Menikahi Pangeran Kucing

Menikahi Pangeran Kucing
Bab 8


__ADS_3

"Aku yakin bisa keluar dari hutan ini tanpa bantuan tongkat sakti ini,"


"Hmm," Dilla kemudian memalingkan wajahnya


Dia sangat perhitungan sekali, bagaimana aku bisa mengambil kembali tongkat itu darinya??


Malam itu, Dilla sengaja tidak tidur untuk menunggu Rendra lengah agar bisa mengambil tongkatnya.


Ia pura-pura tidur saat Rendra memeriksanya. Saat melihat pria itu mulai terlelap, ia kemudian mengendap-endap mendekati pemuda itu untuk mengambil tongkat saktinya.


Dillapun berhasil mencuri tongkat pangeran Kucing.


"Yes, pucuk di cinta, akhirnya kudapatkan tongkat saktinya juga,"


Dilla kemudian diam-diam meninggalkan Rendra yang masih terlelap.


Setelah berhasil mengambil tongkat sakti sang pangeran, Dilla berusaha melarikan diri dan mencari jalan pulang agar bisa kembali ke dunianya.


Ia berusaha mencari jalan keluar dari hutan Mistis tersebut, namun sayangnya ia tetap kembali ke tempat semula dan tak bisa menemukan jalan keluarnya.


Jika hutan ini adalah benar hutan mistis, mungkin aku bisa menemukan jalan kembali ke dunia di hutan ini. Lagipula tidak mungkin aku menggunakan kekuatan tongkat ini untuk kembali ke duniaku karena aku hanya memiliki satu permintaan saja, jadi aku harus menggunakannya untuk menghidupkan kembali kucing milik James Arthur.


Dilla kembali melanjutkan perjalannya untuk mencari Portal ajaib di hutan itu.


Pagi harinya Rendra yang tak mendapati Dilla di gua segera mencari keberadaan gadis itu.


Ia begitu khawatir hingga berteriak keras memanggil-manggil nama istrinya itu.


Karena aku hanya memiliki satu permintaan, maka aku tidak akan menggunakan kesempatan itu untuk keluar dari hutan mistis ini. Sebaiknya sekarang aku harus mencari jalan keluar. Ya Tuhan tolong bantu aku kali ini saja. Agar aku bisa menghidupkan kembali kembali kucing milik sang sutradara, aamiin


Dilla mencoba mengumpulkan lagi semangatnya meskipun ia sudah kelelahan dan hampir menyerah. Dengan tekad yang kuat ia kembali mencari cara untuk keluar dari dunia komik. Mulai dari memukulkan tongkatnya ke tubuhnya hingga melakukan atraksi sulap seperti yang ada di televisi.


"Ayo Dilla jangan menyerah!" seru gadis itu


Saat melihat sebuah Danau ia berusaha menceburkan diri berharap setelah tenggelam ia sudah kembali ke dunianya seperti dalam drama Korea.


Namun kembali ia kecewa saat mendapati dirinya masih di dalam hutan.


"Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan agar bisa kembali pulang, kalau di sini terus karier keartisan ku bisa tamat, huuaaaa!" seru Dilla sambil menangis sedih karena semua usahanya selalu gagal .


Namun meskipun begitu, Dilla yakin jika ia akan segera keluar dari hutan itu dan kembali kedunianya.

__ADS_1


"Aku sudah tak sabar untuk segera bermain dalam film garapan James, pasti seru banget, tapi gimana mau main film lagi jika aku masih terjebak di sini!"


Sementara itu Rendra semakin khawatir saat ia belum menemukan Dilla. Ia bahkan berpikir jika gadis itu tertangkap oleh bangsa anj*ng.


Pria itu begitu senang saat berhasil menemukan sungai tempat Dilla menangkap ikan Mas.


"Jika aku bisa menyusuri sungai ini maka aku bisa kembali ke kerjaan kucing belang. Tapi aku tak bisa pulang sendirian, aku harus membawa Dilla," ucapnya kembali menatap hutan mistis tersebut.


Semoga saja ia baik-baik saja,


Sementara itu Dilla begitu bahagia saat melihat sebuah portal gaib yang berada tak jauh darinya.


"Apa ini pintu ajaibnya??" Dilla berusaha menyentuh kumpulan partikel yang membentuk lingkaran di depannya.


"Jika benar ini adalah portal ajaib yang aku cari maka aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini,"


Sementara itu saat Narendrav hendak masuk kembali ke hutan mistis, segerombolan pasukan anj*ng langsung mengepungnya.


Sial, kenapa aku harus berhadapan dengan mereka di saat seperti inj!


*Hiaatt!!


Rendra langsung menghindar saat puluhan pasukan anj*ng tiba-tiba menyerangnya dengan membabi buta.


Patih Mahambara mengeluarkan pedangnya dan mengalungkannya ke leher Narendra.


"Karena istrimu sudah membunuh putraku, maka aku juga akan membunuhmu untuk menggantikan nyawa istrimu," ujar Mahambara dengan wajah bengisnya


Saat Dilla sudah membulatkan tekadnya, dan mempersiapkan mentalnya untuk melakukan perjalanan gaib tiba-tiba ia mendengar erangan suara Narendra.


*Aarggghh!!


Pria itu mengerang keras saat Mahambara menyayat lehernya hanya untuk menggertaknya.


"Rendra!!" Mata Gadis itu seketika membelalak saat melihat Pangeran Narendra tak jauh darinya


"Bagaimana bisa dia tertangkap, apa karena ia tak membawa tongkat ini??" Dilla merasa bersalah karena telah membuat pria itu tertangkap


"Meskipun aku tidak menyukaimu, tapi aku tidak mau membiarkan mu mati sia-sia. Kau harus tetap hidup demi rakyatmu!"


Mengetahui Rendra dalam bahaya membuat Dilla begitu kebingungan antara memilih kembali ke dunianya atau menolongnya.

__ADS_1


Portal gaib sedikit demi sedikit mulai menghilang membuat gadis itu semakin kebingungan antara memilih menyelamatkan Rendra atau kembali pulang.


Ah sial, kenapa jadi dilema gini. Kenapa tiba-tiba aku jadi merasa iba dengan Rendra??


Dilla menatap kearah pemuda itu saat memutuskan untuk tetap pergi meninggalkannya.


Maafkan aku Rendra, dunia kita berbeda, aku harus melanjutkan hidupku, kamu juga sorry aku tidak bisa menolong mu, karier ku begitu sulit untuk ditinggalkan.


Saat ia akan melangkahkan kakinya, tiba-tiba terbersit dalam ingatannya bagaimana Rendra menyelamatkan dirinya saat perajurit bangsa anj*ng akan membunuhnya.


"Apa yang harus aku lakukan??" tanya Dilla kebingungan, kembali terjadi pergolakan batin antara egonya dan jiwa kemanusiaannya.


Mengingat jasa-jasa Pengeran yang sudah menyelamatkan dirinya, maka gadis itu memutuskan untuk menyelamatkannya.


Ia kemudian mencabut pedang dari tongkat saktinya dan menebaskannya kearah Patih Mahambara yang bersiap mengeksekusi Rendra.


*Pranng!!


Sang Patih terkejut saat mendapat serangan tiba-tiba hingga kehilangan pedangnya.


Ia begitu murka saat melihat seorang wanita berdiri di depannya dengan pedang terhunus kearahnya.


"Jadi kau orangnya yang sudah membunuh putraku!" serunya dengan tatapan mata elang yang siap menerkam mangsanya


Dilla mengangguk dan kemudian berbalik menggerakkan pedangnya untuk melepaskan ikatan sang pangeran.


Melihat Sang patih terluka Para Prajurit langsung menyerang Dilla. Merasa ia bukan tandingan Patih Mahambara, Gadis itu kemudian memberikan tongkat sakitnya kepada pangeran agar ia bisa mengalahkan sang patih.


*Jraasshhh!!!


Rendra begitu terkejut melihat Dilla pandai bermain pedang. Ia bahkan mampu mengalahkan pasukan anj*ng tanpa tongkat saktinya.


"Bagaimana dia bisa menguasai tongkat itu dan mengalahkan semua pasukan kerajaan anj*ng, apa dia sebenarnya seorang ahli bela diri. Atau ia memiliki kekuatan terpendam?"


Karena terlalu banyak memperhatikan Dilla, Mahambara berhasil menjatuhkan Rendra dengan mudah.


Melihat Rendra terkapar di tanah Patih Mahambara seger mengayunkan pedangnya kearah pria itu. Dilla kemudian mengambil sebuah tanah dan melemparkan kearah sang Patih.


Melihat pria itu tak berdaya, Dilla langsung mengambil pedang Rendra dan mengunakannya kearah pria itu.


Ia kemudian menggendong Rendra dan membawanya pergi dari tempat itu.

__ADS_1


"Bertahanlah, kau tidak boleh mati!" seru Dilla


__ADS_2