
"Apa Putri Hanindilla hamil??" Saraswati tak percaya saat dayang kepercayaannya memberitahukan kabar kehamilan istri mantan kekasihnya
"Tidak mungkin, Rendra tidak mencintai wanita itu jadi mustahil kalau dia hamil, aku yakin ada yang tidak beres," Saraswati yang tak mempercayai berita itu segera bersiap-siap untuk pergi mengunjungi kerajaan kucing belang
"Yang Mulia jangan pergi, ingat ... pangeran melarang anda menemuinya," ucap sang dayang berusaha menahannya
"Aku tidak perduli, aku harus memastikan sendiri ia benar hamil atau tidak. Aku juga ingin tahu apa benar, Rendra masih memegang teguh janjinya atau ia sudah berkhianat," wanita itu kemudian segera menyuruh perajurit untuk menyiapkan tandu untuknya.
Setibanya di Istana Kucing Belang, Ia segera mencari keberadaan Rendra. Sundari yang melihat kedatangannya segera membisikkan sesuatu kepada Dilla.
Ia memberitahu jika wanita itu adalah mantan kekasih Rendra yaitu Saraswati Lelaki itu tak menyangka jika Saraswati akan datang menemuinya.
Mengetahui rivalnya datang membuat Dilla mendekati wanita itu.
"Kamu pasti datang untuk menemui Rendra bukan?" tanya Dilla dengan gaya coolnya
"Anda salah paham yang Mulia, kedatangan saya ke sini adalah untuk mengucapkan selamat atas kehamilan putri pertama mu,"
"Terima kasih, kalau kamu ingin menemui Rendra, dia ada di pendopo utama," bisik Dilla
Kita lihat saja, apa dia beneran tulus mau ngucapin selamat ke gue, atau emang mau embat laki gue,
"Apa tidak apa-apa Yang Mulia memberitahu keberadaan Pangeran kepadanya?" tanya Sundari
"Tidak apa-apa, aku yakin Rendra bukan tipe lelaki pengkhianat," jawab Dilla
"Syukurlah kalau yang mulia berpikiran seperti itu, semoga saja apa yang anda pikirkan benar, tapi jangan nangis kalau ada CLBK diantara mereka," jawab Sundari
"Cinta lama belum kelar?"
"Bukan??"
"Terus apa?"
"Cewek Lo Bloonya Kebangetan," jawab Sundari menahan tawanya
"Sue lo!" cibir Dilla
Gadis itu segera menyusul mencari keberadaan Saraswati. Namun ia tak menemukan Saraswati di Pendopo Utama. Bahkan ia melihat Rendra masih berbincang dengan teman-temannya.
"Sepertinya dia memang wanita baik-baik, dia bukan pelakor atau sejenisnya,"
Karena merasa Saraswati bukan ancaman Dilla kemudian kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
Sementara itu Saraswati diam-diam menyelinap ke dapur Istana. Ia sengaja mencari tahu hidangan yang akan di sajikan untuk Hanindilla.
__ADS_1
"Kalau boleh tahu apa kudapan untuk yang mulia Putri sudah siap?" tanya Saras saat melihat koki istana
"Semuanya sudah saya siapkan di meja utama, sebentar lagi para dayang akan mengantar ke kamarnya," jawab Koki Istana menunjukkan kudapan untuk Dilla
"Baiklah kalau begitu saya akan mencobanya dulu, karena kebetulan Yang Mulia Putri meminta saya untuk mencicipi makanannya,"
"Silakan,"
Saat melihat sang koki pergi, Saras segera menaburkan racun kedalam makanan Dilla.
Tak ada seorangpun yang mencurigainya saat ia berada di dapur Istana. Rencana Saraswati untuk menyingkirkan Dilla berjalan lancar.
Dilla dengan lahap menyantap semua makanan yang disediakan untuknya tanpa rasa curiga.
Satu jam kemudian wanita itu mulai merasakan perutnya panas dan menjerit kesakitan. Pesta yang awalnya berlangsung meriah langsung dibubarkan saat melihat Dilla muntah darah dan pingsan.
Suasana hingar bingar pesta berubah menjadi kepanikan saat tabib istana menyatakan kalau Dilla mengalami koma.
Selama Dilla koma Rendra dengan setia merawat dan menjaganya. Ia bahkan berusaha mencari tahu siapa dalam dibalik kejadian itu.
Dengan kerja keras Narendra akhirnya ia berhasil mendapatkan penawar racun untuk istrinya. Dibantu oleh Sundari ia pergi ke sebuah hutan hanya untuk mencari tanaman Herbal untuk menyembuhkan istrinya.
Dilla akhirnya siuman setelah meminum ramuan herbal yang diracik sendiri oleh Rendra.
"Akhirnya kamu sadar juga Dinda," ucap Rendra langsung memeluk erat istrinya
"Iya Dinda Hanindilla,"
"Bagaimana keadaan anak kita apa dia baik-baik saja?" tanya Dilla khawatir
Rendra kembali memeluk wanita itu dan mengusap lembut rambutnya.
"Sepertinya Tuhan menginginkan kita lebih dekat lagi, makanya ia mengambil kembali titipannya agar kita bisa bisa memiliki waktu lebih banyak untuk berduaan," ucap Rendra
Seketika Dilla langsung menangis tersedu-sedu mendengar ucapan Rendra. Bagaimanapun ia sangat terpukul karena kehilangan anak pertamanya.
"Jangan bersedih, kita masih muda dan masih bisa memiliki anak lagi," hibur Rendra menenangkan istrinya
Mendengar kabar bahwa Dilla sudah siuman membuat Arya Bayu menemuinya.
Lelaki itu kemudian memberitahu mereka hasil penyelidikannya selama ini.
"Jadi siapa pelakunya?" desak Dilla
Bayu menoleh kearah Rendra sebelum mengatakan siapa pelakunya.
__ADS_1
"Putri Saraswati,"
Seketika Dilla langsung mengepalkan tangannya saat mengetahui jika pelakunya adalah mantan kekasih Rendra.
Jadi ia sengaja tak mendekati suamiku, karena ingin menyingkirkan aku. Dia benar-benar Iblis, jangan harap kau bisa hidup tenang setelah membunuh calon anakku, aku pastikan kau akan mendapatkan balasan atas apa yang sudah kamu lakukan padaku,
Rendra segera menemui Saraswati sebelum pasukan kerajaan kucing belang menangkap wanita itu.
Meskipun ia sangat geram dengan apa yang sudah dilakukan olehnya, tetap saja ia tidak tega melihat wanita yang pernah dicintainya itu terluka.
"Aku tidak mau pergi!" seru Saras
"Kalau kau tidak mau pergi, maka aku tidak bisa menolong mu saat kerajaan kucing belang menjatuhkan hukuman mati padamu,"
"Jadi sekarang kau benar-benar sudah melupakan aku dan mencintai wanita itu?" tanya Saras dengan emosional
"Sekarang aku sudah menikah dengan orang lain jadi aku tak bisa mencintaimu lagi karena aku harus menjaga perasaannya,"
"Secepat itukah kau melupakan aku demi wanita yang baru kau kenal, ku kira kamu berbeda dengan lelaki lainnya, ternyata sama saja," jawab Saras begitu kesal
Ia kemudian meninggalkan Rendra tanpa mempedulikan ucapannya.
Perseteruan antara Dilla dan mantan kekasih Rendra di mulai. Kedua wanita itu melakukan perang secara terang-terangan, saat Saras berhasil mematahkan tuduhan dari pihak kerajaan kucing belang yang menyatakan jika ia adalah orang yang menaruh racun dalam makanan Dilla.
Ia bahkan berhasil membungkam koki istana dan dayang-dayang lainnya saat bersaksi di depan Raja Airlangga.
Meskipun wanita itu berhasil lolos dari hukuman mati, namun Dilla yakin jika Saras adalah pelakunya.
Dilla langsung menjambak rambut wanita itu begitu ia keluar dari pendopo utama.
"Awww, sakit!!" seru Saraswati
"Kau boleh saja membodohi orang-orang itu, tapi tidak denganku. Aku yakin kau adalah orang yang sudah membunuh anakku. Meskipun kau bisa selamat dari hukuman mati tapi kau tidak akan selamat dariku," ucap Dilla kemudian menyeretnya
"Lepasin gue, toloong!!" seru Saras mencoba melepaskan diri dari cengkraman Dilla
Wanita itu kemudian mendorong tubuh Saras hingga ia tersungkur di lantai.
"Kalau kau ingin mengambil Rendra, kenapa kau tidak mengambilnya saja dariku, kenapa kau malah membunuh anakku yang tak berdosa hah!" Dilla terlihat semakin marah saat melihat wanita itu segera bangun dan merapikan penampilannya
"Kalau untuk merebut kembali hati Rendra itu adalah hal mudah bagiku, jadi tunggu saja kau pasti akan menangis tersedu-sedu karena kehilangan suamimu," sahut Saras
"Jangan mimpi kau akan bisa mengalahkan pesona seorang Dilla Angelina Suherman,"
"Dilla Angelina Suherman??, jadi kau bukan putri Hanindilla Setyaningrum rupanya?" Saras tersenyum sinis saat berhasil mengetahui jatidiri Dilla
__ADS_1
Mantan kekasih Rendra itu sekarang tahu jika Dilla bukanlah puteri Hanindilla tapi orang lain yang berada dalam tubuh sang putri Raja tersebut.