Menikah Dengan Sepupuku.

Menikah Dengan Sepupuku.
tak kunjung hamil.


__ADS_3

Waktu terus berjalan, Keadaan Fatih sudah membaik dan pulih seperti sebelumnya, hingga ia kini bisa kembali bekerja di sebuah perusahaan milik sahabat Yudhoyono yang beradab di Jerman. namun keduanya tidak pernah membahas tentang ingatan Fatih, Alexa yakin kalau Fatih memang sudah mengingat nya meskipun Fatih tidak mengatakan hal itu pada nya.


Alexa juga fokus pada kuliah nya, dan hal itu membuat Fernando senang.


Bulan berlalu hingga akhir nya Alexa merenungi kehidupan nya bersama Fatih.


"Mengapa ia tidak kunjung hamil ?"


Pikir Alexa sendiri. Padahal ia tidak menggunakan pengaman atau obat penunda kehamilan, tapi beberapa bulan ini ia mendapatkan tamu bulanan seperti biasanya.


Alexa menoleh ke arah pintu yang terbuka, terlihat Fatih masuk ke dalam rumah bersama kia.


"Halo sayang...!" Sapa Fatih menghampiri lalu mencium kening nya.


"Kalian dari mana ?" tanya Alexa memperhatikan Kia yang duduk santai di sofa.


"enggak dari mana-mana, kita ketemu di depan aja. Katanya kia ada janji dengan dokter Dava." Jawab Fatih lalu membuka sepatu nya.


"janji...?" Tanya Alexa mengerut kan kening nya. Jujur saja ia tidak paham, Dokter Dava juga mengatakan kalau esok ia akan kembali ke Indonesia. Tanpa Alexa tahu keduanya menjalin kedekatan. semua berawal dari kia yang selalu konsultasi dengan Dava mengenai kesehatan nya, lama kelamaan akhirnya mereka dekat dan obrolan pun mengarah ke hal pribadi.


"Ya, sebentar lagi dia jemput. Besok aku mau pulang ke Indonesia sama ayah. Capek juga sih bolak balik Jerman terus, akhirnya.....!"


Kia menghentikan ucapan nya lalu memindai wajah Alexa yang tengah menunggu nya melanjutkan bicara.


"Akhirnya apa !?"


tanya Alexa penasaran.


"akhirnya aku dan Dava memutuskan untuk pulang ke Indonesia, dia juga sudah selesai kan pekerjaan nya di sini. Jadi kalau dia di jakarta aku enggak perlu bolak-balik Jerman." jawab kia masih menyembunyikan kedekatan mereka.


Alexa mengangguk lalu Fatih mengajaknya masuk ke dalam kamar.


"Abang mandi dulu !"


"hum, dokter Dava sudah di bawah. Kia langsung ke bawah aja !" tukas kia lalu bangkit lalu pergi meninggalkan apartemen Itu, tinggal Alexa yang termangu melihat kia hilang di balik pintu.

__ADS_1


"Sudah sayang, ayo kita masuk !" Ajak Fatih meraih tangan istrinya itu.


"hum, mereka ada hubungan ?" tanya Alexa melangkah masuk ke dalam kamar.


"Mungkin, Abang tidak tahu Alexa. Biarkan saja, kita tidak usah memikirkan mereka, kamu enggak cemburu kan ?" tanya Fatih membuat Alexa mendelik.


"Mana mungkin cemburu, tapi herannya sekarang tuh dokter Dava seperti menjauhi Alexa !"


"Itu bagus sayang, berarti ia sadar karena kamu sudah menikah, jadi ia menjaga jarak !"


Ucap Fatih lalu mengajak Alexa masuk ke dalam kamar mandi.


"Abang, Alexa sudah mandi. Alexa keluar siapkan makanan untuk kita ya !"


"siap nyonya !" jawab Fatih membuat bibir Alexa tersungging senyuman.


lekas Alexa keluar hendak membuat makanan untuk mereka berdua.


***


Kia tak tahu kalau sebelumnya Dava menaruh hati pada Alexa, namun cepat Dava mengikis rasa itu saat tahu kalau Alexa kembali pada Fatih.


apa yang hendak ia harapkan lagi, sedangkan Alexa begitu mencintai Fatih.


Begitu juga dengan kia, seseorang ia harapkan ternyata kakak kandung nya, tak ada harapan atau kesempatan untuk bersama meskipun ia begitu ingin.


Kia mencoba melenyapkan harapan itu dan berubah haluan demi masa depannya, Apa lagi yang ia harapkan dari seseorang kakak ?


Kia melihat Dava baik dan juga hangat, mereka juga punya banyak kesamaan dari hobi dan makanan kesukaan.


Yudhoyono juga tidak mempermasalahkan kedekatan mereka, ia justru senang karena tahu kalau Dava adalah pria yang baik. Dan mungkin saja keduanya berjodoh.


Dan tanpa Yudhoyono tahu mereka berdua berencana untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius, hingga keduanya memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Dava ingin mengenalkan kia pada orang tua nya.


*

__ADS_1


Malam...


Alexa menatap laptopnya dengan serius, akhir akhir ini banyak sekali tugas nya. Dan Dava tidak bisa membantu lagi karena ia hendak pulang besok.


Fatih memperhatikan Alexa yang menghela nafas berat kemudian menelungkup kan wajah nya di meja.


"sayang, kamu kenapa ?" tanya Fatih memeluk Alexa dari belakang.


"Tugas nya banyak dan harus di kumpulkan lusa, sedangkan satu pun belum selesai. Dokter Dava juga sudah tidak bisa membantu, dia bilang mau pulang ke Indonesia."


jawab Alexa lalu mendekap erat tubuh Fatih yang hangat.


"Ya sudah kita kerumah ibu mu saja, di sana kan ada ayah. Dia pasti bisa membantu kamu sayang !" cakap Fatih dan di anggukan oleh Alexa.


Ia masih mendekap erat tubuh Fatih lalu mendongak menatap wajah suami nya itu.


"hum, bang.... Alexa kok enggak hamil hamil ya." tukas Alexa membuat Fatih tertegun sejenak lalu terkekeh kecil.


"emang kamu mau hamil ? Ayah kan minta kita untuk menunda nya sampai kamu jadi dokter !"


Jawab Fatih lalu menyatukan hidung kedua nya lalu meraup bibir Alexa yang ranum dengan singkat.


"kamu pakai pengaman bang ?" tanya Alexa penasaran.


"enggak sayang, tapi ya sudahlah. Mungkin tuhan menunda nya hingga kita benar benar siap. Kamu jangan terlalu memikirkan hal itu, fokus saja dengan kuliah mu sayang. Abang juga tidak ingin menuntut hingga hal itu menjadi beban untuk kamu, intinya tuhan tahu kapan waktu yang tepat untuk kita memiliki momongan." cakap Fatih membuat Alexa tertegun sejenak.


"ya sudah sayang, ayo kita pergi ke rumah ayah mu..." Ajak Fatih lalu membantu Alexa beranjak.


"Kamu tidak apa apa bang, kalau kita menundanya sampai Alexa jadi dokter !"


"enggak apa apa, yang terpenting kita selalu bersama. Soal anak kita serahkan saja pada Allah SWT." jawab Fatih lalu mendekap tubuh Alexa yang berdiri di samping nya.


Bersambung...


Happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2