
“Perasaan gue lebih cantik dan kaya dari itu anak, kenapa juga seno mau ama cewe murahan kek dia” ucap Chelsea.
“Gue juga heran, tu cewe kayaknya pake pelet deh” balas Aurel.
“Anjir hari gini pake pelet, HELLAWWWW!” balas Chelsea.
“Ya bisa aja sih, nggak ada yang nggak mungkin. Mana tau dia butuh duit dari Seno”
“hahahaha bener juga lo, tumben otak lu bener”
“hahaha”
Plak
Tamparan Josel mengenai wajah Chelsea
“BERANI LO FITNAH AURORA LAGI GUE CABIK-CABIK MULUT, NGERTI LO!” tegas Josel sambil menjambak rambut Chelsea. Sementara Aurel yang melihat adegan tersebut ketakutan melihat ekspresi Josel yang sangat begitu marah. Bagaimana tidak Josel yang merupakan perempuan tomboy dan berbadan tinggi serta bisa karate, sangat mudah bagi Josel untuk melawan mereka berdua.
“DAN JUGA, LO! NGERTI LO BEDUA!” tegas Josel dengan dilepasnya jambakan rambut Chelsea dengan kasar lalu meninggalkan mereka.
“hih, awas lu ya!” ucap Chelsea dengan nada kecil sambil merapikan rambutnya.
……………………
“……...Lihatlah lingkungan kita saat ini, semakin hari semakin memburuk. Kurangnya kesadaran diri untuk membuang sampah pada tempatnya dan mau ikut serta dalam memisahkan sampah organik dengan sampah anorganik semakin menurun. Kita sebagai generasi muda yang akan hidup dimasa depan, apakah tidak terpikirkan untuk membuang sampah pada tempatnya?. Jika kita tidak saling mengingatkan lantas siapa yang akan mengingatkan kita? Batu? Apa mau banjir dulu dimana-mana baru sadar?. Jadi ayolah kita sebagai generasi muda saat ini bersama-sama menjaga negeri kita untuk kehidupan kita yang lebih baik dimasa depan!. Baiklah sekian pidato saya dan marilah kita bersama-sama bergerak mulai saat ini tanpa menunggu nanti. Ayo Lakukan Gerakan 3R! recycle, reuse, and reduce!” Isi Pidato Aurora di pagi hari jum’at. Sebagai seorang aktivis di sekolah dan sekaligus menjadi ketua dalam gerakan 3R membuatnya harus sibuk akhir-akhir ini karena jabatan ini akan ia turunkan kepada adek kelasnya yaitu kelas dua.
………………………..
“Kenapa sih kamu tu bikin aku kagum terus?” goda Seno saat menghampiri Aurora yang sedang duduk didepan kolam yang berada disamping kelas Ipa.
“Apaan sih”jawab Aurora malu
“Kamu itu kenapa makin hari makin keren, cantik dan sempurna aja dimata aku?.”
“yeee gombal gombal… siapa sih yang ngajarin kamu jadi makin gombal gini? Gombalannya juga kayak gombalan bapak-bapak hahaha”
“apa ? bapak-bapak? Awas ya kamu sini aku gelitikin” tangan Seno pun mulai menggelitik pinggang Aurora
“hahahha jangan no geli tau”
“senoooooo ”
__ADS_1
Aurora pun berlari menjauhi Seno agar tak digelitiki lagi.
Bug
“Aduhhhhh” Aurora terduduk didatas rumput, dia tidak melihat punggung seseorang didepannya.
“Sorry” sambil mengulurkan tangan ke arah Aurora dengan niat membantu Aurora berdiri.
“Hah? Kakak beneran ngintilin aku ya?” ucap Aurora saat melihat wajah Kara dan berdiri sendiri.
“Ra kamu nggak papa kan?” tanya Seno yang menghampiri dengan nada cemas.
“Lu apain cewe gue sampai jatuh gini, hah?” bentak Seno kepada Kara.
“Seno bukan kakak yang salah, tapi aku yang nabrak kak Kara”
“Kakak?” tanya seno.
“Maaf saya nggak sengaja tadi jalan sambil liat buku, ternyata pacar anda lagi lari. Maaf ya.”
“Makanya lain kali jalan tuh pake mata, awas ya lu” tatap tajam Seno.
“Saya minta maaf, kalau ada lecet biar saya antar ke rumah sakit, ayok” ajak Kara.
“No, kamu kok kasar sih. kan udah aku bilang, aku yang salah”
“Yasudah kalau anda tidak apa-apa, saya izin pamit. Karna saya harus ngajar” Ucap Kara memotong
“HAH! Ngajar?” tanya Aurora dan Seno bersamaan.
Kara pun meninggalkan mereka tanpa memedulikan pertanyaan Aurora dan Seno.
………..
Jam masih menunjukkan pukul dua siang, dan Aurora masih memiliki mata pelajaran yaitu Bahasa Inggris. Semua siswi dan siswa kelas tiga Ipa satu siang itu sedang bercengkarama dengan sesama teman sebangkunya. Ada yang berbincang tentang universitas dan ada pula berbincang tentang rencana jurusan yang akan mereka ambil. Sedangkan Aurora siang itu memilih untuk tidur sembari menunggu guru yang akan masuk. Namun beberapa saat kemudian seorang guru memasuki kelas Ipa satu tersebut.
“Baiklah karena Mr. syaf tidak bisa hadir dalam bulan ini maka saya yang akan menggantikan beliau untuk mengajar” Ucap kara yang berdiri didekat meja guru dan meletakkan buku Bahasa Inggris di atas meja.
“Hey bangunkan teman kalian yang tidur itu” perintah Kara.
Teman sebangku Aurora mencoba untuk membangunkan Aurora, namun Aurora sedikitpun tidak tersadar. Sehingga hal itu membuat Kara memiliki niat jahat. Kara pun mendekat ke meja Aurora lalu dengan ide jahilnya itu, kara membuka hpnya dan menghidupkan audio seseorang memukul drum dengan volume yang full dan ia dekatkan ke telinga Aurora.
__ADS_1
“AAAAAAAAA AYAM GUAAA” teriak Aurora yang langsung bangun bahkan berdiri setelah dikejutkan dari tidurnya.
Seisi kelas tertawa mendengar terikan Aurora.
“Ra ayam lu lepas Ra, kejar gih kejar hahahha” ledek farhan teman sekelas Aurora.
Membuat seisi kelas semakin tertawa. Kara bahkan tak kuat lagi untuk tidak tertawa bahkan perutnya sudah keram karena tertawa. Aurora hanya bisa menggigit jarinya sendiri dan menatap sinis kepada Kara. Kara yang melihat mata Aurora pun langsung terdiam dan berjalan mendekati meja guru.
“baiklah anak-anak, kita mulai pembelajaran hari ini. kalian bisa buka page 5” ucap kara untuk mengalihkan suasana saat itu.
“awas ya lu Kara, gue balas lu nanti” batin Aurora.
………….
“Gimana tadi dikelas?” tanya seno sambil
memakaikan helm kekepala Aurora.
“Hm, baik-baik aja kok. Kenapa?”
“Nggak, tadi aku lewat dekat kelas kamu dan kedengeran ribut banget padahal ada guru.”
“Ohhh itu, enggak kenapa-kenapa kok”
“Bagus deh”
Aurora tidak ingin menceritakan kejahilan Kara terhadapnya siang tadi, karena itu akan memperpanjang masalah tadi pagi. Melihat Seno yang tempramen membuat Aurora enggan menceritakan semua masalah yang ia alami.
Hari yang sedikit melelahkan bagi Aurora. Bagaimana tidak, ia harus membuat laporan pertanggung jawaban dari kegiatan yang sudah diembannya bahkan sejak hari Rabu kemarin ia mulai. Sehingga ia tidak dapat menempati janjinya untuk menghabiskan waktu bersama Seno. Ditambah lagi, pagi tadi ia bertemu dengan Kara dan mengetahui Kara mengajar dikelasnya.
Sesampai dirumah, Aurora melepaskan kekesalannya kepada boneka koala milikinya. Hal itu karena kejadian tadi siang, saat Kara mempermalukannya didepan teman-teman sekelasnya.
“Gue cabik-cabik ya lu, awas aja lu berani ngomong lagi ke gue. Gue jambak lu” bentak Aurora kepada boneka koala miliknya serta memukul-mukul boneka tersebut seolah-olah sedang memukul Kara.
Sebenarnya Aurora tidak menyangka Kara akan menjadi seorang guru karena ia berfikir kalau Kara itu sangat cocok menjadi dokter, karena Kara adalah seorang yang rajin dan pintar saat mereka satu sekolah dulu.
………………..
Saat Aurora duduk dikursi halaman rumahnya sambil memakan beberapa kue kering. Ia mendapati ibunya yang diantar oleh mobil toyota rush berwarna putih. Ia tahu betul itu bukan mobil ibunya. Saat ibunya keluar dari mobil tersebut dan lelaki itu pun keluar sambil membawakan barang belanjaan ibunya, terlihat mereka saling berbincang...
“HAH KAKAK LAGI?” Ucap Aurora.
__ADS_1
bersambung.