Menjadi Ibu Diusia Muda

Menjadi Ibu Diusia Muda
FESTIVAL


__ADS_3

“Rara pergi aja bareng ibu ya keluar kotanya ya?” ucap Aurora saat sedang sarapan bersama dengan Kara dan Ibu Santi


“trus sekolah kamu gimana ra?”


“libur aja dulu, kan cuman 3 hari kan?”


“ibu seminggu pergi keluar kotanya, perasaan udah ibu bilang deh sama kamu.”


“hehe rara lupa bu, ya maaf. Tapi Rara boleh ajak Josel sama Mauren nginap kan bu?”


“boleh tapi sabtu depan”


“yah itu mah sama aja boong bu.”


“Kara tolong ya kamu jagain Aurora dan bilang sama ibu kalau Aurora sempat ngajak Josel sama Mauren nginap kecuali sabtu depan”


“iya tante”


“nggak usah jadi cepu gitu deh kak, masa dikit-dikit bilang ke ibu”


“huuuuft” bunyi nafas panjang Kara


“pake ngendus lagi. Nggak sopan tau” ucap Aurora


“Aurora kamu yang dari tadi nggak sopan, ibu nggak suka ya kamu kasar begitu”


“sekarang minta maaf sama Kara”


“ma-maaf kak” sementara kara tersenyum lebar penuh kemenangan didepan Aurora. akhir-akhir ini hubungan mereka sudah seperti kucing dan tikus tapi bagi Aurora seorang, sedangkan Kara sangat menyukai tingkah Aurora yang semakin berani kepadanya.


“okay kita berangkat sekarang ya, nanti telat naik pesawatnya”


“okay tan, barang-barang tante udah aku tarok semua ke mobil dan kita bisa berangkat sekarang”


“waaah makasih banyak nak kara, maaf ya merepotkan kamu terus.”


“nggak papa tante, Kara senang kok bantu tante sama Aurora”


“aku nggak butuh pertolongan kakak tuh” celetuk Aurora namun Kara malah tersenyum mendengar ucapan Aurora tersebut


………………..


“udah nangis nya? ibu kamu cuman seminggu kok perginya!” ucap Kara


“alah bacot, gue lagi nggak butuh nasehat.”


“ini tisu, nanti ingus kamu kemana-mana” ucap kara.


“iiiiih resek banget sih kak. Mana ada ingus aku coba, orang cuman nangis doang”


“itu dari tadi narik-narik ingus mulu. Cepetan lap”


“ngeselin banget sih” ucap Aurora sambil membersihkan hidungnya


“kamu ada acara setelah ini?”


“emang kenapa?”


“orang nanya malah balik nanya, ada acara atau nggak hari ini?”

__ADS_1


“enggak”


“yaudah ayok ikut kakak” ucap kara dan berjalan lebih dulu


“kalau aku nggak mau gimana?”


“yaudah kamu pulang sendiri? Tapi aku yakin kamu nggak bawa uang dan hp kan?”


“berubah profesi jadi spy ya?” ucap Aurora sambil berjalan dibelakang Kara.


“emang kakak mau ngajak aku kemana sih? Kalau ngajak aku makan sorry to say aku udah kenyang dan kalau ngajak aku ke taman, aku nggak mood”


“udah tenang aja, aku nggak bakal ngajak kamu kesana kok”


……..


Tidak disangka ternyata Kara membawa Aurora pergi ke festival di pusat kota. Suasana yang meriah dan dipenuhi banyak pengunjung serta akan ada penampilan-penampilan beberapa artis nantinya.


“oh my GOD, gilak ini keren banget. Kakak harus tau kalau ini first time aku pergi ke festival di Bandung loh. Pokoknya kita pulang kalau acara udah selesai okay”


“hahaha, mau pulang malam kamu?”


“yaudah kita pulang dulu nanti sore buat mandi trus balik lagi kesini sampai selesai, boleh ya kak?”


“hm, boleh nggak yaa”


“ayo lah boleh yaa?”


“yaudah sekarang kamu mau ngapain disini?”


“liat-liat dulu, ayok!”


Beberapa lagu diacara festival sudah dimulai sedari tadi, sehingga membuat acara begitu lebih meriah. Ada beberapa artis yang Aurora sukai hadir untuk bernyanyi diacara tersebut dan sebentar lagi merupakan gilirannya untuk bernyanyi.


Aurora yang awalnya sedang duduk bersama Kara disalah satu stan sambil memakan kue, saat mendengar suara idolanya Aurora langsung berlari menuju area panggung. Tentu saja Kara kalang kabut melihat tingkah anak cilik ini.


“Astagaaaa memang nggak salah Josel manggil dia anak TK” ucap Kara sendiri


“mas ini bayarannya, kembaliannya ambil aja ya mas”


“wah makasih loh mas, awet-awet sama pacarnya ya mas”


“makasih” ucap kara sambil tersenyum dan langsung pergi mencari Aurora


“lama-lama aku borgol juga kamu ra” ucap Kara sambil mencari Aurora


Untunglah kara menemukan Aurora yang tengah hikmat menikmati acara musik tersebut, bahkan aurora ikut bernyanyi ditempatnya berdiri. Langsung kara pun mendekatinya lalu ikut menyanyikan lagu yang sedang berlangsung.


Mereka pun menikmati setiap lagu yang dinyanyikan hingga jam menunjukkan pukul 6 sore dan saat ini mereka berdua tengah duduk di atas rumput didepan panggung, mungkin kecapek-an.


“gimana seneng nggak hari ini?”


“seneng bangeeeet, kapan lagi ya ada acara seperti ini?”


“besok pagi ada acara senam pagi disini dan masih buka stan-stan seperti ini, kamu mau kita ikut?”


“boleh kah? Kakak besok nggak ada kerjaan kan?”


“enggak, besok kan minggu”

__ADS_1


“oke jadi kita besok jogging dan ikut senam yah”


“hahaha semangat banget sih kamu”


“ya haruss, biar penat diotakku mereda kak”


“emang kamu kenapa ra?”


“enggak, aku nggak papa. Kayaknya aku haus deh kak”


“huuuuft, yaudah ayok cari minuman dan kita bisa duduk dulu disana sebelum pulang okay?”


“heem, aku juga udah capek banget dan ini juga acaranya mau selesai ya”


“enggak ah, selesai sampai jam 11 atau jam 12 malem kali”


“kita mesti ikut!”


“buset, kamu nggak capek ra?”


“enggak!, aku pengen melepas penat sebelum ibu pulang kak”


“yaudah ayok, tapi kita pulang dulu dan mandi, okay?”


“yaudah kita beli minuman dan langsung pulang aja kak”


“okay”


……….


Sesampai dirumah pukul 7 malam, aurora langsung bergegas menuju kamar dan bersiap-siap untuk berangkat kembali.


“Ra. ini ada telfon” ucap kara dari luar kamar Aurora dan langsung dibuka oleh Aurora sambil meraih ponsel Kara.


Kara yang melihat Aurora saat membuka pintu sangat terkejut, karena gadis itu sudah siap dengan dandanannya. Bagaimana tidak, mereka baru saja setengah jam yang lalu sampai dirumah dan bahkan kara belum bersiap-siap sama sekali karena ia masih duduk santai dari tadi.


“halo bu?”


“kenapa kamu nggak angkat telfon sih ra dari tadi?”


“maaf bu, aku tadi nggak megang ponsel”


“kamu dimana sekarang?”


“dirumah bu”


“yaudah jaga diri dan jangan melawan sama Kara ya. Dia udah baik banget mau dimintai tolong loh”


“siap bu, ibu gimana disana? Baik-baik aja kan?”


tanya Aurora


“baik nak, yaudah ibu tutup dulu ya teleponnya soalnya ibu masih ada kerjaan ini”


“okey bu, hati-hati dan jangan telat makan”


“kamu juga ya nak” jawab ibu, dan langsung mengakhiri panggilan tersebut.


Aurora pun bergegas mengambil tasnya dan turun kebawah untuk menghampiri Kara.

__ADS_1


_Bersambung_


__ADS_2