
"Apa benar kau begitu menginginkan tongkat sakti itu?" tanya Narendra
Dilla langsung mengangguk mengiyakan ucapan Pangeran.
Rendra kemudian membisikkan sesuatu kepada wanita itu.
"Setelah aku berikan tongkat itu padamu, kamu harus segera meninggalkan tempat ini,"
Dilla tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Ia juga tak mengerti kenapa Rendra berusaha memberikan tongkat sakti itu padanya meskipun ia tahu Dilla akan meninggalkannya.
"Tapi bagaimana denganmu?"
"Jangan khawatir aku bisa menyelamatkan diriku,"
Mereka kemudian berangkat menuju ke Kerajaan Anj*ng.
Rendra sengaja mengikat Dilla dan menjadikan gadis itu sebagai Sandera.
Setibanya di kerajaan Anj*ng ia kemudian melakukan negosiasi dengan Patih Mahambara.
"Aku akan menyerahkan Putri Hanindilla jika kau memberikan tongkat mu lebih dulu," ujar Rendra
Patih Mahambara menyetujui permintaan Rendra, karena ia tahu jika pemuda itu tak akan berani macam-macam saat di kandang lawan.
Saat sang patih melemparkan tongkat saktinya ia kemudian menghampiri Dilla.
Pria itu melepaskan ikatan tangannya, dan kemudian memberikan tongkat saktinya kepada wanita itu, "Semoga kau kembali dengan selamat Dilla," ucap Rendra mencium bibir gadis itu
Tiba-tiba sebuah portal gaib muncul dan Rendra segera mendorong tubuh Dilla ke arah portal gaib itu.
Dilla tak bisa bergerak saat kekuatan besar menarik tubuhnya masuk dalam pusaran awan hitam.
"Rendraa!!" seru Dilla saat melihat puluhan anak panah melesat kearah pria itu.
Dilla segera membuka matanya saat merasakan seseorang mengguncang tubuhnya.
"Oi, bangun sudah siang!" seru Nelli terus mengguncang tubuh Dilla yang tak kunjung bangun meskipun ia sudah meneriakinya
"Nelli??" Dilla begitu terkejut saat melihat Nelli berdiri di sampingnya.
Ia kemudian mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar.
Ia memastikan sekali lagi jika benar dirinya sudah kembali ke dunianya dengan mencubit pipi Nelli.
"Aww, sakit tahu!" cibir Nelli
"Anjir gue beneran udah balik lagi!" seru Dilla begitu bahagia, ia kemudian segera menarik Nelli dan mengajaknya melompat-lompat kegirangan diatas ranjangnya.
"Gue benaran ada di kamar lo kan?" tanya Dilla lagi
__ADS_1
"Iya, kenapa sih nanya mulu,"
"Sekarang cubit gue, tapi jangan kencang-kencang kalau gak mau gaji lo gue potong!" seru Dilla
Nelli segera mencubit pipi Dilla hingga gadis itu menjerit kegirangan.
"Yeay akhirnya gue berhasil kembali lagi!" seru Dilla begitu bahagia saat benar-benar yakin dia memang sudah keluar dari dunia komik.
"Emangnya kenapa sih, pasti lo abis mimpi buruk ya, atau lo mimpi di culik sama pangeran kucing?, sampai lo girang setengah mati?"
"That's right baby," jawab Dilla
Ia kemudian segera mencari sesuatu di tempat tidurnya.
Ia tersenyum saat menemukan sebuah tongkat berlapis emas milik Pangeran Narendra.
"Asal lo tahu ya El, gue berhasil mendapatkan tongkat sakti pangeran kucing itu," ucap Dilla memperlihatkan tongkat saktinya kepada Nelli
"Jangan mimpi deh, kebanyakan ngayal sih lo makanya kunci T lo bilang tongkat sakti. Kasian banget sih lo, gara-gara kucing lo jadi kaya gini!" seru Nelli
"Astaghfirullah hampir lupa, dimana kucing itu?"
"Sudah aku suruh Regi buat balikin ke Pak James," jawab Nelli
"Lah kok gitu, bisa hancur dong karier gue kalau dia tahu gue yang sudah bunuh tuh kucing!"
"Ngapain nemuin James?" tanya Dilla
"Buat minta maaf dodol, emangnya mau apalagi, cus mandi!" ucap Nelli kemudian meninggalkan Dilla
Benar juga sih, tapi kan gue udah jauh-jauh bawa tongkat ini jadi nagapain kalau gak di pakai.
Dilla segera bergegas mandi, selesai mandi lalu berganti pakaian. Ia kemudian meminta sopir pribadinya untuk mencari keberadaan Regi, make up artisnya.
"Cepetan mang, kalau perlu pakai kecepatan dua ratus biar cepet nemuin tuh bencong!"
"Iya mba, tapi gimana kalau di tangkap Polisi?"
"Tenang aja cukup aku kasih ***** sekali beres urusan, lo tenang aja semuanya aman kalau sama gue," jawab Dilla dengan santainya
Sang Sopir kemudian mempercepat laju kendaraannya untuk mengejar mobil di depannya.
*Ciiitt!!
*Dug!!
"Pelan-pelan dong mang kalau ngerem!" seru Dilla saat ia terkejut karena tiba-tiba sopirnya menghentikan mobilnya.
"Itu mobil Regi sudah berhasil kita salip mba?"
__ADS_1
"Ok, meskipun jidat gue sampai memar tapi tak apalah toh kamu berhasil mengejar si Regi,"
Dilla segera turun dan membuka pintu mobil Regi. Ia kemudian menanyakan paket yang diberikan oleh Nelli kepada Regi.
Pria gemulai itu segera memberikan kardus di tangannya kepada Dilla.
Buru-buru Dilla membuka paket itu, "Syukurlah kucingnya masih ada."
"Mau diapain sih kucingnya nek, tuh Bos James lagi jalan kemari," ucap Regi menunjuk kearah James
Dilla kemudian meminta Regi untuk turun dan menemui James. Ia juga menyuruhnya menahan James sampai ia turun dari mobil. Meskipun sambil menggerutu, Regi akhirnya mau melakukan perintah Dilla.
Tak mau membuang waktu ia segera memejamkan matanya dan berdoa agar kucing itu bisa hidup kembali.
"Aku mohon bantuanmu Rendra untuk menghidupkan m kembali kucing ini please, karena hanya lo yang bisa membantu gue," ucap Dilla memejamkan matanya
Dengan sekali sentuhan akhirnya kucing itu hidup kembali.
"Syukurlah, akhirnya kamu hidup kembali ucap Dilla menciumi kucing itu.
Dan anehnya Dilla gak bersin-bersin seperti biasanya.
"Alergiku benar-benar sembuh, thanks Rendra," ucap gadis itu kemudian keluar dari mobil dan menemui James.
Melihat kucingnya ditemukan oleh Dilla membuat pria itu sangat berterima kasih kepadanya. Sebagai ucapan terima kasihnya James kemudian mengundang Dilla untuk makan malam dirumahnya.
Saat mereka makan malam, Dilla memberanikan diri untuk bertanya tentang castingnya di film terbaru James.
"Casting akan saya mulai kembali besok pagi, kalau kamu tidak keberatan silakan datang lagi untuk casting," ucap James
Meskipun sedikit kecewa karena James tak memberikan apresiasi kepadanya setelah menyelamatkan kucingnya. Setidaknya ia tetap bahagia karena Pria itu tidak tahu jika dia sudah berusaha membunuh kucing kesayangannya.
Pagi itu Dilla bersama Nelli buru-buru menuju lokasi Casting, Dira begitu terkejut saat melihat mereka datang untuk casting.
"Dih gak tahu malu, udah bunuh kucing milik James masih saja mau ikutan casting filmnya, apa lo gak takut kalau James tahu siapa orang yang sudah menghilangkan kucingnya, ups maksudnya membunuhnya juga," ujar Dilla
"Kalau ngomong tuh jangan sekate-kate ya, noh lihat Kucing pak James masih hidup!" cibir Dilla menunjukkan kearah James yang sedang menggendong kucingnya.
"Loh kok bisa sih, mana mungkin kucing yang sudah mati bisa hidup lagi?" ucap Dira begitu terkejut saat melihat kucing itu hidup lagi.
Dengan kerja keras dan kemampuan aktingnya, Dilla akhirnya berhasil mendapatkan peran yang diinginkannya yang berarti ia juga berhasil menyingkirkan Dhira saingannya.
Meskipun ia bahagia karena sudah mendapatkan semua yang diinginkannya, namu gadis itu Merasa ada sesuatu yang hilang dari dirinya hingga membuat hidupnya tak bahagia. Dilla yang berubah setelah berpisah dengan Narendra membuat Nelli bertanya-tanya apa yang terjadi.
Dilla menceritakan semuanya yang ia alami kepada Nelli, namu wanita itu tidak percaya dan justru menertawakan Dilla.
Karena kerinduannya dengan sosok Rendra membuat Dillaberusaha kembali ke negeri kucing. Berbagai cara sudah ia lakukan namun selalu saja gagal. Ia bahkan melakukan ritual seperti yang dulu ia lakukan untuk bertemu dengan Rendra, namun tetap saja usahanya sia-sia.
Kenapa aku begitu merindukanmu Rendra, apa kamu juga merindukan aku???
__ADS_1