
“kak Karaaaaa, ayok kita berangkat” panggil Aurora dari depan kamar Kara
“kemana sih, perasaan dia turun kebawah deh tadi” ucap Aurora sendiri
Aurora pun memutuskan untuk memasuki kamar Kara.
“AAAAAAAAAAAA”
“astaga, kenapa masuk sih raaa” ucap kara santai
“KENAPA NGGAK NYAUUT SIH DARI TADI”
“ya maaf lagi konsentrasi nyari baju”
“kamu mau liatin kakak make baju?”
“BODO” Aurora bergegas keluar kamar. Mungkin detak jantungnya saat ini sudah tak dapat dikendalikan karena ia baru saja melihat Kara hanya menggunakan handuk sehingga terpampang jelas dada bidang Kara.
“Hahahaha dasar”
Lalu, Aurora-pun memutuskan untuk duduk disofa sambil menenangkan pikiran dan jantungnya.
………
“Seno kamu mau kemana malam ini?” tanya pak wijaya
“mau kerumah Aurora pa, kenapa pa?
“mau denger teka teki papa nggak”
“udahlah pah, jangan bikin mood Seno down cuman gegara teka teki papa”ucap ibu wijaya
“Orang apa yang berenang tapi rambutnya nggak basah?”
“orang-orangan”
“Salah. Coba pikir lagi”
“Yaudah berarti orangnya itu papa”
“lah papa kan nggak bisa berenang”
“Jawabannya pak dedi dong” celetuk adek Seno
“kok pak dedi?” tanya Seno dan ibu wijaya bersamaan
“Karena pak dedi Botak jadi kalau dia berenang mana ada rambutnya basah, ya kan pa? hahaha”
“betul sekaliiii”
“oalahhhh, anak sama bapak sama aja. Sama-sama receh”celetuk ibu wijaya
“huuft, seno jalan dulu ya ma pa”
“iya, hati-hati ya nak” jawab ibu wijaya
“ajak kak rara kesini lagi dong kak”
__ADS_1
“iya nanti deh”
“okay”
…………
Saat ini seno sedang mengendarai mobilnya menuju rumah Aurora. Sudah seharian ini Seno tidak mendapatkan kabar dari Aurora. tentu saja itu membuatnya pusing dan gelisah. Bahkan sudah tak terhitung olehnya berapa kali ia menelfon Aurora namun tak ada jawaban sama sekali.
Saat ia sampai didepan rumah Aurora, sayangnya ia malah mendapati rumah yang sepi, dimana hanya lampu teras saja yang hidup sedangkan bagian ruang tamu tidak ada cahaya sama sekali.
“Raaa! apa ada orang di dalam?” Panggil seno sambil mengetuk pintu rumah Aurora
Namun sayangnya sudah beberapa menit seno menunggu, tetap saja tidak ada jawaban.
Tentu saja perasaan Seno tidak karuan, dan mau tidak mau seno harus bertanya tentang keberadaan Aurora kepada sahabatnya yaitu Josel atau mauren.
“siapa ni?” ucap Mauren
“ini gue seno”
“mau apa lo?”
“Aurora dimana”
“ya mana gue tau, kan pacarnya lu.”
“kalian berantem ya?”
“apaan sih, lu bukannya ogah ngomong sama gue dan josel, napa tiba-tiba lu nelfon”
“gue nggak pernah bilang gitu ya”
“okay gue minta maaf”
Namun sayangnya telepon sudah dimatikan Maureen.
“ah shit” kesal seno
Seno pun mencoba untuk me nelfon josel.
“halo ini siapa?” ucap josel
“ini gue Seno”
“mau apa lo?”
“Aurora ada dirumah lo?”
Belum sempat mendengar jawaban Josel, Hp Seno pun mati karena sudah kehabisan batrai.
“FUCK” kesal seno.
Seno pun memutuskan untuk menunggu sebentar dari dalam mobil.
Hingga akhirnya ia tertidur dan hampir 2 jam didalam mobilnya yang iya parkirkan didepan rumah Aurora.
Namun semuanya nihil, rumah Aurora tetap seperti sebelumnya.
__ADS_1
……
Disisi lain Aurora sangat begitu senang karena suasana festival malam ini begitu meriah dengan acara musik dan beberapa acara lainnya. Begitu banyak ragam aneka makanan dan beberapa pameran karya lokal yang dijual.
“udah jam setengah 11 nih, kita nggak pulang?” tanya Kara
“jam 12 boleh nggak kak? Ya kak?” ucap Aurora memohon
“nanti ibu kamu nelfon loh”
“enggak bakal deh, kan ibu sibuk. Jam 12 malam yah kak”
“besok katanya mau jalan pagi”
“jam 12 yah kak”
“yaudah iya deh. Kakak nurut aja”
“yey!”
“kenapa kamu seneng banget suasana malam festival ini ra?” tanya Kara
“karna…”
“karna apa?”
“hmmm.. nunggu ya?” canda Aurora
Sontak kara pun mencubit hidung Aurora.
“kaaak, ih sakit tauu. Mentang-mentang hidung aku nggak mancung”
“iya kayak hidung kucing”
“apaan sih, receh ah.”
“orang aku lagi nggak ngelawak”
“kak pulang yuk. Aku ngantuk”
“lah belum juga jam 12, kamu kenapa ra?”
“capek banget serius”
“yaudah ayok”
………..
Sesampai dirumah tidak ada percakapan antara Kara dan Aurora. entahlah, mungkin sama-sama kecapek-an dan Kara pun tidak ingin bertanya lagi karena sepertinya mood Aurora tidak sedang baik.
Saat Aurora memasuki kamarnya, ia mendengar bahwa Hpnya berbunyi dan langsung ia mengangkat telepon tersebut.
“akhirnya kamu ngangkat telfon aku juga ra, kamu kemana aja sih seharian ini?”
“maaf sen, aku nggak ngabarin kamu”
“iya, kamu kemana aja?, kamu lupa ya kalau kamu punya pacar?”
__ADS_1
“bukan gitu. Maaf”
_bersambung_