
Beberapa waktu berlalu..
Kondisi Adzkia semakin membaik pasca pencakokan sum sum tulang belakang waktu itu. Yudhoyono senang karena putri nya bisa sembuh. Meskipun belum benar benar seratus persen tapi keadaan nya sudah lebih baik.
Sementara itu Alexa menjalani hari hari nya seperti biasa, membiarkan Fatih yang masih belum mengingat nya. Alexa merasa lega karena sang ayah dan ibu akhirnya kembali rujuk.
Namun keduanya bingung karena harus kembali ke Jerman, sedangkan Alexa? Jujur saja mereka khawatir dengan putri nya itu, apalagi Fatih masih belum mengingat apapun tentang Alexa.
"lalu bagaimana?" tanya Micel tertegun memikirkan putri nya.
Alexa mengatakan bahwa mereka memang bersama, tapi keduanya berbicara seperlunya saja. Fatih malah sering menghubungi Adzkia.
"Kita ajak Alexa pulang saja ke Jerman. Biar nanti Fatih mendatangi Alexa jika ia sudah mengingat semua nya. Yang terpenting saat ini adalah kuliah nya !" Ujar Fernando membuat Micel tertegun. Mana bisa seperti itu?
"Ya sudah nanti kita bicarakan dengan Alexa..." jawab Micel lalu beranjak dari ranjang.
***
pagi ini Alexa membantu Merina menyiapkan sarapan untuk mereka, Fatih turun dari tangga lalu duduk di kursi meja makan.
"Mau apa ?" tanya Alexa menoleh ke arah Fatih.
"Abang....!" seru seseorang membuat Alexa dan Fatih menoleh seketika.
Adzkia...
Perempuan berlesung pipi itu tersenyum menghampiri Fatih yang duduk di kursi makan. Terdengar Yudhoyono dan alfat tengah berbicara di ruang tamu.
__ADS_1
"Kamu udah sehat ?" tanya Fatih mengulas senyum.
"Udah dong, aku mau tinggal di sini boleh enggak Bu ?" tanya Adzkia lalu menoleh ke arah Merina.
"boleh lah, kamu mau dekat sama Abang?" tanya Fatih membuat Kia terkekeh kecil.
Alexa tidak tahu kalau Fatih juga sering melihat keadaan kia di rumah sakit jika ia pergi kuliah. pantas lah mereka begitu akrab.
Alexa melengos pergi meninggalkan mereka berdua. Ia kembali membantu Merina di dapur.
"kamu jangan marah ya, mereka kan kakak beradik !" ujar Merina membuat Alexa tertegun.
Apa yang di katakan oleh Merina memang benar, tapi pernah ada rasa cinta pada kedua insan itu. Mereka memang bersaudara namun lihat lah tatapan kia sangat berbeda dan sarat akan makna.
"Ya sudah Alexa berangkat ke kampus dulu !" Cetus Alexa lalu pergi tanpa berpamitan karena Fatih juga terlihat sedang asyik dengan Kia.
"Kamu yakin mau tetap bertahan dengan Fatih ? Ayah dan ibu sudah rujuk. Kita pulang saja ke Jerman nak. Kita tunggu sampai ingatan Fatih pulih !" ujar Fernando terngiang di telinga nya.
Apa ia harus pergi dulu agar Fatih merasa kan seberapa berharga nya ia dalam kehidupan nya?
Alexa merasa lelah karena berjuang sendiri, Fatih memang tidak lagi bersikap dingin. Namun akhir akhir ini ia asyik dengan kia. Mereka memang bersaudara tapi keduanya pernah saling menginginkan. Apa salah jika ia cemburu ?
seorang pria duduk di samping nya lalu mengambil sandwich milik Alexa yang tinggal dua.
"Hei...!" Alexa menoleh dan mendapati Denis terkekeh kecil di samping nya.
"Aku lapar. Enggak sempat sarapan Alexa. lagian kamu ngelamun terus ?!" ujar Denis kembali terkekeh membuat Alexa cemberut.
__ADS_1
Alexa tertegun mengingat kebersamaan mereka sebelum ia mengenal Fatih.
tak ada kesedihan seperti saat ini, dulu hanya memikirkan main dan kumpul dengan teman tanpa beban, tapi setelah mengenal Fatih rasa nya random dan membuat penat.
"pulang dari sini aku mau lihat kucing anggora, mau ikut enggak?
Si Momo biar ada teman nya!"
ujar Denis membuat Alexa menoleh seketika sambil mengingat kucing kesayangan mereka.
"Emang kamu bawa Momo ke sini ?" tanya Alexa memindai wajah Denis.
"ya lah kasian kalau aku tinggal di sana enggak ada yang ngurusin !"
jawab Denis lalu beranjak setelah mengambil satu Sandwich lagi.
dan Alexa hanya tertegun karena sandwich nya habis oleh Denis.
"Aku tunggu kamu nanti di depan kelas ya!" ujar Denis lalu pergi meninggalkan Alexa sendiri.
Denis mendengar nasihat seseorang bahwa perempuan itu paling tidak suka di paksa, dekati ia perlahan lahan hingga ia memberikan celah, saat itulah Kita masuk untuk kembali meraih hati nya.
Dan Denis coba menjalankan misi itu, tidak ada yang tahu tentang hati. mungkin saja Alexa bisa berubah seperti dulu, seperti saat kedua tangan itu tidak ingin terpisah.
Sedangkan Alexa tidak bergeming di tempat nya...
Bersambung.
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir.
mampir juga ke Novel author yang lain ya 😍