
Setelah menerima handphone Amel, Alex duduk di salah satu kursi dengan membuka semua aplikasi yang ada di handphone milik istrinya tersebut.
"Bahkan disini tidak ada nomer ku Mel?" geram Alex
"aku lupa memback-up kontak lama ku mas"
"Dan ini coba lihat pesan mu dengan laki-laki tadi, kamu bertingkah seperti wanita yang masih gadis"
"iya maaf mas"
Amel tidak ingin membalas kecemburuan sang suami dengan emosi.
"Kamu benar-benar harus aku beri hukuman"
.
.
4 jam kemudian, kegiatan mereka pun sudah berakhir.
Alex memeluk sang istri dengan sayang dan Amel sedang merasakan badan yang remuk lantah karna kelakuan suami nya itu.
"Sayang" ucap Alex
"hmmmm"
"kita pulang ke Jakarta lagi ya"
"Kasian Bu Nia mas kalau di tinggal disini sendiri. nanti toko ku bagaimana" jawab Amel dengan menghirup udara dalam-dalam
"Cari saja karyawan yang bisa gantiin kamu dan nemenin Bu Nia"
"Laba ku belum sepenuhnya bisa nutup uang sewa dan uang lain nya mas. ya nanti apa nggak tambah membengkak pengeluaran nya, selagi aku masih bisa berjaga. ya biar aku yang berjaga dulu"
"kalau kamu disini, aku gimana?" rengek Alex
"Mas ya di Jakarta seperti biasa nya saja. bekerja ,makan dan tidur seperti tidak ada aku waktu itu. kan mas bisa"
__ADS_1
"Siapa bilang aku bisa? apa kamu tidak lihat badan nya yang sedikit kurus ini dan mata panda ku yang makin menghitam ini?"
"Iya iya, nanti aku bilang ke Bu Nia dulu, mas diam saja. jangan ajak aku bicara dulu, aku mau tidur"
"Ya sudah tidurlah sayang."
"Ngomong-ngomong kamu belum ada tanda-tanda hamil sayang?" tanya Alex tiba-tiba setelah keheningan melanda
"Massss, aku mau tidur" keluh Amel
"Iya jawab dulu"
"belum ada"
Cut. setelah itu mereka menghabiskan waktu tidur hingga waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam.
Amel terbangun dari tidurnya dan segera membersihkan diri nya.
Rasa lapar yang melanda pun membuat nya berjalan ke kamar mandi dengan baik.
"Sayangg kamu dimana?" teriak Alex ketika mendapati sang istri tidak ada di samping nya
"iya mas. aku sedang mandi"
.
.
"Segeralah mandi mas, ayo kita cari makan. aku sudah sangat kelaparan"
"Iya"
Setelah Amel mandi, Amel hanya menyisir rambut nya tanpa menancapkan make-up apapun, karna semua peralatan nya tidak ia bawa.
Selagi menunggu Alex yang sedang mandi, Amel memainkan handphone nya dan memberikan kabar ke Bu Nia untuk tidak mengkhawatirkan nya.
***
__ADS_1
Kini Alex dan Amel memutuskan untuk pulang ke ruko , karna Roy yang tidak membawa baju ganti pun perlu membeli pakaian nya sendiri.
Sesampai nya di ruko terlihat ada motor yang familiar bagi Amel.
Amel dan Alex turun, kemudian mendapati andi yang sedang mengobrol dengan Roy bersama Bu Nia disamping meja kasir
"Neng Lia, ini dicari nak Andi"
"Sudah dari tadi nak Andi nunggu neng Lia" ucap Bu Nia
Amel mengangguk dan tersenyum.
"Ada apa mencari istri saya?" tanya tegas Alex menatap Andi dengan seksama
"Amel, bisa kita bicara berdua"
"Tidak bisa, saya tidak mengijinkan istri saya berbicara berdua dengan laki-laki"
"Bagaimana Amel mau tidak?" tanya Andi tanpa memperdulikan ucapan Alex yang sedang cemburu tersebut.
"Maaf mas Andi, suami saya tidak mengijinkan saya berbicara hanya berdua dengan lawan jenis. jika itu penting, mas Andi bisa katakan saja disini" ucap Amel dengan hati-hati karna takut menyakiti perasaan Andi
"Eoh, kalau gitu nanti saya telfon saja ya"
"kurang ajar sekali kamu" geram Alex dengan menarik kerah Andi dengan kuat
"mas ,jangan seperti ini. tidak enak jika dilihat orang lain"
",Nak Alex tolong tenang. jangan berantem seperti ini ya" Bu Nia ikut menenangkan Alex yang kemarahan nya berada di puncak.
Andi tidak melawan sama sekali, karna niatan dia berkata seperti itu hanya untuk membuat Alex cemburu saja. masalah perasaan nya ke Amel, bisa segera ia pupus. karna tidak mungkin dia akan merebut Amel dari laki-laki yang notabene nya adalah suami sah nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang sedang menjalankan..
saya usahakan update cerita one day/one episode ya teman-teman 🙏☺️
__ADS_1
Mohon pengertiannya dan jangan lupa selalu berikan dukungan untuk saya.. terimakasih ❤️