
Pagi di Canada Alexa dan Micel sampai di bandara. negara tersebut dikenal sebagai negara yang terkenal dengan keindahan alamnya. Mulai dari kehidupan rusa besar hingga beruang kutub, bisa ditemukan di Kanada.
Untuk pertama kalinya Alexa menginjak negara besar itu. Micel mengatakan kalau waktu kecil mereka selalu datang berlibur ke negara itu, namun Alexa tidak ingat. Mungkin saat itu ia masih sangat kecil hingga tidak mengingat nya.
"Ibu masih ingat rumah Tante Merina?"
Tanya Alexa pada Micel, kedua nya berjalan keluar dari bandara.
"Masih ingat sayang, semoga mereka masih tinggal di sana !"
Jawab Michel menggenggam tangan Alexa lalu menyetop taksi.
Michel tertegun mengingat percakapan nya dengan Yusuf perihal perceraian nya dengan Fernando.
"Demi Alexa kalian bercerai, lalu bagaimana keadaan mu jika mereka sudah bahagia sementara kamu sendiri tanpa suami !"
"Tak masalah. Aku percaya bahwa Dia benar mencintai ku maka ia akan datang kembali, tapi jika dia tidak maka aku akan lepas dengan ikhlas !"
Jawab nya membuat Yusuf tertegun merenungi kesiapan Michel menghadapi perpisahan nya dengan Fernando.
Bagi Micel kebahagiaan anak anak yang terpenting, ia tidak mau jika kejadian nya seperti Wiliam.
Usia nya hampir mencapai kepala tiga, namun karena permasalahan lalu membuat ia enggan mencari wanita lain. beberapa kali Micel menjodohkan Wiliam namun jawaban nya selalu tidak.
Dan Micel tidak ingin hal itu terjadi pada Alexa. Mereka berhak memilih jalan hidup masing-masing.
Tidak seharusnya Fernando membesar kan masalah hingga memilih perceraian.
Mungkin saja dengan Alexa bersama Fatih, ia lebih semangat mengejar cita-cita nya untuk menjadi seorang dokter.
*
Tak berapa lama mereka sampai di depan rumah alfat. Lekas kedua nya keluar dari mobil lalu menghampiri rumah bertingkat dua itu.
"Ibu yakin ini rumah nya ?"
Micel mengangguk lalu melangkah mendekati gerbang rumah tersebut.
Seorang satpam langsung menghampiri dan bertanya maksud kedatangan mereka.
Micel langsung mengatakan kalau mereka saudara Merina.
Gegas satpam memberi tahu alfat yang kebetulan belum berangkat ke kantor.
Alfat sendiri terkejut saat mendengar ada dua orang perempuan yang mencari Merina. Lekas alfat menghampiri kedua nya di luar.
"Michel ? Alexa ?"
Seru alfat tidak menyangka kalau keduanya datang.
"kak, kita datang....!"
Micel terpaku untuk mengatakan maksud nya ketika memindai wajah alfat tanpa ekspresi.
"Fatih di rumah sakit !"
Jawab alfat mengamati wajah Alexa tampak terkejut.
Ia juga heran karena sebelumnya tidak bisa menghubungi mereka.
"bang Fatih sakit ?"
__ADS_1
Tanya Alexa yang tidak mengetahui kalau Fatih mengalami kecelakaan saat hendak pergi ke bandara.
"Apa kalian tahu sesuatu ?"
Tanya alfat memindai wajah Micel, perempuan berusia empat puluh lima tahun itu menghela nafas panjang.
"Nanti ibu akan beri tahu sesuatu, sebaiknya kita ke rumah sakit saja. Alexa memang tidak tahu apa apa."
jawab Micel membuat Alexa semakin bingung.
"memang ada apa Bu ?"
tanya Alexa namun Micel bungkam.
"ya sudah sekarang kita ke rumah sakit saja. kebetulan saya mau pergi ke kantor !"
cakap alfat lalu melangkah menuju mobil yang terparkir di halaman rumah.
"Bang Fatih sakit ?"
Tanya Alexa pada alfat yang hendak membuka pintu mobil.
"Sudah sayang, nanti ibu beritahu kamu !"
jawab Michel lalu mengajak Alexa naik ke mobil.
Alexa menurut dan duduk dengan tenang meskipun sebenarnya ia gelisah tidak menentu dengan pertanyaan yang tidak mendapatkan jawaban.
"Bu ? Apa ibu tahu sesuatu ?"
Tanya Alexa memindai wajah sang ibu.
Jawab Micel lalu menoleh ke arah alfat.
"Kenapa Alexa tidak bisa menghubungi bang Fatih, om ?"
Tanya Alexa pada alfat.
"Om juga tidak bisa menghubungi kalian untuk memberitahu keadaan Fatih !"
Jawab alfat membuat Alexa tertegun semakin tidak mengerti.
Tak berapa lama mereka sampai di rumah sakit bertingkat.
Alexa menatap beberapa tingkatan gedung bercat warna putih itu.
"Ayo kita masuk !"
ajak alfat dan di anggukan oleh Alexa.
"Bang Fatih sakit apa Bu ?"
Tanya Alexa sambil berjalan di koridor rumah sakit.
"Fatih mengalami kecelakaan !"
Jawab alfat membuat langkah Alexa terhenti sejenak.
"Apa ibu tahu soal itu ?"
Tanya Alexa menoleh ke Micel.
__ADS_1
"kemarin sebelum berangkat, ayolah Alexa cepat !"
Ajak Micel agar Alexa kembali berjalan.
"ayo masuk !"
Ucap alfat membuat Merina menoleh ke arah pintu yang terbuka.
Alexa melangkah dengan ragu, jantung nya berdegup kencang memasuki ruangan dimana Fatih berbaring tidak sadarkan diri.
Merina tidak menduga kalau mereka akan datang, dan Alexa mematung menatap wajah suami nya yang pucat pasi.
Alexa langsung menangis kemudian lekas Micel merengkuh nya.
"kenapa Alexa enggak tahu kalau bang Fatih ?"
Tanya Alexa terbata sambil terisak.
Jika melihat seperti itu Merina menyakini bahwa Alexa juga mencintai putera nya.
"Duduk lah kemari, akan ibu cerita kan pada kalian !"
Ajak Merina meraih tangan Alexa.
Alexa masih menatap Fatih dengan wajah sendu, Perasaan nya hancur melihat orang yang ia cintai tidak berdaya di ranjang rumah sakit.
Selama ini ia menunggu kedatangan Fatih, dan ternyata suami nya itu mengalami kecelakaan.
Namun aneh nya kenapa mereka tidak bisa berkomunikasi ?
"Astaga, kenapa sampai seperti itu ? Kenapa ibu enggak beritahu Alexa sejak awal ?"
"Ibu khawatir kamu cemas, keadaan Fatih sudah membaik kan kak ?"
Merina mengangguk kecil.
Alexa menghampiri Fatih lalu duduk di hadapannya, Ia menggenggam tangan Fatih yang dingin dengan tangan nya yang hangat.
Berharap kalau Fatih bisa merasakan keberadaan nya dan bisa cepat sadar dari tidur panjang nya.
"Bang, Alexa sudah datang. Ayo bangun !"
Cakap Alexa sambil terisak menatap beberapa alat terpasang pada tubuh suami nya itu.
Kenyataan ini begitu menyakitkan, namun Alexa mencoba untuk berdamai dan percaya bahwa semua sudah menjadi rencana Tuhan.
"Bang Fatih. Alexa sangat rindu. Tidak apa-apa bang Alexa yang datang mencari mu, Alexa tidak marah karena kamu sudah membuat Alexa lama menunggu. Sekarang ayo bangun bang !"
Ujar Alexa kemudian mencium kening Fatih.
Ketiga nya tertegun melihat interaksi Alexa dengan Fatih. Waktu satu bulan cukup membuat kedua nya dekat hingga jatuh cinta.
Merina sendiri tidak akan melarang jika keberadaan Alexa membuat putra nya bahagia, mungkin kedatangan Alexa bisa membuat Fatih sadar. Merina yakin dengan kekuatan cinta. Tidak menjadi masalah menikah dengan sepupu karena semesta sendiri lah yang membuat mereka dekat. Merina tak akan memberi tahu Micel yang sebenarnya meskipun sekarang Alisa dan Yudhoyono mengetahui hal itu, namun tidak dengan Micel.
Biarlah keadaan tetap menganggap bahwa Alexa sudah menikah dengan saudara sepupunya.
"Maafkan mas Fernando kak, untuk kedepannya Alexa akan berada di dekat Fatih !"
Merina tentu nya tidak akan menyangka jika Micel dan Fernando sampai bercerai.
Bersambung...
__ADS_1