
Srak srakk suara horden yang memecah keheningan dan perlahan cahaya mentari masuk kedalam menerangi ruangan.
Hemm ahh lembut sekali tanganku meraba kasur yg ku tiduri, perlahan aku membuka mata dan kulihat ada seorang pria berpakaian baju putih yang tipis sehingga memperlihatkan bentuk tubuhnya yang indah.
Sambil membuka mata
"Ah sangat tampan ingin sekali aku memakanmu."kata ku dalam hati
"Hem sudah bangun?"ucap V dengan nada dingin
Apa, dengan sigap aku langsung duduk ditempat tidur
"kau!..kau sedang apa dikamar ku? dasar cabul."kata ku dengan marah
"kamar mu? Heh ini adalah rumahku!" ucapnya marah.
"Rumah mu?"melihat sekeliling.
"sudah puas lihat lihatnya, ayo turun aku sudah menyiapkan makanan."
"i.. iya.."jawab ku
"jadi kapan kau akan pergi dari sini?" kata V dengan nada dingin
"uhuk..uhuk apa."kagetku
"apa kau tuli? kapan kau akan pergi dari rumahku! "jawabnya
"akh..akhh perut ku sakit."memulai drama lagi.
"Hentikan itu! aku tau kau hanya berpura pura." sambil memberikan sebuah surat.
"uhuk.. apa ini."tanya ku
"itu hasil pemeriksaan dokter. Jadi kau tidak perlu berpura pura lagi, dan cepat pergi dari sini."
"hei! apa kau membawaku kerumah sakit? "
"aku tidak membawa mu kerumah sakit, aku menyuruh dokter kemari untuk memeriksa mu."
Gawat kalau aku pergi dari sini aku tidak dapat tempat tinggal. Hape dan Atm ku pun masih belum ada kabar, haduhh aku harus bagaimana?
"T..tuan aku mohon biarlah aku tinggal disini sebentar lagi. Setidaknya sampai ada informasi tentang Atm ku, kumohon tuan kau adalah orang paling tampan yang pernah kutemui."
"Aku tidak bisa menampung orang bodoh! pergilah dari sini!"
"Tuan..bagaimana kalau aku bekerja disini. Aku bisa membersihkan rumah."
__ADS_1
"Tidak! aku bisa melakukannya sendiri."
Huh dia sangat arogan dia pikir dia siapa,beraninya menolak gadis cantik sepertiku. Huhh sudahlah terima nasib saja.
"Krakk! "terdengar seperti sesuatu yang pecah, perlahan aku melihat kebelakang.Dan ternyata itu adalah vas yg pecah.
"suara apa itu."ucap V menuju kemari.
Huh matilah aku bagaimana ini vas ini pasti mahal.
"Gadis bodoh apa yg sedang kau lakukan?"sambil melihat ke arah vas
"Tuan aku bisa ganti rugi."ucapku dengan nada kaku."
Duduk Dikursi Dengan Suasan Hening Mencekam
"Kau! apakah kau tau berapa harga vas itu?"
"saya tidak tau tuan."jawabku sambil menundukan kepala
"Harga vas itu adalah 15 Dollar Amerika yang berarti 217.920,75Rupiah."
Glek sambil menelan ludah membayangkan betapa banyak uang itu.
"217.920,75Rupiah itu sama saja dengan setengah dari isi Atm ku." kataku dalam hati
"Hei bukankah itu telalu kejam! apa kau tidak punya hati! "
"Baiklah kalau bagitu bayar sekarang!
"a aku.. "
"Tidak bisa bayar! tapi masih berani membentakku dan berkata aku kejam?"
"huh sudahlah cepat bereskan ini mulai sekarang kau bekerja disini! "
Sial sekarang aku malah jadi pembantu yang tidak medapat gaji. Huh lihat saja ketika Atm ku kembali, lihat bagaimana aku membalasmu nanti.
Menjelang Sore
"Huh lelah sekali rumah ini tidak terlalu besar tapi kenapa aku sangat lelah! hah V..! dasar pria kurang ajar, aku akan membalasmu suatu hari nanti"
"huh lebih baik aku istirahat dulu huh..sofa ini sangat nyaman.. "
krak....suara pintu terbuka.
"aku pulang! dimana gadis bodoh itu..? huh dia tertidur pulas di sofa" sambil mendekat
__ADS_1
"Heh ternyata dia manis juga kalau sedang tidur."
"Huh kau sudah pulang?"pelahan membuka mata.
langsung berdiri
"i..iya aku sudah pulang! hei kenapa kau tidur disini apa pekerjaan mu sudah selesai!"
"Haiss kau ini cerewet sekali! aku sudah menyelesaikan semuanya. Hoamm kau mandilah aku akan menyiapkan makanan."
"Emm supnya sudah jadi sekarang tinggal buat kimchinya"
Beberapa Menit kemudian
"Tuan...makan malam anda sudah siap"
"iya aku turun sekarang." menuju meja makan.
"Hem terlihat enak."mencicipi makanannya
"wah kau pintar masak juga ya? "
"heh tentu saja"Merasa sombong
Selesai Makan Malam
"Huh segarnya habis mandi" memakai baju
"ini kertas apa?" mengambil dari koper
"ini adalah surat Internship. Aku harus pergi ke RS besok, huh aku harus meminta izin dulu dengan tuan."
Kemana tuan dikamarnya tidak ada. Huh itu dia, sepertinya dia sedang menikamati angin malam.
"Tuan.."medekati
"Huh ada apa?"menegok kebelakang
"Emm bolehkah aku minta izin untuk keluar besok! "
"Ya..besok aku juga ada urusan jadi kunci rumah kau saja yang bawa.
"Baiklah terimakasih."
"Tuan..Apa kau menyukai langit malam?
"Iya aku selalu keluar untuk melihat indahnya bintang, Karna setelah itu beban ku terasa berkurang."memandangi bintang
__ADS_1
Hemm ternyata tuan sangat lembut,hembusan angin yang menerpa rambutnya dengan lembut membuatnya terlihat sangat tampan. Huh beruntungnya aku bisa menikmati pemandangan menakjubkan ini.