
Kalia datang dengan wajah sedikit ditekuk. Sungguh waktu cutinya masih tiga hari lagi. Ia belum menikmati liburannya sama sekali.
Padahal selama ini. Ia tidak pernah ambil cuti, di karenakan ia terus mengikuti tour modeling atasannya.
Kania Angelina adalah seorang model papan atas. usianya juga masih belia. Baru menginjak 25 tahun. kiprahnya dalam dunia modeling sangat sukses.
Kalia datang membawa ponsel terbaru dan limited edition yang Kania inginkan.
Melihat ponsel baru nya yang sangat cantik, membuat ia tersenyum.
"Bagus sekali. Apa ini Ipxhone terbaru itu?" tanya Kania dengan wajah berseri.
"Iya. Itu Ipxhone 1.22 e purpel gold. Hanya ada tiga puluh unit saja. Kita harus punya deposit ratusan juta untuk bisa mendapat ponsel itu," jelas Kalia dengan jumawa.
"Aku tak perduli. Oh, ya. masukan semua SIM card dan atur ponsel itu. Mana data yang kupinta kemarin!" titahnya sombong sambil memberikan ponselnya pada Kalia.
Kalia mengambil tas ranselnya. Gadis itu mengambil map berwarna coklat dan menyerahkan pada Kania dan mengambil ponsel baru Kania.
Kalia pun berdiri mencari ponsel lama Kiana. Yah, itulah Kiana. Ia tak ambil pusing dengan apa yang dikerjakan oleh bawahannya. Jika ia menyuruh. Maka semua usaha harus dilakukan oleh Kalia.
Kalia mendapat ponsel atasannya di atas nakas dalam kamar Kania.
"Brengs*k!"
Brak!
__ADS_1
Map dilempar ke lantai, hingga berhamburan semua kertas yang menjadi isi map tersebut.
Kalia hanya diam. Ia melanjutkan pekerjaannya. Memasukan SIM card dalam ponsel baru Kania dan mengaturnya.
"Apa itu semuanya benar!" teriak Kania.
"Ya ... itu benar. Almira Primastuti. Wanita 24 tahun. Lulusan universitas ternama dengan predikat semi cumlaude. Pemegang sabuk putih ban dua pencak silat," jelas Kalia datar.
Kania berkacak pinggang. Ia jauh level di bawah wanita yang menjadi istri pria pujaannya itu.
Ya, Kania hanya bisa berlenggok di atas catwalk. Kemapuan bahasa Inggris nya juga tidak begitu bagus. Ia sering memakai Kalia sebagai penterjemah. Maka itu, ia membayar mahal gadis yang menjadi bawahannya itu.
"Coba ... mana tadi fotonya?!" titah Kania sambil menengadahkan tangannya.
Kalia mengambil foto yang terselip di antara kertas yang berserak. Setelah merapikan kertas, ia mengambilnya lalu menyerahkan foto yang diminta.
"Cantik!"
Kania mengakui kecantikan Almira. Tiba-tiba ia meremas foto itu.
"Akan kubuat perhitungan dengan gadis itu!" sungutnya mengancam.
sebuah seringai sinis terpatri di wajahnya yang cantik.
"Aku pastikan. Bahwa hanya aku yang pantas menjadi nyonya besar Laksono!" ucapnya penuh keangkuhan.
__ADS_1
"Bersiaplah Almira!"
Kania lagi-lagi tersenyum sinis. di otaknya terbesit rencana-rencana jahat untuk melukai Almira.
Sedangkan di tempat lain. Almira yang tengah menulis laporan tiba-tiba bersin.
"Ah ... siapa yang tengah membicarakan ku ?!' ujarnya bermonolog.
Almira mengusap hidungnya yang gatal. Tiba-tiba, ponselnya berdering cukup keras.
Almira tersentak kaget. Ia lupa mengecilkan volume pada ponselnya. Dengan buru-buru, ia langsung mengangkatnya.
"Assalamualaikum?!"
"Wa'alaikum salam," sebuah suara yang Almira kenali menyahut dari ujung telepon.
"Sayang ... waktunya makan siang. Aku tunggu kau di lobby ya. Kita makan di luar!' sebuah perintah tegas yang harus dituruti Almira.
"Baik suamiku. Aku akan segera datang," ujar Almira langsung menyimpan data-data yang tadi ditulisnya.
Setelah data tersimpan, Almira mematikan komputernya. Kemudian setengah berlari ia pergi menuju lobby. Di mana suaminya telah menunggu.
bersambung.
duh maaf ya baru update. maklum super sibuk.
__ADS_1
boleh di like, love and vote. komentar juga gpp kok. makasih.