
Jam sudah menunjuk pukul 10 pagi namun aku dan V masih terlelap dalam mimpi kami masing masing ,dan akhirnya jam alarm pun berbunyi membuat V terbangun dari alam bawah sadar nya.
"tring...tring... "suara jam alarm.
V pun terbangun melihat ke arah suara yg menggangu tidurnya.
"Hemm...Sudah Pagi ternyata Hoamm" ucapnya mematikan alarm.
"Aku masih mengantuk aku akan tidur lima menit lagi (kembali tidur).
V pun kembali tidur dengan memeluk sesuatu seperti tubuh manusia.
"Hem, bantal ini sungguh nyaman" V semakin mendekapkan wajah ku ke dalam pelukannya.
V meraba kepala ku dan terasa seperti menyentuh sesuatu yg lembut dan panjang.
"Hem...apa ini?(tangan V mengelus elus rambutku.)
V membuka matanya dan melihat apa yg sedang dipeluknya.
"Huh..Kenapa bantal ku terlihat seperti savi?" ucap V lalu melihat ke arah langit langit, dan bertanya kenapa bantalnya mirip denganku.
"Savi? hmm" Melihat ke wajahku.
"Apa savi?"
"Aaa..h... Panda apa yg kau lakukan disini huh?" teriak V yg sadar bahwa yg dipeluknya itu bukan bantalnya melainkan aku.V pun melepaskan pelukannya dan menjauh dariku yg tengah tidur terlelap.
"Mm...Tuan.. ini masih pagi tolong jangan berteriak dan biarkan aku tidur, aku masih mengantuk" ucap ku yg masih setengah sadar dan belum menyadari apapun.
"Bangun panda bodoh apa yg kau lakukan dikamar ku?"
"Mm... biarkan aku tidur beberapa menit lagi."(merubah posisi tidur).
"Kubilang bangun panda bodoh" V yg kesal dan memukul ku dengan bantal.
"Akhh...apa yg...?"aku bangun dan melihat ke arah V.
"Aa...hh....."Aku langsung berteriak.
"Berhenti berteriak bodoh. Apa yg kau lakukan dikamar ku."
"Yaa...seharusnya aku yg bertanya seperti itu pada mu. Kim Taehyung....(membentak) apa kau sudah gila Huh?"
"Kamarmu?!! (menjentik jidatku) buka matamu dan lihat baik baik, apa ini terlihat seperti kamar mu?"
"Huh..?"(melihat sekeliling).
"Benar juga ini bukan kamar ku melainkan kamar Taehyung, tapi apa yg kulakukan dikamar taehyung?" bantinku.
"Sudah selesai melihat lihatnya Huh?"
"Hah..(melihat V) ? emm..(menundukan kepala)"
__ADS_1
"Kau...wanita mesum apa yang kau lakukan dikamar ku huh?"
"Mmm...Tuan sebenarnya tadi malam aku tidak bisa tidur, aku mencoba untuk berjalan jalan agar bisa terlelap lalu aku salah masuk ruangan ku kira ini kamar ku."
"Cih...Jangan berbohong panda!" tegasnya.
"Sungguh tuan aku tidak berbohong, apa kau ingat saat kau menakutiku menggunakan topeng hantu semenjak kejadian itu aku tidak bisa tidur." Jelasku.
"Hmm benar juga apa yg dia katakan. Sepertinya dia tidak berbohong, saat itu dia sampai menangis ketakutan." Batin V.
"Baiklah aku memaafkanmu, sekarang keluar dari sini dan buatkan aku sarapan." ucap V turun dari tempat tidur.
"Cihh....dasar arogan sialan, aku akan mengerjaimu sekarang."Batin ku.
"Ahh.....(mulai berteriak) ull..ar.. ad ular...!!"
"Huh!! dimana panda, dimana ularnya(melihat kebawah)."
"I...itu tuan dibawah situ(menunjuk ke arah kaki V)."
"Ahhh.....mana mana ularnya(menaiki tempat tidur)"
"Kita harus telfon pemadam kebakaran sekarang dimana telfonnya (mencari telfonnya).
"hahaha, tuan aku hanya mengerjaimu kau jangan panik tuan hahaha." ucapku tertawa bahagia.
"Aapa jadi tidak ad ular?"tanya V
"Tidak ad hahaha."balas ku sambil tertawa.
"haha(sedikit tertawa).Maaf tuan."
"Kau fikir itu lucu? lihat aku akan membalasmu (mulai bergerak ke arah ku)"
"Aapa yg kau lakukan tuan?"
Aku kaget ketika V yg tiba tiba ingin menangkap ku, aku reflek ingin pergi dari tempat tidur namun tangan V berhasil meraih tanganku.
"Dapat!! kau mau kemana panda aku akan membalas mu."
"L..lepaskan tangan ku(meronta)"
V menangkap tangan ku dan diapun kehilangan keseimbangan lalu menimpah tubuh ku. Kami berdua terdiam sejenak menatap satu sama lain.
Aku binggung apa yg harus kulakukan saat situasi seperti ini,seperti punya pikiran sendiri tanpa sadar kaki pun reflek menendang sesutu yg sangat sensitif milik V.
"Ahhh(meronta dan tanpa sengaja menendang aset berharga V. "
"Akhh....apa yg kau lakukan bodoh."
V merintih nyeri, menurunkan tubuh nya dariku.
"auh..auh apa yg kaulakukan panda(memegang asetnya) ucap V penuh penekanan.
__ADS_1
Aku yg sudah tau melakukan kesalahan besar, langsung lari setelah V menurunkan tubuhnya dariku.
"M..maaf tuan...aku tidak sengaja." ucap ku sambil lari meninggalkan V.
Aku berlari ke kamar ku dan menutup pintunya.
"Huh..huh.."menyentuh dadaku dan merasakan detakan jantung yg sangat cepat.
"Bodoh...Savi bodoh apa yg kau lakukan, habislah aku, apa dia akan membunuhku?"
Dikamar V
"Tuhan....aku harap adik kecil ku baik baik saja, Huh dasar panda sialan aku membunuhmu kalau terjadi apa apa pada adikku."
setelah beberapa menit aku memberanikan diri untuk keluar dan memasak sarapan Pagi.
"Huh..sebaiknya aku memasak sarapan mungkin setelah ini dia tidak akan marah."
Skip memasak.
"sarapan sudah siap, kenapa V belum turun juga atau jangan jangan asetnya pecah karna aku menendangnya terlalu kuat matilah aku"
"Tuhan kumohon agar asetnya baik baik saja aku tidak mau bertanggung jawab jika dia mandul huuu" kataku berdoa pada Tuhan.
"Apa yg kau katakan panda?"
"Hah?(menoleh kebelakang)"
Saat aku berbicara pada Tuhan tiba tiba V datang menuruni tangga.
"T... tuan apa kau baik baik saja?"
"Aku tidak tau pasti tapi sepertinya ini akan baik baik saja" ucap V yg kesal.
"M..maafkan aku tuan, tadi aku reflek dan tidak sengaja mene.....(tiba tiba berhenti)."
"Cukup!! jangan bahas itu lagi sekarang aku mau makan buatkan aku nasinya." ucap V yg ingin duduk di kursi makan.
"Baik tuan."
Skip selesai sarapan.
Weekend seharusnya adalah hari dimana seseorang bisa bersantai, liburan dan bermalas malasan dirumah. Tapi tidak dengan ku.
"Akhh Siall....kenapa aku harus jadi pembantu dirumah Ini, ini adalah hari liburku di cafee dan magang. seharusnya aku menikmati liburan ku(mengepel lantai)" gerutu kesal.
"Berhenti mengeluh dan bersihkan semuanya."
ucap V yg tenggah duduk santai disofa menikmati cemilannya, seraya terus memperhatikan ku seperti menonton acara kesukaanya.
"Huh tuan apa kau dendam padaku huh, aku sudah mengepel ini 4 kali!!"
"Tidak ad kata dendam di kamusku, lantainya belum bersih karna itu aku menyuruhmu mengepelnya lagi,"
__ADS_1
"Huh, dasar sialan. Tuhan aku menarik kata kataku tadi, seharusnya aku menendangnya lebih kuat agar dia langsung mati." batin ku seraya mengepel dengan kesal.
"Cih kata dendam adalah kata pertama yg ad dikamus ku, lihat saja Panda aku pasti membuat mu membayar apa yg sudah kau lakukan pada adik kecil ku."Batin V.