
Siang harinya amel tengah membantu mencuci pakaian Bu nia dan membersihkan seluruh ruangan rumah bu Nia.
karna Bu nia tinggal seorang diri dan umurnya yang terbilang cukup tua pun tidak bisa selalu memberikan rumah setiap menit.
Disisi lain Bu nia juga bersyukur atas kedatangan Amel kerumahnya , dia bisa merasakan kehangatan seorang anak yang sejak dulu sangat ia rasakan. tapi, semua keinginan nya sia-sia karna masa lalunya yang terlalu suram.
"neng lia sudah istirahat dulu, daritadi bersihkan rumah ibu kok ya nggak ngerasa capek" kekeh bu nia
"iya Bu, sebentar lagi. ini tinggal ngepel lantai aja kok Bu"
"yaudah kalau sudah selesai , istirahat dulu ya. itu tadi ibu buatkan es rasa ,ibu taruh di meja depan ya"
"iya Bu, terimakasih"
Amel menjalani kehidupan sehari semalam setelah keluar dari istana milik Alex pun merasa nyaman.
Untuk ketenangan belum Amel rasakan, karna mau bagaimanapun dia masih berstatus istri orang dan mau bagaimanapun juga Alex masih mempunyai hak atas dirinya.
tetapi, biarlah untuk sementara waktu dia pergi dan menjalani kehidupan selayaknya kehidupan yang pernah ia jalani sebelum-sebelumnya.
Bahkan Amel juga mengganti nomer telfon miliknya saat tiba di terminal di kota B ini.
.
.
"Ibu, Lia minum ya es nya"
__ADS_1
"iyaaa minum neng" teriak ibu dari samping rumah
Amel duduk bersantai dengan meminum es buatan Bu nia dan dia pun segera ingin menghubungi pemilik ruko yang ada di penghujung jalan tadi.
Amel mengirimkan pesan ke nomer yang tertera di banner depan ruko tersebut dan tidak lama pemilik ruko tersebut membalas pesan yang ia kirimkan tadi.
"ibu" Amel berjalan ke samping rumah untuk menemui Bu nia
"iya ada apa neng?"
"besok lia mau ada ketemu sama pemilik ruko yang di depan tadi. sekalian mau survei tempat nya" ucap Amel dengan riang
"oeh benarkah? semoga cocok ya neng"
"aamiin Bu, besok ibu ikut ya"
"apa nggak papa?"
"baiklah neng Lia, ibu akan menemani mu besok"
"terimakasih ibu"
Mereka berdua sebenarnya sama-sama merasakan kehilangan sosok seorang ibu dan anak.
background keluarga Bu nia pun sama halnya dengan Amel.
tetapi perbedaannya, bu Nia lah yang ingin membuat dirinya kehilangan sosok anak dalam hidupnya dengan menitipkan anak semata wayangnya dulu ke panti.
__ADS_1
.
.
Keesokan harinya Amel bangun seperti biasa, dia bangun tidur melipat tikar ,kasur lantai dan segera untuk menyapu seluruh ruangan.
Amel tidak tau jam berapa bu Nia selalu bangun , tapi ketika Amel bangun tidur. Bu Nia selalu sudah bangun terlebih dahulu dan sudah beraktivitas di dapur.
Setelah Amel menyapu ruangan, dia berjalan menuju kamar mandi dan segera ia membersihkan tubuhnya.
"pagi bu Nia" sapa Amel setelah menyelesaikan mandinya
"pagi neng, wah sudah cantik"
"mau ibu buatkan teh hangat?"
"tidak usah bu, nanti lia buat sendiri. ini ibu masak apa?"
"aaah ini cuma sayur bayam neng, sama tadi sudah goreng tahu,tempe dan ikan laut sedikit. tidak papa kan jika lauk nya cuma ini?"
"tidak papa Bu, Lia malah berterimakasih banget sama ibu"
"ibu yang harusnya bilang gitu neng, karna Eneng disini jadi ibu nggak kesepian lagi" kekeh bu Nia
Amel tersenyum dan dia mengambil piring atau peralatan masak yang telah kotor untuk segera ia cuci di belakang dapur bu Nia.
"Bu nanti jangan lupa antar Lia ketemu sama pemilik ruko ya" ucap Amel yang tengah mencuci piring tersebut
__ADS_1
"iya neng, nanti ibu temani"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...