
Keesokan hari nya, amel bangun seperti biasa nya. dia segera membersihkan tubuh nya dan menjalankan kewajiban nya. setelah itu dia keluar dari kamar untuk menuju dapur mini.
"Pagi Bu Nia" sapa Amel
"pagi neng, keliatan sumringah sekali neng" goda Bu Nia
"Ah ibuk bisa aja"
"Serius loh, dibanding sebelum-sebelum nya. kenapa neng Lia tidak bercerita soal pernikahan neng Lia?"
"Maaf Bu, saya pikir saya tidak akan bertemu dengan suami saya lagi"
"Ya tidak papa neng, tapi alangkah baik nya kalau ada permasalahan rumah tangga jangan gegabah mengambil keputusan. takut nya jika kalian sudah memiliki momongan, akan membuat anak kalian menderita" nasehat Bu Nia
"iya Bu, terimakasih atas nasehat nya"
"ngomong-ngomong neng Lia akan kembali ke Jakarta atau tetap tinggal disini neng?"
"emm, soal itu seperti nya Lia akan kembali ke Jakarta Bu, tapi sesekali Lia akan main kesini" terang Amel dengan membantu Bu Nia yang sedang memasak.
"Oh iya tidak papa neng. trus Toko nya mau ditutup atau bagaimana itu neng? ibu tidak tau cara nya jika ingin membantu"
"Nanti Lia Carikan karyawan untuk bantu ibu disini ya. biar ibu nggak keberatan dan nggak mikirin laporan harian juga"
"Kalau ibu mah terserah Eneng aja. yang penting ibu di kasih kesehatan dan pekerjaan untuk menyambung hidup kedepan nya"
"ibu tenang aja, Bu Nia sudah Lia anggap seperti ibu kandung Lia sendiri"
"Terimakasih neng, semoga selalu mendapatkan keberkahan setiap langkah baik yang neng Lia ambil"
"aamiin Bu, terimakasih atas doa nya"
Bu Nia dan Amel memasak makanan yang cukup banyak.
__ADS_1
Dilain sisi untuk mereka makan sendiri , mereka juga menghidangkan untuk bapak tukang yang bekerja membongkar dan membangun rumah Bu Nia.
.
.
"Sayanggg" teriak Alex keluar dari kamar nya dengan kondisi tubuh yang tidak memakai atasan sama sekali.
"Ada apa mas? rumah segini jangan dipakai teriak-teriak. kedengeran dari luar nanti, masih pagi juga" cerocos Amel
"Kamu darimana? kenapa tidak membangunkan aku? ayo masuk dulu"
"baru bantu Bu Nia masak tadi loh, mau apa?" Amel mengikuti langkah Alex menuju kamar nya kembali.
Siapa sangka hasil teriakan Alex tersebut dapat membangunkan Roy yang sedang tidur di depan tv
Ceklek..
Alex menutup pintu dan tidak lupa mengunci nya dari dalam.
",Tidurlah"
"Ha? udah pagi loh ini mas, nggak malu sama matahari yang udah ngeluarin sinarnya?"
"Cepet sayang" rengek Alex
"Ya iya"
Amel menuruti apa kata Alex , dia tidur di kasur nya kembali dengan menatap Alex yang berdiam diri di dekat pintu.
"Trus? aku harus apa? tidur lagi?"
"Tidak" Alex mendekat ke arah Amel kemudian.
__ADS_1
"Buka baju nya"
"Heh!! jangan ngawur mas, ini sudah terang tu loh" Amel menepis tangan Alex yang sudah siap membuka baju milik Amel.
"Aku mau menagih janji mu sayang"
"Janji apa?"
",Yang semalem"
"i want your milk" bisik Alex dengan meniup telinga Amel dan seketika bulu kuduk Amel meremang.
",Nanti malam ya"
"No, I want to do it now"
Alex tetap bersikukuh untuk membuka baju milik Amel, dengan keadaan pasrah. Amel menuruti keinginan suami nya ini.
Entah mengapa Alex jadi berubah seperti anak balita yang selalu ingin di manja.
Setelah membuka sepenuhnya pakaian atas milik Amel, Alex menata bantal di belakang punggung Amel untuk di jadikan nya penyangga.
Dan kemudian......
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa berikan dukungan berupa.
Like...
Comment...
Vote....
__ADS_1
dan tambahkan ke daftar bacaan favorit kalian, terimakasih ❤️