
Dirumah
"Huh hari ini sungguh melelahkan."sambil berjalan ke kamar.
"Wah ternyata berendam dengan air hangat sangat nyaman. Semua lelahku hilang."
pergi keluar kamar dengan hanya memakai handuk.
"Krakk" suara pintu terbuka.
"Aku pulang!"
"Huh apa tidak ad orang dirumah, sepertinya gadis itu belum pulang?"
"Sudah hampir malam kenapa tuan belum pulang juga ya."
"Apa mungkin malam ini dia tidak pulang, kalau begitu baguslah jadi aku tidak perlu masak aku bisa langsung tidur! "
"Ah... Senangnya"
Aku berjalan mengelilingi ruangan dan hendak kedapur untuk mangambil minuman. Ketika aku baru saja ingin berjalan menuruni tangga, aku melihat V sedang berjalan kearahku, aku terkejut karna aku hanya memakai handuk yg menutupi tubuhku.
"Gawat itu tuan!! Bagaiman ini aku hanya memakai handuk." gumanku yg ketakutan
V semakin dekat dan karna terlalu takut aku berlari memasuki ruangan yg seharusnya tidak aku masuki.
"Huh..! bagaimana ini matilah aku! aku harus sembunyi "aku yg semakin ketakutan.
"Krak.. "suara pintu yg akan terbuka.
Aku terlalu takut.Akupun bersembunyi di dalam lemari baju milik V . Akhirnya pintupun terbuka.Jantung ku berdegup dengan kencang aku mengintip kearah luar lewat celah lemari, seketika aku sadar bahwa handuk ku lepas.
"Huh! apa itu?guman V sambil berjalan mendekati handukku.
"Handuk siapa ini."guman V sambil melihat sekeliling.
"Matilah! matilah aku! itu adalah handukku"gumanku yg ketakutan.
V melemparkan handuk itu ke keranjang dan diapun membuka pakaiannya.
"Huh hari ini sungguh melelahkan"V yg berjalan ke arah kamar mandi.
"Bagus ini adalah kesempatan ku untuk kabur!"
Aku mengambil salah satu kemeja milik V untuk ku kenakan.
Tiba tiba V keluar dari kamar mandi dan hanya mengunakan handuk.
"Gawat! "akupun kembali masuk ke dalam lemari.
"Huh sekarang sudah malam kenapa gadis itu belum pulang juga?"Guman V
Aku yg mendengar perkataan V yg sedang mengkhawatirkan ku, merasa sangat senang.
"Hehe, ternyata dia Khawatir padaku pftt."
aku yg tanpa sengaja membuat suara kecil.
__ADS_1
"Huh, suara siapa itu?" guman V
"Gawat seperti nya dia mendengar suaraku"
V melihat ke kearah lemari baju dan mendekatinya.Perlahan dia semakin mendekat dan perlahan membuka pintu lemari.
"Siapa kau! "Bentak V.
"Ah i..ini aku"jawab ku gugup.
"Kau wanita bodoh apa yg kau lakukan dikamar ku?"
"A.. aku..aku"
Seluruh badanku gemeter karna takut.
"Hei cepat jawab! "ucap nya marah
"Hei apa kau bisu! cepat jawab"
Aku takut setengah mati dan aku binggung mau jawab apa?
sebisa mungkin aku menahan diri agar tidak menangis, tapi apa daya aku terlalu takut.
"Huaa...maafkan aku, a..aku sungguh tidak sengaja aku mohon jangan bentak aku lagi, aku minta maaf."ucapku sambil menangis dengan kencang.
"H..hei kenapa kau menangis hei
s..sudahlah jangan menangis lagi" ucap V kaku.
"Hei! apa yg kaulakukan kau tidak perlu menangis sambil menarik handuk ku hei
hei...hentikan!"
Jrengg...
"Huh" apa yg sudah kulakukan gumanku.
Handuk yg dikenakan untuk menutupi aset V pun jatuh.
"Waw" guman ku.
"Kau...Lihat saja aku pasti akan membunuh mu" ucapnya dengan nada sadis.
"Tamatlah aku, aku sudah masuk ke dalam kamarnya dan sekarang akupun melihat aset nya, apakah aku akan mati disini."
guman ku dalam hati.
Aku harus keluar dari sini secepatnya sebelum dia membunuhku.Aku pun bergegas berdiri untuk pergi dari kamar.
Namun tiba tiba V menarik tangan ku dan memojokkan ku ke tembok
"Apa kau mau lari?"ucapnya
"Fix aku akan mati disini. Pah Mah maafkan anakmu ini yg tidak bisa membanggakan kalian, aku harap kalian memaafkan aku." pasrah ku dalam hati
"Hei..Kau sudah melihat milik ku yg berharga menurutmu bagaimana cara kau menebusnya. " tanya V lembut di telinga ku.
__ADS_1
"T...tuan itu adalah ketidak senggajaan. "
jawab ku gementar.
"Bagaimana kalau kau menggantinya dengan milik mu, dengan begitu kita akan impas." ucap V dengan lembut ditelingaku.
"Kyaaa dasar mesum."Frontal ku yg tak sengaja menendang aset miliknya.
"Kau...!"
V pun menarik tangan ku dengan kuat, hingga kami pun jatuh dengan posisi V yg berada di atasku. Dan berakhir dengan memandang satu sama lain.
Aku melihat sebuah dada bidang yg ad diatas ku, dan aku memutuskan untuk pasrah dengan keadaan, Toh tidak ad ruginya. Akupun memejamkan mata ku.
"Kau bangunlah sampai kapan kau akan memejamkan mata mu dan tidur disitu"
ucap V.
"Hah apa "akupun membuka mataku.
"Cepat keluar dari sini dan buatkan aku makanan." ucapnya dengan nada dingin.
"B...baiklah." jawabku sambil berjalan keluar kamar.
Sial...padahal aku sudah menyerahkan diri tadi. Tunggu dulu Riiii apa yg kau pikirkan apa kau mengharapkan lebih ayo sadar lah savi sadarlah.
2 Jam kemudian.
"Akhirnya selesai juga aku masak."
"Apa sudah selesai" tanya V
"Semuanya sudah siap tuan." jawabku gugup.
Selesai Makan Malam
"Huh tuan masih marah tidak ya denganku, aku sungguh merasa bersalah. Oh lebih baik aku buat coklat panas saja untuk nya mungkin dia akan memaafkan ku." guman ku.
"Aku yakin mood tuan akan membaik dan tuan akan memaafkan ku setelah meminum coklat panas ini."guman ku
" Tapi tuan dimana ya?" melihat sekeliling
"Huh ternyata dia ad diluar. "
"Tuan ini untuk mu. " memberikan coklat panas.
"Apa ini?" tanya V
"Itu coklat panas kuharap kau akan memaafkan ku." ucap ku dengan nada bersalah.
"Sudahlah tidak usah diingat lagi." jawab V
"Dan terima kasih coklat panasnya."ucap V sambil memberikan senyum manis.
"Mm iya sama sama." Ucap ku maluu.
Hari ini sungguh hari yg melelahkan tapi setelah melihat mu tersenyum, itu sangat mengembirakan senyuman mu sungguh manis dan aku sangat beruntung bisa melihat langsung senyum manis mu itu.
__ADS_1