit Tata menunggu di depan gang rupanya pacar Tata pun datang dengan menggodanya.
dijalan menuju Kost, Tata mengajak Dika untuk mampir ke toko kue untuk membeli kue ulang tahun.
***
sesampainya di kost Dika, Tata langsung membuka jilbabnya dan menyiapkan kue ulang tahun serta menyalakan lilinnya.
Tata mengucapkan selamat sambil men c*um pipi Dika.
"ini hadiah buat kamu"
Tata mengulurkan kado yang ia keluarkan dari tasnya.
"terima kasih beb"
Dika tersenyum dan langsung memeluk Tata.
"emmm kamu pakai parfum apa? harum banget"
Dika menelusuri leherTata.
"Ah.. geli tauuu jangan gituuu"
Tata menggeliat. namun Dika yang tau bahwa itu adalah salah satu area sensitif pun tersenyum melihat reaksi spontan pacarnya tersebut. bukannya berhenti tapi Dika malah berpindah mengendus serta mengulurkan l*dah nya perlahan pada telinga Tata.
"ahhhh"
sepontan Tata mengeluarkan suara yang membuat Dika semakin kehilangan arah
dengan cepatnya Dika mengec up lembut bibir Tata, ia mel* mat habis bibir Tata dengan penuh ga*r*h.
__ADS_1
tangan Dika yang begitu gesit memainkan telinga Tata dan membuat Tata semakin tak karuan, kini Tata hanya menikmati keadaan tersebut dengan mata terpejam dan sesekali menggeliatkan tubuh indahnya.
tiba-tiba tangan Dika yang awalnya berada di telinga Tata kini berpindah pada dada Tata, ia merem mas gundukan mungil milik Tata dengan semangat. sesekali tangan dika juga mencoba membuka kancing baju Tata. akhirnya Dika berhasil membuka satu kancing baju pacarnya tersebut dan ia pun menyelun d*pkan tangan kedalamnya. Dika meraba dan mencari benda kenyal tersebut lalu mem el*ntir pelan tonjolan kecil di dalamnya.
tiba-tiba Tata memberhentikan ci*mannya.
ia sangat kanget dengan aksi pacarnya sekarang yang mulai berani memegang kedua benda berharga miliknya.
"kak.. kenapa kakak pegang punyaku?"
protes Tata dengan kesal.
"tubuh kamu indah banget beb, aku jadi pengen lihat"
Dika mengungkapkan keinginannya tanpa ragu.
"lalu apa yang aku dapat setelah kakak dapetin apa yang kakak mau dari aku?"
"kamu mau apa sayang?? bilang aja.."
Dika mengeluarkan pertanyaan dengan halus dan mengelus pipi Tata.
Tata kebingungan untuk menjawab pertanyaan spontan Dika.
Sebagian baju Tata terbuka akibat perbuatan pacarnya itu
Dika yang tidak kuat melihat pemandangan tersebut langsung melenjutkan aksinya.
dengan cepat Dika membuka beberapa kancing baju Tata yang menghalanginya, sehingga kedua gundukan mungil Tata pun sudah tidak tertutupi oleh apapun.
Dika yang sedang dipenuhi hawa na *su langsung menyerang Tata. ia menguasai kedua area tersebut, satu mulut mengh* sap dan satu tangan merem mas.
tiba-tiba Tata mendorong Dika.
"kakak kenapa sih?"
ucap Tata kesal
"beb masak ga boleh aku n*k matin tubuh kamu sedikit aja? kamu kan pacar aku, lagian kita ga ngapa-ngapain cuma gini doang"
"bilang aja kamu minta apa pasti akan aku turuti"
sambung Dika.
Tata dengan keadaan baju berantakan hanya bisa terdiam tanpa kata.
kreekkk.. suara resleting terbuka membuat Tata terkaget.
Dika membuka celananya dan terlihat pusaka yang sedang mengeras mulai mengeluarkan cairan secara perlahan.
mata Tata terbelalak lebar melihat memandangan itu.
tiba-tiba tangan Dika meraih tangan Tata dan menempelkan pada adik kecil miliknya itu
"lakukan beb"
__ADS_1
Dika membisikkan kalimat tersebut dengan sensual di telinga Tata.
~bersambung