
Tu dua tiga empat lima enam tujuh delapan
dua dua tiga empat lima enam tujuh delapan
Disetiap hari Minggu akan ada rutinitas yang berbeda dengan hari hari lainnya.. seperti shalat Dhuha berjamaah, gotong royong membersihkan lingkungan pesantren (ro'an), majelis ilmu, dan juga senam..
kini semua santri putri berkumpul di halaman pondok putri untuk melakukan senam bersama,, mereka berbaris rapih dan lengkap dengan setelan baju olahraga nya.
"Mbak Tata tumben hari Minggu ada di pondok?"
"Ya kan kuliahnya libur Nis"
"biasanya juga walaupun libur Mbak Tata tetep keluar, alasannya ngerjain tugas atau apalah" Nisa melemparkan kalimat dengan nada sewot.
Memang terlihat aneh ketika seharian full Tata berada di dalam pondok pesantren, biasanya dia selalu menggunakan berbagai macam alasan untuk bisa keluar menghirup udara bebas tanpa aturan, tidak peduli tempat tujuan ia akan selalu menyempatkan diri untuk melanggar aturan.
Rupanya kejadian tempo hari membuat gadis semi nakal itu terkejut bahkan seperti sedikit trauma, ia menghindari komunikasi dengan pacarnya dan memilih tetap tinggal di pesantren seraya menenangkan diri.
.
.
.
Rupanya Tata sangat menikmati rentetan kegiatan penyembuhan yang ia ikuti di pondok. Itu semua hanya rutinitas bagi santri yang lain namun bagi Tata itu semua adalah penyembuhan.
***
23.40
Malam ini Tata mengikuti jamaah sholat malam lagi, rupanya ia mulai kecanduan.
"loh dek Tata mau jamaah sholat malam juga?" terdengar suara lembut Mbak Nurul menyapa dari belakang Tata saat ia menuju ke tempat jamaah.
"hehe iya mbak, masih baru nyoba" Tata menjawab dengan memamerkan sedikit gigi putihnya
"ayo bareng Mbak Nurul aja yuk" Mbak Nurul yang terlihat sendian mengajak Tata untuk berjalan bersama
sedari tadi Tata sedikit sadar bahwa ia sedang di lirik terus terusan dengan Mbak Nurul yang berada di sampingnya.. namun Tata tidak merasa terganggu, karena Mbak Nurul hanya melayangkan Tatapan biasa bukan tatapan intimidasi.
sepertinya Mbak Nurul sangat tertarik dengan Tata hingga ia mengamati Tata secara langsung.
.
.
__ADS_1
.
sepulang dari jamaah sholat malam mereka berdua mengobrol santai saat berjalan menuju pondok putri, beginilah beberapa obrolan yang mereka bicarakan.
"dek Tata pernah ikut jamaah sholat Dhuha ga?" lagi lagi Mbak Nurul yang memulai obrolan
"engga Mbak, soalnya ga wajib juga kan" Tata menjawab dengan santainya
"memang ga wajib sih dek, tapi coba deh dek Tata coba, bagi mahasiswa kayak kita masih banyak banget waktu luang buat ikut sholat Dhuha sebelum berangkat kuliah dek" Mbak Nurul mencoba meyakinkan Tata
"pagi ya mbak? emang di mana tempat jamaahnya Mbak?" Tata terlihat sangat tidak tau apa apa
"iya pagi dek, sekitar jam setengah 7.. nanti semua yang mau ikut jamaah sholat Dhuha bisa datang ke mushola pondok putri"
"dek Tata tau kan? ituloh mushola yang berada di depan kamar pengurus" Mbak Nurul melanjutkan kalimatnya..
"oh iya mbak Tata tau"
"besok pagi Mbak Nurul tunggu di sana ya?"
"baik Mbak Nurul" jawaban spontan Tata yang keluar karena rasa tidak enak untuk menolak ajakan Mbak Nurul.
.
.
.
kini Tata jarang sekali membolos dari pondok pesantren, ia selalu mengikuti kegiatan baik yang wajib atau yang tidak wajib (sunah).
bahkan Tata mulai rajin masuk di sekolah diniah nya.. namun di sana ia mulai kelimpungan, pelajaran yang ia pelajari mulai tidak bisa ia kejar.. hafalan mulai menumpuk, tafsir juga mulai berjalan.. awalnya semuanya baik baik saja, namun lama kelamaan tata merasa tidak sanggup. Tata mulai mengeluh dan menangis..
ketika bersama Nisa dan Mbak Nurul, Tata akan otomatis mode baik baik saja, karena dia malu jika harus mengeluh kepada mereka berdua.. bahkan Tata selalu berusaha mengejar ketertinggalannya dalam pelajaran diniahnya itu.
***
Terlihat di depan kelas sedang berdiri seorang wanita paruh baya yang sedang menjelaskan mata kuliah pagi ini, namun entah kenapa yang terdengar di telinga Tata hanya suara detak jam dinding, kini ia sangat tidak fokus.. banyak sesuatu yang sedang ia pikirkan..
"Tata ta.. tata.. " menggoyangkan lengan tangan Tata
"ada apa Mel?" Tata terlihat kaget
"kamu kenapa dari tadi bengong?"
"hah aku? "
__ADS_1
"iya kamu lah, siapa lagi.. bukannya dengerin dosen nerangin malah ngelamun"
Tata mulai mendengarkan materi yang dosen sampaikan. namun ternyata tidak ada yang masuk di kepalanya.
.
.
.
setelah jam kuliah selesai, Imelda mendatangi Tata yang duduk sendirian di bangku depan kelas.
"masih bengong aja nih?"
"hmmm" Tata hanya bisa menghembuskan nafasnya saja
"kamu ga mau balik ke pondok pesantren?" tanya Imelda singkat
"entar dulu deh, masih pusing banget aku mel"
"pusing kenapa? kamu sakit" memegang dahi Tata
"orang ga panas gitu" Imelda mengkecebikkan bibirnya
"pelajaran di pondok pesantren yang buat aku pusing Mel"
"hahaha ya namanya juga santri Ta" mengejek dengan tawa nakal
"kaya pengen kabur aku rasanya mel" Tata terlihat serius dengan perkataannya
"jangan kabur Ta, bisa bisa kamu di habisi nanti sama ibumu"
"bener juga sih Mel, tapi ga kuat aku lama lama"
"yaudah ayo main ke kost ku bentar Ta, nanti kalau udah hilang setresnya kamu bisa pulang lagi ke pesantren"
"emang boleh mel?"
"ya aku yang ngajak pasti boleh lah Ta"
mereka berdua pun menuju ke kost Imelda.
~bersambung.
🌸kira kira apa nih yang bakal mereka berdua lakuin di kost nantinya? ayok bantu jawab lewat kolom komentar..
__ADS_1
🌸tolong tinggalkan like dan komentar yang membangun supaya author semangat untuk terus menulis.. mohon dukungannya ya.. saranghae 💕