
Hari terakhir syuting, James mengajak semua artis dan kru makan-makan di sebuah kafe.
Ia sengaja menyewa kafe tersebut untuk merayakan keberhasilannya menyelesaikan karya terakhirnya di dunia entertainment.
Keluarga James menginginkan lelaki itu menjadi penerus keluarganya untuk memimpin perusahaan keluarga.
Itulah kenapa ia harus segera menikah.
"Terimakasih semuanya atas kerja keras kalian, semoga film terakhir ku akan disukai oleh banyak orang,"
"aamiin," jawab Semuanya
James kemudian mempersilakan semua orang untuk menikmati makanan mereka.
Sementara itu Dilla mengambil sebotol minuman keras dan meneguknya hingga habis.
Ia mengambil sebotol lagi dan menghabiskannya. Namun saat ia akan meneguk botol ke tiga Nelli langsung merebutnya.
Ia menasihatinya agar jangan mabuk, "Jangan pernah memperlihatkan kelemahan mu di depan orang banyak, karena itu bisa mempermalukan diri mu sendiri,"
"Ish, kenapa sih harus ikut campur!" seru Dilla begitu geram saat Nelli melarangnya minum.
Ia kemudian beranjak dari duduknya dan menghampiri James yang sedang makan bersama para krunya.
"Boleh aku gabung di sini?" tanya Dilla
"Tentu saja," jawab James singkat
Dilla segera duduk dan mengambil camilan di depannya.
Ia melihat para kru memperhatikannya, membuatnya sedikit canggung, "Bagaimana kalau kita membuat permainan kecil, agar tidak membosankan?" ucap Dilla
"Setuju," jawab semua orang
Dilla langsung memberitahu permainan yang akan dimainkan, semua orang tampak antusias mendengarkan penjelasan gadis itu.
Ia mulai memutar botol dan semua orang terlihat tegang menanti siapa yang akan dapat giliran menjawab pertanyaan darinya.
Botol berhenti kearah James membuat semua orang bersorak bahagia. Kali ini yang akan memberi pertanyaan adalah seorang kru, "Siapa wanita yang membuat anda jatuh hati?" tanyanya membuat James terkesiap Mendengarnya
Lelaki itu tak bisa menjawab karena seumur hidupnya ia belum pernah jatuh cinta kepada seorang wanita.
Melihat James yang terus diam membuat semua orang langsung mendesaknya, "Ayo jawab atau anda memilih untuk meminum segelas anggur?"
__ADS_1
James memilih meminum segelas anggur dan memutar botol.
Kembali botol itu berhenti kearahnya membuat ia sedikit kesal.
"Kapan anda mendapatkan ciuman pertama?"
Seketika wajah James langsung memerah mendengar pertanyaan tersebut.
Ia langsung menatap Dilla, membuat semua orang segera tahu jika James mendapatkan ciuman pertama dari Dilla.
"Wah, yang benar saja, apa itu ciuman pertama mu!" seru Dilla mengingat kejadian saat ia mencium James karena provokasi Junior.
Wajah James semakin memerah saat melihat reaksi Dilla, ia segera menutup mulut wanita itu dan melanjutkan permainannya.
Kini botol berhenti di kearah Dilla membuat James begitu bersemangat memberikan pertanyaan kepadanya, "Apa kau mencintaiku?" tanya James membuat semua orang langsung mengangga mendengarnya
Dilla tak percaya mendengar pertanyaan itu, Baginya itu adalah pertanyaan konyol karena James tahu dia tak pernah mencintainya.
"Kau sudah tahu jawabannya kenapa masih bertanya?" jawab Dilla
"Aku hanya ingin mendengar dari bibirmu. Sebentar lagi kita akan menikah jadi aku harus tahu apa kau benar-benar mencintai aku atau tidak?"
Dilla memperlihatkan semua orang yang menatap kearahnya. Ia benar-benar seperti di jebak dengan pertanyaan James, bagaimana tidak. Jika ia menjawab tidak maka bukan hanya ia yang malu namun juga James.
Bagaimanapun pernikahannya dengan James tinggal menghitung hari, wajar saja jika lelaki itu ingin tahu perasaannya.
Dilla menuangkan anggur kedalam gelasnya dan meminumnya membuat semua orang langsung membicarakan hubungannya dengan James.
"Wah kasian sekali Pak James, ia pasti sangat sedih karena tahu calon istrinya tak mencintainya,"
Mendengar orang-orang mulai membicarakannya membuat Dilla benar-benar kesal.
"Siapa bilang aku tidak mencintainya!" seru gadis itu membuat semua orang langsung berhenti membicarakannya
"Kalau seorang gadis sudah memutuskan untuk menikahi seorang lelaki berarti gadis itu sudah mencintainya, mana mungkin aku bersedia menikah dengan James jika aku tak menyukainya, yang benar saja!" imbuh Dilla kemudian menghabiskan anggur yang ada di depannya.
"Wah jadi dia meminum anggur itu hanya untuk menutupi kegugupannya, dia memang wanita yang keren!" seru salah seorang kru
Dilla yang mabuk berat karena terlalu banyak minum menjadi tak terkontrol. Ia mendekati James dan melepaskan kacamata minus yang dipakai pria itu.
"Seharusnya kau tidak perlu memakai kacamata ini, kau terlihat lebih tampan saat tak memakai kacamata," ucap Dilla
"Kau juga sangat mirip dengannya saat tak memakai kacamata, itulah yang membuat dadaku berdesir saat menatap wajahmu," imbuhnya
__ADS_1
Melihat Dilla merancau tak karuan membuat James langsung mengajaknya pergi.
Dilla menolak James karena masih ingin menghabiskan sebotol anggur yang tersisa.
Karena Dilla terus menolak pergi James terpaksa menggendong gadis itu membuat semua orang terperanjat dibuatnya.
"Wah dia benar-benar keren, aku gak nyangka dia benar-benar macho kaya artis India," ucap Nelli mengikuti keduanya dari kejauhan
James kemudian menurunkan Dilla di depan mobilnya. Dilla yang melihat bulan purnama bersinar begitu senang hingga menari-nari membuat James tersenyum melihatnya.
"Apa kau lapar?" tanya Dilla menghampiri James
James menggelengkan kepalanya.
"Sayang sekali, padahal aku berniat menggoreng bulan untuk mu," jawab Dilla membuat James kembali tersenyum mendengarnya
"Kamu pasti gak percaya ya, yaudah tunggu sebentar aku akan naik keatas langit dan membawakan bulan itu untukmu," Dilla kemudian menggerakkan tongkat saktinya
"Wahai tongkat ajaib bawa aku naik keatas langit!" seru Dilla
Tiba-tiba sebuah tangga menjulang keatas langit muncul di hadapannya membuat James tak percaya melihatnya.
Berkali-kali ia mengucek-ucek matanya untuk meyakinkan jika ia tidak salah lihat.
Melihat Dilla naik keatas tangga membuatnya langsung mengikutinya. Ia takut Dilla yang sedang mabuk hilang keseimbangan jadi buru-buru menyusulnya.
"Dilla tunggu!" serunya mencoba meraih lengan gadis itu
Dilla tersenyum saat menoleh kearah James yang terus mengikutinya.
"Aku tahu kau akan datang, aku tahu kau pasti akan menemukan aku," ucapnya sendu
Saat ia akan melangkahkan kakinya tiba-tiba ia hilang keseimbangan dan hampir jatuh.
"Hwaaaa!!" seru Dilla
Saat gadis itu benar-benar hilang keseimbangan dan jatuh James langsung menarik lengan gadis itu hingga ia jatuh kedalam pelukannya.
Pada saat yang bersamaan tangga ajaib pun lenyap membuat keduanya terjatuh. James tetap memeluk erat tubuh Dilla dan memastikan gadis itu tetap bersamanya.
*Buugghhh!!!.
"Arrghhh!!" pekik James sebelum pingsan
__ADS_1
Dilla yang masih mabuk langsung melepaskan diri dari pelukan James. Ia menatap lelaki tampan di bawahnya yang berusaha menyelamatkan.
"Dibalik sikap dingin mu, kau ternyata seorang yang hangat, kau bahkan menyelamatkan diriku dengan membiarkan tubuhmu terluka," ucap Dilla mengusap lembut wajah James