
"Apapun yang terjadi denganmu, kau akan selalu ada dalam hatiku. aku akan selalu mengenang mu sebagai satu-satunya wanita yang selalu bertahta dalam hatiku, dan tak akan pernah tergantikan!" ucap Rendra saat melepaskan kepergian Dilla
Hujan deras mengguyur kerajaan kucing selama dua hari berturut-turut, seakan alam ikut berduka atas kematian Dilla.
Sementara itu Dilla perlahan membuka matanya. Terdengar suara berisik beberapa orang yang membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an.
Seketika mereka langsung terkejut saat melihat gadis itu membuka matanya. Semua orang tampak bahagia saat melihatnya membuka matanya dan duduk bersandar di brankarnya.
Seorang wanita paruh baya langsung menghampirinya dan duduk di sisinya.
"Akhirnya kau siuman juga sayang, kau tahu ibu sangat ketakutan saat mendengar kabar kau koma karena insiden di kediaman Ki Joko Pinter," ucap wanita itu
Dilla menatap wajah wanita di depannya dan sekelilingnya, wanita itu begitu sedih saat mendapati dirinya sudah kembali ke dunianya.
Ia semakin sedih saat mengetahui kenyataan bahwa ia sudah meninggal di dunia kucing dan tidak akan kembali lagi ke sana.
"Sudahlah jangan bersedih, semua ada masanya bukan, kau tidak perlu khawatir karena Pak James sudah memperpanjang cuti untuk dirimu.
"Ia tahu kamu pasti belum bisa sembuh untuk waktu dekat." sambung Nelli manajer pribadinya
"Jadi aku sudah berapa lama koma?" tanya Dilla
"Hampir seminggu. Kau masih ingat kan kejadian di rumah Ki Joko Pinter. Kau koma setelah terkena pukulan senjata sakti Ki Joko yang tak sengaja mencoba menghentikan dirimu waktu itu," jawab Nelli
"Jadi selama ini aku koma, lalu bagaimana dengan karierku?"
"Semua rumah produksi yang memiliki kontak kerja denganmu langsung memutuskan hubungan kontrak karena mengira kau tidak akan pernah hidup lagi. Hanya James yang terus mempertahankan kontak kerjanya meskipun kau tak pernah syuting filmnya lagi," terang Nelli
"Mungkin dia mau balas budi, karena aku sudah menghidupkan kembali kucingnya yang sudah mati," jawab Dilla
"Bukan begitu Dill, katanya ia yakin jika kamu saat itu sedang berjuang untuk menyelamatkan seseorang jadi ia tak akan pernah memutuskan harapan mu," jawab Nelli
"Bagaimana dia bisa tahu??"
Dilla yang penasaran kemudian meminta ponselnya dan mencoba melihat bagaimana sosok wajah James Arthur karena selama ini ia belum pernah melihat wajahnya secara intens.
Ia begitu terkejut saat melihat wajah itu dengan seksana.
"Rendra!!!"
Matanya membulat seketika saat ia mulai sadar jika James begitu mirip dengan sosok Rendra.
__ADS_1
Namun ia segera menepis perasaannya saat mengira jika James adalah reinkarnasi dari Rendra.
Rendra, apa ini berarti kita tidak akan pernah bertemu lagi??
Apakah hubungan kita sudah berakhir??
Dilla menangis tersedu-sedu saat mengingat suaminya. Rasa rindu membuatnya tak berhenti menangisi pria itu. Rasa sedih yang mendalam membuat keluarganya khawatir dengan keadaannya yang semakin memprihatinkan.
"Kenapa kau selalu menyebut nama itu saat kamu koma, apa dia kekasih mu??" tanya Nelli
Dilla langsung menggelengkan kepalanya.
"Kalau bukan Kenapa kamu selalu mengingat dia, aku rasa kau memiliki hubungan dekat dengannya. Jangan takut, aku bukan seorang yang gampang menceritakan aib artis sendiri, jadi katakan saja siapa dia?" desak Nelli
"Dia bukan siapa-siapa," jawab Dilla kemudian turun dari brankarnya
Tak lama seorang pria dengan wajah yang begitu familiar datang menjenguknya.
"Rendra??"
Dilla begitu terkejut saat melihat Rendra datang menjenguknya.
"Hadeeh, sepertinya dia masih ketempelan Jin bernama Rendra, makanya Pak James dikira Rendra?" ucap Nelli menepuk keningnya
"Maaf ya pak, kalau Dilla manggil anda Rendra iyain aja, maklum Dilla sulit lupakan Rendra karena Rendra begitu baik," bisik Nelli
"Hmm," jawab James mengangguk
Nelli begitu senang saat James yang biasanya kaku tiba-tiba mau mendengarnya.
Sementara itu Dilla berjalan menghampiri James yang mengunjunginya.
Ia menghentikan langkahnya dan termangu menatap pria dihadapannya.
"Apa benar kamu Rendra?" ucap Dilla menatapnya sendu
Nelli segera memberikan kode kepada James untuk mengiyakan ucapan Dilla. Lelaki itu seketika menganggukkan kepalanya membuat Dilla langsung memeluknya.
"Ya ampun Dilla, sepertinya aku harus memanggil Ki Joko Pinter buat ngusir Jin Rendra itu. Btw untung Pak James jomblo, coba kalau dia punya cewek udah habis tuh Dilla di uyel-uyel di kira pelakor!" tutur Neli
"Aku seneng banget bisa ketemu kamu lagi, tapi kenapa sekarang kamu kumisan, pasti kamu patah hati ya saat aku kembali ke sini. Makanya kamu sampai menyusul ke sini?" ucap Dilla membuat semua orang langsung tertawa mendengarnya
__ADS_1
"Kenapa kamu diam saja?, kamu pasti kaget ya, kamu speech less karena bisa ketemu aku lagi?" tanya Dilla dengan wajah berseri-seri
"Bukan speech less Dil, tapi pak James takut sama lo!" seru Regi membuat Nelli langsung membungkam mulut pria gemulai itu
Ia kemudian memberitahu Regi untuk tidak mengganggu Dilla dan James.
"Pak James?" Dilla tampak mengernyitkan keningnya saat menatap wajah lelaki di hadapannya.
Melihat Dilla kebingungan membuat James kemudian mengajak gadis itu jalan-jalan ke luar untuk mencari udara segar.
James membeli sebotol air mineral dingin dan memberikannya kepada Dilla.
"Terima kasih," ucap Dilla kemudian meneguk habis minumannya
"Sepertinya kau sangat lelah, memangnya apa yang sudah kamu lakukan?" tanya James
"Banyak yang sudah aku lakukan untuk bisa bersamamu, tapi sepertinya Tuhan tidak mengijinkan kita hidup bersama. Aku tahu dunia kita berbeda, tapi apa salah jika aku memutuskan untuk memilih hidup bersama mu dan meninggalkan duniaku?" jawab Dila
"Tidak salah, hanya saja mungkin ini adalah jalan terbaik agar kalian bisa hidup bahagia di dunia masing-masing," jawab James
Dilla seketika menangis tersedu-sedu mendengar ucapan James membuat pria itu langsung mengusap air matanya.
"lihat aku baik-baik?" ucapnya dengan nada tinggi
"Siapa yang ada di hadapanmu saat ini?" tanya James
"Rendra,"
"Lihat baik-baik Dil, apa aku begitu mirip dengan Rendra?" tanya James lagi
Dilla mengangguk, membuat James semakin kesal dan memakai kacamata minusnya.
"Sekarang lihat baik-baik, siapa yang ada di depan mu?"
"Rendra,"
"Astaghfirullah, sadar Dilla lihat baik-baik pakai otak kamu bukan pakai hatimu!" seru James mengguncang tubuh gadis itu
Seketika Dilla kembali menangis melihat perlakuan kasar James.
"Jangan cengeng, kalau kamu seperti ini terus kamu hanya akan ditertawakan oleh para rival mu. Ingat tujuan hidupmu, Bukankah kau ingin memenangkan piala citra atau meraih penghargaan sebagai artis terbaik. Jangan sampai impian itu pupus hanya karena kamu putus cinta. Sekarang kamu harus bangkit dan lupakan si Rendra itu. Jangan biarkan lelaki itu menghancurkan masa depan kamu. Kamu itu cantik, lelaki mana yang gak akan tertarik sama kamu. So wake up!" seru James mencoba menyadarkan Dilla
__ADS_1
Melihat Dilla terus menangis membuat James langsung memeluknya mencoba menenangkan gadis itu.
🎶Begitu sulit lupakan Rendra, apalagi Rendra baik🎶