
"Malam Hari"
Setelah makan malam selesai V langsung kembali ke kamarnya dengan raut wajah yg sulit diartikan, namun aku tidak menghiraukannya akupun membersihkan meja yg kotor dan mencuci piring. Setelah semuanya selesai akupun pergi ke kamarku.
"Ahhh hari ini sungguh sangat melelahkan, aku harus istirahat yang Cukup agar besok lebih semangat menjalani hari."
Aku hendak ke kamar mandi untuk sikat Gigi, mencuci wajah lalu tidur, namun tiba tiba saat aku sedang mencuci wajah dengan Sabun, lampu dikamar ku mendadak mati menyala, mati menyala.
Aku yg ketakutan hanya mempercepat cuci muka tanpa memperdulikan Pikiran ku yg dipenuhi dengan hal yg aneh aneh, setelah selesai akupun keluar dari kamar Mandi.Namun!
"Hua.." V yg memakai jubah putih dan topeng hantu berdiri tepat dihadapanku sambil mengangakat kedua tangannya seperti ingin mencekikku.
"aa......" sontak akupun berteriak dan jatuh.
V masih saja menakutiku dengan mendekat dan berkata " Pandaaa, pandaaa aku akan menghukumu.... "
"Ampun.... huuuu, aku mohon ampun jangan sakiti aku, aku tidak mengenalmu huuu,kumohon pergilah..... " ucapku yg menangis sambil ketakutan.
"Pfthahahaha panda apa kau menangis? hahaha ini aku bodoh Hahahaha." ucap V sambil membuka topengnya.
"Hah...." aku yg mendegar itu sontak diam dan mencerna kata katanya.
"Hahaha sudah jangan menangis hahaha kau sangat lucu aku tidak kuat melihat ekspresimu tadi hahahaha." ucap V tertawa terbahak bahak.
"Apa itu kau tuan?" tanyaku memastikan.
"Kau fikir siapalagi bodoh hahaha." jawab V yg masih setengah tertawa.
"Apa yg kau lakukan tadi? kau hampir membunuhku dengan membuat ku jantungan." kata ku emosi.
"Cih...kau ini terlalu berlebihan, kau sangat penakut." ucap V dengan wajah meremehkan.
"Kau sungguh menyebalkan! aku sudah tidak tahan lagi, aku akan membunuh mu saat ini juga." kataku penuh penekanan.
"Hey...p panda apa yg kau lakukan Huh? ucap V bergerak mundur.
"Bersiaplah!! aku akan membunuh mu sekarang juga!!" teriakku.
V langsung berlari keluar dari kamar.
"Hey Psikopat sialan, kembali sekarang juga!!" akupun berlari mengejar V.
V masuk ke kamarnya dan langsung mengunci pintunya.
"Hey Psikopat sialan buka pintunya aku akan membunuh mu sekarang!" kataku mengedor gedor pintunya.
"Panda apa yg ingin kau lakukan huh?" ucap V dari balik pintu.
"Aku akan menghabisi mu dasar sialan, keluar sekarang juga!!" teriaku dari luar.
"Hey kau tidak boleh seperti itu, aku ini majikan mu tau!" ucap V
"Aku tidak peduli cepat keluar sekarang!!"
"Aku tidak mau!!" balas V
"Huh, lihat saja nanti aku akan membalas mu." ucapku yg kelelahan.
__ADS_1
"Coba saja kalau bisa" ucap V dari balik pintu.
"Lihat dan tunggu saja dasar sialan." balas ku kesal.
Akupun kembali kekamar, aku sangat lelah aku langsung merebahkan tubuh ku dikasur, aku mencoba untuk tidur namun tidak bisa karna aku terus terbayang hal hal yg menakutkan.
"Ah......sialan! aku tidak bisa tidur dalam keadaan kamar terang, tapi aku takut kalau kalau kamar gelap." ucapku frustasi.
"Akh...Kim Taehyung... aku ingin sekali membunuh mu saat ini juga!" Aku masih mencoba untuk tetap tidur.
PAGI HARI
"Sialan. aku sama sekali tidak bisa tidur akibat ulah Psikopat itu."
Aku yg masih terhuyung huyung berdiri dari tempat tidur hendak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Skip 15 menit mandi
"Huh sialan, aku sangat mengantuk dan mataku merah" ucapku melihat ke cermin.
Aku segera turun ke dapur untuk membuat sarapan Pagi.
Skip memasak.
"Akhirnya selesai."
V pun turun ke bawah dan kami pun sarapan bersama.
"Hey panda bodoh, kenapa kau menatap ku seperti itu Huh?,"ucap V membuka keheningan.
Selesai Sarapan
Setelah selesai sarapan,aku dan V hendak keluar untuk mengerjakan aktifitas masing masing.
"Panda..kau mau pergi kemana? tanya V
"Huh?..aku ingin magang" jawab ku datar.
"Mau ku antar?" aku ingin pergi ke studio.
"Ok." jawabku.
Skip sampai.
"Wah kau magang disini?" tanyanya kagum.
"Iya...aku sudah telat aku masuk dulu" jawabku sambil berlari masuk rumah sakit.
"Fighting panda bodohh." teriak V dari dalam Mobil.
"SAVI... selamat pagi." ucap dokter dean dengan senyum manis diwajah nya.
"Ah..selamat pagi dokter." balas ku sambil membungkuk lalu tersenyum.
"kau terlihat lelah SAVI.. apa kau baik baik saja." tanya dokter dean, menyentuh dahi ku.
"Ahh... a aku baik baik saja dean." jawab ku tersenyum.
__ADS_1
"Tapi kenapa mata mu merah?" tanya nya lagi.
"I itu saya kurang tidur semalam dean."
"Aa.. kalau begitu ikut saya Sebentar."
Aku pun mengikuti dokter dean ke rungannya. Sesampainya di Sana, dean memberikan resep obat pada ku.
"Ini pergilah ke apotek dan berikan resep ini jangan lupa diminum." ucap dean seraya memberikan kertas berisikan resep obat.
"Huh..dean a anu saya rasa ini tidak perlu"
"Kenapa tidak perlu? saya hanya tidak ingin mahasiswa yg magang disini sakit, itu saja."
"Baiklah dean terimaksih" ucap ku tersenyum.
"Sama sama SAVI...ingat nanti obatnya jangan lupa diminum dan kamu harus istirahat yg cukup oke"ucap dean dengan senyum manis khas.
"Iyaa.. Dean."ucap ku senyum lalu pergi keluar ruangan.
Setelah keluar dari ruangan dean aku senyum senyum sendiri.
"Wah dean sangat perhatian, bahkan saat dia menulis dan memberikan resep ini dia terlihat sangat tampa." Batin ku serasa senyum senyum.
Aku pun pergi ke apotik lalu menyelesaikan magang ku.
Skip
Setelah selesai magang aku pergi ke toko untuk membeli minuman.
Aku duduk dan minum di kursi yg ad di toko tersebut.
"Huh aku sangat lelah, aku beruntung masih bisa menahan kantukku saat magang tadi"
"Kalau saja bukan Karna Kim Taehyung sialan itu,aku pasti tidak akan selelah ini huh aku ingin sekali membunuh nya. Dasar sialann akhh."
Aku mencaci maki Taehyung dan tidak sadar ad yg memperhatikanku.
Aku mendengar ada suara langkahan kaki yg mendekati ku dari belakang aku terlalu malas untuk menoleh, jadi aku tidak memperdulikan nya.
"Permisi Nona, boleh aku duduk disini?" tanya orang yg sedari tadi memperhatikan ku.
"Huh?" aku pun menoleh dan melihat siapa yg tengah berbicara dengan ku.
"Omo.."aku yg tadi sangat mengantuk langsung membuka mataku lebar, ternyata dia adalah sahabat si sialan Kim Taehyung sekaligus member BTS Park Jimin.
"Park..mmm." belum sempat aku menyebut namanya dia menutup mulutku dengan tangannya.
"Kau tidak boleh bicara keras keras atau aku bisa dalam masalah." ucapnya sambil melepaskan tangannya lalu tersenyum.
"K..kau Park Jimin member bangtan kan? tanya ku tak percaya.
"Ah..iya kau mengenal ku?" tanya Jimin.
"Tentu saja, aku ARMY aku tidak percaya bisa bertemu dengan mu disini." ucap ku.
"Huh..benarkah wah aku sangat senang bisa bertemu salah satu ARMY disini." ucap jimin tersenyum.
__ADS_1