
Setelah selesai makan dan sedikit mengobrol dengan Bu Nia, Roy memutuskan untuk pulang ke Jakarta.
Dia benar-benar harus segera menemui sang bos nya. bukan karna ia ingin mengadukan pertemuan ke Alex , tapi ada hal lain yang harus segera ia sampaikan mengenai alasan kepergian Amel.
****
"tadi anak laki-laki itu baik ya neng, orangnya ramah"
"hehe iya bu , dia orangnya asyik kalo bercerita"
"iya benar. kamu nggak naksir sama laki-laki itu neng?"
"naksir? oh tidak Bu, dia hanya teman Lia saja"
"naksir juga tidak papa , anaknya keliatan baik dan bertanggung jawab"
"hehe"
Amel segera melanjutkan aktivitas nya membersihkan lantai yang dipakai untuk menaruh tempat stok produk tokonya.
Bu Nia memang belum mengetahui jika dirinya sudah menikah, Amel tidak bercerita banyak tentang kehidupan nya kepada Bu Nia.
__ADS_1
yang Bu Nia tau, Amel hanyalah anak muda dari Jakarta yang ingin mencari pekerjaan di tempat terpencil seperti ini untuk menghilangkan kejenuhan di ibu kota.
'aku berharap banyak padamu Roy, aku sudah menjelaskan apa yang ingin kamu tau dan aku juga ingin menerima imbalan dari apa yang aku ceritakan" batin Amel
Amel sedikit banyak mengobrol dengan Roy tentang alasan kepergian nya kali ini.
Tapi dengan syarat, Roy harus menutup informasi mengenai keberadaan nya di tempat ini. jika, Roy membocorkan dan Alex mengetahui hal ini . sudah dapat dipastikan, Amel akan pergi ketempat yang jauh lebih sulit untuk mereka jangkau.
Dan satu hal yang bikin Amel sedikit nyaman dengan kepergian ini adalah Amel belum mengandung darah daging dari sang suami.
kemarin lusa, Amel kedapatan tamu yang membuktikan jika belum ada janin yang bersemayam di rahimnya.
bukanlah, mengandung perlu situasi dan kondisi yang nyaman? fikiran yang tenang dan jiwa raga yang siap? agar semua berjalan dengan lancar dan janin yang ia kandung tumbuh kembang dengan baik dan lahir dengan selamat.
"ibu, Lia pulang ke rumah dulu ya. mau beres-beres barang yang masih bisa disimpan disana. inshaAllah lusa kita mulai bongkar rumah ibu"
"loh, kok buru-buru di renovasi neng. nanti-nanti saja tidak apa-apa kok"
"tidak papa Bu, biar sama-sama jalan dan cepat selesai"
"oh iya, biar ibu saja yang beres-beres dirumah neng. kamu jaga toko aja ya, nanti kamu nggak tau barang apa saja yang masih ingin ibu simpan"
__ADS_1
"oiya ya. hehe, Lia lupa Bu. oke baiklah, ibu hati-hati ya. nanti ibu sisihkan barang-barang yang perlu diamanin aja, untuk nyapu dan lain-lain nya biar Lia yang terjun"
"Halah, nggak usah. biar sekalian, ibu pulang dulu ya. neng Lia hati-hati disini"
"iya, ibu juga hati-hati"
Bu Nia segera pulang kerumahnya. bukan karna ia tidak percaya dengan Amel, hanya saja banyak berkas-berkas yang sangat penting yang harus ia jaga dengan baik.
sebenarnya Bu Nia bukanlah takut akan keberadaan barang-barang berharga nya, yang lebih ia takutkan surat-surat dan foto yang pernah dikirim dari salah satu panti ke alamat rumahnya akan hilang berserakan.
toh, barang berharganya hanyalah sebuah kalung couple untuk dirinya dan anak perempuan nya pemberian dari mantan suaminya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selamat pagiii...
Selamat beraktifitas...
Semoga update cerita ini dapat menemani kalian..
terimakasih ❤️
__ADS_1