Menjadi Ibu Diusia Muda

Menjadi Ibu Diusia Muda
CHICKEN DAN BUNGA MAWAR


__ADS_3

Yuk kita balik aja, bubar bubar. Makan di tempat lain gih” ucap Aurora tergesa-gesa sambil membawa kantung plastik yang ia minta di kasir barusan.


“Apaan sih, baru juga makanannya nyampe” ucap Mauren.


“Yaudah gue duluan ya, byeee manusia-manusia astralku. Mwaah ” ucap Aurora dengan berlari-lari kecil menuju pintu keluar.


“Nah kan temen lu noh, kumat lagi penyakitnya. Pasti Seno yang nyuruh dia pulang nih. Dasar bucin.” Celetuk Josel sedikit kesal.


“Ya makanya lu pacaran biar ngerasain gimana dilarang paca--”


Belum selesai Mauren berbicara, dengan sigap Josel menutup mulut mauren dengan ayam ditangannya dan kemudian tertawa sendiri melihat ekspresi wajah mauren yang datar namun mulut yang ditutup oleh paha ayam.


………………


Ibu Aurora yang sedari tadi menunggu anaknya dirumah karena jam sudah menunjukkan jam lima sore namun Aurora baru saja pulang. Saat mendengar suara pagar dibuka, ibu Aurora langsung bergegas untuk keluar rumah dan melihat putrinya sedang menutup pagar.


“Hehe, makan KFC yuk bu?” Ajak Aurora saat berbalik badan karena mendapati ibunya yang sedang diam menatapnya. Aurora tau ibunya sedang menunggunya sedari tadi, karena hal itulah ia langsung mengalihkan topik yang akan ibunya katakan. Begitulah kebiasaan Aurora karena dia sangat tidak ingin mendengar ibunya yang cerewet dan mengulang kalimat yang sama.


“Tenang bu, Aurora bakal kasih ibuk bagian yang banyak soalnya Aurora udah kenyang.” Ucap Aurora dengan sigap agar ibunya tidak memulai kalimat yang sama lagi untuk menceramahinya.


“Huft. Yaudah buat ibu aja semuanya” goda ibu Aurora.


“Yahhh… bagi dong bu, kan Aurora udah cape ngantri lama-lama buat dapetin kulit ayamnya” ucap Aurora sambil meletakkan makanan tersebut diatas meja makan.


“Loh! mana ini kulit ayamnya, ra?” tanya ibu saat membuka kotak ayam Aurora.


“Masa sih nggak ada bu, perasaan Rara bilang tadi pakai kulit ayam deh karna buat ibuk.”ucap Aurora berbohong.


“Ah kamu mah bohong terus. Biar nggak ibu cerewetin lagi kan?” ucap ibu.


“Ya ampun serius ibuk, berarti mereka tuh yang nggak denger. Awas ya besok Aurora datangin kakak kasirnya!” ucap Aurora dengan seribu alasannya.


“berarti ini buat ibu aja semuanya. Lebih baik kamu mandi dan beres-beres” ucap ibu.


“Huft”


Aurora pun langsung menuju kamar.


…………


“Gimana hari ini bee?” tanya seseorang dalam telepon tersebut, dia adalah Seno.


“Hmm, hari yang sangat menyenangkan dihari pertama sekolah. Aku ngerjain beberapa latihan dan tadi ada kuis mendadak tapi pertanyaannya sangat konyol.” jawab Aurora.

__ADS_1


“Emang pertanyaannya apa bee?” tanya Seno penasaran.


“Apakah besok Seno akan berangkat bareng ke sekolah bersama Aurora?” canda Aurora.


“hahaha, kamu ada ada aja masa pertanyaanya begitu. Tapi siap princess besok kita bakal berangkat bareng!” jawab Seno.


“Oiya, setelah pulang sekolah aku mau makan bareng sama Josel dan Mauren, boleh ya?” tanya Aurora.


“hmmm.. yaudah” jawab Seno dengan nada malas.


“Tapi besoknya lagi kamu harus pulang bareng aku, titik!” tegas Seno.


“Siap bos” jawab Aurora dengan diakhiri tawa oleh keduanya.


“Yaudah kamu tidur gih, nanti ibu ngomel-ngomel dan kita disuruh pisah lagi” canda Seno.


“Yeee nggak mungkin lah. Yaudah aku tidur ya. Good nite and sweet dreams” ucap Aurora.


“Good nite babe and sweet dreams” jawab Seno dengan mengakhiri percakapan mereka.


Tag


“Kamu belum tidur? Apa mau ibu sita Hp-nya?” ucap ibu Aurora yang tiba-tiba datang membuka pintu kamar Aurora.


“Ya ampun ibuu, untung aku nggak ada riwayat penyakit jantung” ucap Aurora. Tanpa disadar oleh Aurora ibunya sudah lama menguping pembicaraan mereka dari balik pintu.


“Hih, kenapa sih ibuk tu kadang susah ditebak. Tiba-tiba jutek, trus kadang keliatan seneng, eh nantinya cerewet. Butuh piknik nih kayaknya” protes Aurora sendiri sambil menghentakkan kakinya setelah ibunya menutup pintu kamar.


…………………..


Pukul 05.30 pagi kota Bandung di landa hujan deras, suasana terasa dingin dan membuat diri semakin malas untuk bangun, apalagi beranjak untuk mandi. Sekolah tetaplah harus berjalan karena tidak ada kata libur, namun cukup membuat hampir semua orang malas untuk beraktivitas, terutama Aurora. Ibu Aurora bahkan sudah 4 kali mengetok pintu kamar anaknya itu, namun tetap tidak ada jawaban sedikitpun. Aurora seperti tidur mati pagi itu, tidak mendengar panggilan ibunya dan bahkan alarm yang berada didekat telinganya tidak membuat Aurora terbangun. Untunglah ibu Aurora memiliki kunci serap untuk membuka kamar Aurora.


“BANGOOOOON” teriak ibu sambil memukul panci.


“Ya ampuuuuun, Iya buk iya” jawab Aurora yang langsung duduk. Bukan karena takut kepada ibunya tapi karena Aurora terkejut oleh suara panci yang dipukul oleh ibunya. Bergegas Aurora menuju kamar mandi tanpa mengeluh apapun kepada ibunya.


“Gilak gue bisa mati muda kalau gini terus” batin Aurora.


………..


“Jadi ini?, kenapa kamu selalu memilih ayam yang diciptakan duluan, bukannya telur? Hai, ketemu lagi yam!.” ucap seorang lelaki yang tiba-tiba berada disamping kanan Aurora sambil mengangkat tangannya, dia adalah Kara. Saat itu mereka bertemu lagi di KFC yang sama seperti kemarin sore.


“Kakak ngintilin aku ya?” tanya Aurora sambil melihat ke arah kiri dan kanannya entah sedang memeriksa apa.

__ADS_1


“Hmmm, iya atau nggak ya” jawab Kara sambil melipat kedua tangannya didada.


“Maaf mas mau pesen apa?” tanya kakak kasir kepada Kara.


“Maaf mbak mau pesen apa?” tanya kakak kasir yang berada disebelahnya kepada Aurora.


“Pesen paha ayam sama kulit ayam” jawab mereka berdua dengan serentak kepada masing-masing kasirnya.


“Cieeeee. Udah pacaran aja mbak sama masnya. Kalian udah keliatan cocok” ucap seorang pembeli yang berada tepat dibelakang mereka. Kedua kasir yang melayani Kara dan Aurora pun tersenyum.


Berada disuasana seperti itu membuat Aurora kikuk dan canggung bukan main. Namun berbeda dengan Kara, dia tersenyum mendengar ciutan dari suara pembeli tadi. Semua orang yang mengantri dibelakang Kara dan Aurora saling bergantian menggoda mereka. Tidak tau harus berbuat apa sehingga Aurora beralasan pamit untuk kekamar mandi namun nyatanya ia pergi mencari Josel dan Mauren.


“Gimana? Pesenanan lu mana?” tanya Josel saat melihat Aurora yang berjalan kearah mereka.


“Eh makanan gue, anjir pake lupa lagi, ini gara-gara kak Kara sih”batin Aurora dan melihat tangannya yang tidak membawa apapun.


“Yam gimana sih, pesanan kamu kok ditinggalin gitu aja” ucap Kara yang datang tiba-tiba.


“YAM?” ucap Mauren dan Josel yang bingung dengan panggilan itu.


“Ohhh.. kalian temennya Aurora ya, kenalin gue Kara kakak kelasnya Aurora waktu satu sekolah dulu” ucap Kara sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman kepada kedua sahabat Aurora.


“Kenalin Josel, sahabat Aurora” jawab Josel.


“Mauren” jawab Mauren.


“Yaudah aku balik dulu ya” ucap Kara sambil meletakkan makanan yang dibawanya keatas meja.


“Jangan lupa hutang kamu harus dibayar ya” bisik Kara kepada Aurora, lalu pergi dengan senyum tipis penuh rasa kemenangan dihatinya.


Sontak Aurora langsung teringat bahwa ia tadi hanya memesan tanpa membayar makanan tersebut. langsung Aurora mencari dompetnya untuk membayar makanan tersebut kepada Kara, namun Kara sudah cepat pergi dan menghilang.


…………….


Saat Aurora melihat meja diterasnya, terdapat kotak chicken dan setangkai bunga mawar merah disampingnya.


“Hmm, Seno romantis banget sih” batin Aurora. Sambil tersenyum dan kemudian mencium bunga mawar tersebut. Bahagia, itu lah yang dapat menggambarkan suasana hati Aurora saat itu.


Segera ia masuk menuju kamarnya agar tak dilihat oleh ibunya, bisa gawat dan akan banyak pertanyaan-pertanyaan yang harus ia jawab jika ibunya melihat.


“Besok kita main dulu ya sebelum pulang!” isi pesan singkat Seno.


“oke bos, btw makasih ya <3” balas Aurora.

__ADS_1


…………


Bersambung.


__ADS_2