
"Tolong!!" seru Dilla
Mendengar teriakan Dilla membuat Rendra langsung berlari mencari keberadaan Dilla.
Saat Rendra tiba, ia melihat Dilla tampak pucat.
Ia segera menghampirinya, "Apa yang terjadi?" tanya Rendra
Saat Dilla akan membuka mulutnya tiba-tiba ia jatuh pingsan. Rendra kemudian menggendong gadis itu dan membawanya kembali ke Pendopo.
Saat melihat gigitan ular di kakinya, Rendra langsung mengikat kaki Dilla dengan ikat kepalanya.
Ia berusaha mengeluarkan bisa ular dengan menghisapnya. Setelah berhasil mengeluarkan bisa ular dari tubuh Dilla.
Melihat Dilla mulai membuka matanya ia kemudian memberikan air kelapa kepada wanita itu.
Dilla meminum air kelapa itu hingga habis.
" Seharusnya kamu memberitahu aku jika hendak mandi di sungai itu, karena di sini masih banyak binatang buas, berbahaya jika kamu mandi sendirian, bukan hanya ular, tapi buaya pun bisa muncul kapan saja," tutur Rendra
"Maaf aku tidak tahu," jawab Dilla
Entah kenapa Dilla mulai berdesir saat menatap wajah tampan sang pangeran. Meskipun ia berusaha menolak pesona pria itu, namun kebaikan hatinya serta perhatiannya membuat ia tak bisa memungkiri mulai merasa nyaman dengannya.
"Sekarang sebaiknya kamu ganti baju dan istirahat saja. Aku akan pergi sebentar untuk mengambil tongkat sakti di kediaman Resi Gentara,"
"Gak mau, aku gak mau ditinggal sendiri, aku takut. Gimana nanti kalau aku di datangi sama si Leon eh maksudnya Singa, macan dan teman-temannya, kan ngeri," jawab Dilla langsung memegang tangan Rendra
"Iya kamu boleh ikut, tapi gak pakai baju basah juga, bagaimana kalau kamu nanti sakit kan aku juga yang repot," ucap Rendra menatap Dilla yang basah kuyup
Meskipun kamu sedikit dingin, tapi sebenarnya kamu baik dan perhatian, dan aku rasa itu adalah racun yang bisa membuat hatiku luluh lantak saat di depanmu.
"Oh iya lupa, tunggu sebentar ya kanda," jawab Dilla kemudian segera berlari menuju ke kamarnya
Sudah hampir satu jam Dilla mengaduk-aduk lemarinya namun ia tak juga menemukan baju yang sesuai dengan keinginannya.
"Ya ampun sudah sejam aku cari baju di sini ternyata gak ada yang cocok, masa Putri Raja bajunya cuma kain doang sama selendang, benar-benar gak modis banget," gerutu Dilla
Dilla terpaksa memakai pakaian yang ada dan berdandan ala kadarnya. Setelah merasa dirinya sudah cantik badai ia segera turun menemui Rendra yang sudah menunggunya. Ia m langsung mengulurkan tangannya saat melihat Dilla keluar.
Wanita Itu langsung menyambut tangannya dan Rendra menariknya hingga Dilla duduk di depannya.
__ADS_1
Duduk di depan Rendra membuat gadis itu bisa merasakan denyut jantung pemuda itu bahkan hembusan nafasnya.
Rendra langsung memacu kudanya hingga berlari kencang menuju kediaman Resi Gentara.
Setelah menempuh perjalanan cukup jauh mereka tiba juga di sebuah gubug kecil di tengah hutan.
Saat memasuki kediaman sang Resi, Rendra begitu tercengang melihat sang Resi sudah terkapar di tanah bersimbah darah.
Ia kemudian memeriksa kondisi pria itu untuk memastikan dia masih hidup atau sudah mati.
"Pasukan Kerajaan Anj*ng," ucap pria itu sebelum menghembuskan nafas terakhirnya
"Lalu bagaimana dengan tongkat sakti mu?" ucap Dilla mulai panik
"Melihat keadaan pondok Resi Gentara yang berantakan, pasti mereka sudah mengambilnya,"
"Kok mereka bisa tahu sih kalau tongkat sakti kamu ada di sini. Jangan-jangan ada musuh dalam selimut,"
"Hmm, aku tidak yakin, karena tidak ada seorangpun yang tahu tempat ini selain aku," Rendra
kemudian mencari keberadaan tongkat saktinya.
Dari puluhan senjata pusaka yang disimpan oleh Resi Gentara, hanya tongkat sakti yang menghilang.
Dilla segera naik keatas kudanya di susul oleh Rendra.
"Kenapa terburu-buru, memangnya kamu mau kemana?" tanya Rendra
"Aku harus menemukan tongkat saktiku, asal kau tahu aku sengaja menikahi mu demi mendapatkan tongkat itu, kalau sekarang tongkat itu hilang untuk apalagi aku menjadi istrimu," jawab Dilla
"Sepertinya dari awal kau sangat menginginkan tongkat itu, memangnya apa yang akan kau lakukan dengan tongkat sakti itu?" telisik Rendra
"Dengan tongkat itu aku bisa kembali ke dunia asalku, dan aku bisa meraih semua mimpiku," jawab Dilla
Rendra tertawa mendengar jawaban Dilla, kali ini ia benar-benar tidak habis pikir kenapa Dilla bisa berpikiran seperti itu.
"Kau pasti begitu tertekan saat menjadi istriku, hingga kau begitu ingin lari meninggalkan aku. Apa kau begitu mencintai pria itu hingga mati-matian untuk mendapatkan benda pusaka sakti milikku?"
"Jangan sok tahu deh, asal kamu tahu ya aku ini bukan Putri Hanindilla Setyaningrum, aku adalah Dilla Angelica Suherman artis papan atas Indonesia, aku terjebak di sini karena kebodohan ku yang berusaha memanggil mu dalam sebuah ritual untuk menghidupkan kembali kucing seorang sutradara film yang tidak sengaja aku bunuh. Alasan aku menginginkan tongkat sakti milikmu adalah untuk menghidupkan kembali kucing James Arthur Agar aku bisa terpilih menjadi pemeran utama dalam film terbarunya lebih tepatnya agar aku bisa mendapatkan penghargaan dalam festival film Indonesia," terang Dilla
"Apapun yang kau ceritakan aku tetap tak mengerti, tapi apapun tujuanmu tenang saja aku pasti akan memberikan tongkat itu padamu karena memang pusaka itu sudah menjadi milikmu," jawab Rendra kemudian memacu kudanya.
__ADS_1
Ia kemudian menurunkan Dilla di sebuah Pendopo, "Sebaiknya kau tunggu di sini saja, biar aku dan Pasukan ku yang akan mengambil kembali tongkat sakti itu.
"Tidak bisa, aku harus ikut, bagaimanapun juga itu adalah tongkat saktiku jadi aku yang harus mengambilnya sendiri," jawab Dilla
"Tapi itu terlalu berbahaya, kau bisa saja terbunuh di sana,"
"Aku tidak peduli," jawab Dilla tetap pada pendiriannya
"Baiklah kalau begitu,"
Saat keduanya hendak menaiki kuda mereka tiba-tiba sebuah anak panah melesat kearahnya.
*Wuusshhh!!
Pangeran segera manarik Dilla kedalam pelukannya untuk menyelamatkan gadis itu.
Ia kemudian membaca sebuah pesan yang dikirim bersama panah itu.
"Serahkan Putri Hanindilla kepada kami jika kau ingin benda pusaka mu kembali,"
"Apa benar kau begitu menginginkan tongkat sakti itu?" tanya Narendra
Dilla langsung mengangguk mengiyakan ucapan Pangeran.
Rendra kemudian membisikkan sesuatu kepada wanita itu.
Dilla tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Ia juga tak mengerti kenapa Rendra berusaha memberikan tongkat sakti itu padanya meskipun ia tahu Dilla akan meninggalkannya.
"Tapi bagaimana denganmu?"
"Jangan khawatir aku bisa menyelamatkan diriku,"
Mereka kemudian berangkat menuju ke Kerajaan Anj*ng.
Rendra sengaja mengikat Dilla dan menjadikan gadis itu sebagai Sandera.
Setibanya di kerajaan Anj*ng ia kemudian melakukan negosiasi dengan Patih Mahambara.
"Aku akan menyerahkan Putri Hanindilla jika kau memberikan tongkat mu lebih dulu," ujar Rendra
Patih Mahambara menyetujui permintaan Rendra, karena ia tahu jika pemuda itu tak akan berani macam-macam saat di kandang lawan.
__ADS_1
Saat sang patih melemparkan tongkat saktinya ia kemudian menghampiri Dilla, "Semoga kau kembali dengan selamat Dilla," ucap Rendra mencium bibir gadis itu
Tiba-tiba sebuah portal gaib muncul dan Rendra segera mendorong tubuh Dilla ke arah portal gaib itu.