MENJADI SIMPANAN OM TAMA

MENJADI SIMPANAN OM TAMA
DIMANA LEAN?


__ADS_3

Deg.


Tama menghentikan langkahnya saat tatapannya tertuju pada sosok gadis yang mirip dengan Lean. Jantungnya berdetak sangat kencang, hatinya berdebar bagaikan genderang mau perang. Ia terus menatap pada sosok yang saat ini berdiri di depan pintu toko.


" Ya Tuhan.. Ini kah jawaban atas doa doaku selama ini. Aku melihat Lean di depan mataku saat ini. Dia terlihat lebih kurus dari terakhir kami bertemu. Mungkin karena efek kehamilannya yang membuat nafsu makannya hilang. Aku harus menemuinya dan menyelesaikan masalah ini sampai selesai." Batin Tama.


Tanpa membuang waktu, Tama segera mempercepat langkahnya menghampiri sosok gadis itu. Tanpa Tama sadari saat ia berhenti tadi, Lean juga melihatnya.


"Ya Tuhan om Tama ada di sini, aku harus segera pergi. Aku tidak boleh bertemu dengannya atau anak ini dalam bahaya. Ya Tuhan aku mohon jangan pertemukan kami saat ini!" Batin Lean.


Lean segera mendekati Clara sebelum Tama menyadari kepergiannya. Ia meminta Clara untuk menggantikan posisinya sedangkan ia segera berlari menuju ruang yang biasa di gunakan untuk para karyawan istirahat. Clara yang sudah biasa dengan sikap Lean pun segera berdiri di depan pintu, ia berpikir Lean muntah muntah lagi.


Sampai pada Tama tiba di hadapan Clara. Ia mengerutkan keningnya pasalnya yang ia lihat saat ini sosok perempuan yang berbeda dengan yang ia lihat tadi.


" Selamat siang Tuan, ada yang bisa saya bantu? Barang kali anda bingung mencari parfum yang cocok untuk anda." Ujar Clara mendadak jadi gerogi di tatap pria tampan seperti Tama.


" Kemana gadis yang tadi berdiri di sini?" Clara mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Tama.


" Oh maksud anda... "


" Tuan Tama." Panggil Roslan menghentikan ucapan Clara.


" Tama? Apakah ini orang yang sama dengan orang yang telah melukai Lean?" Batin Clara bertanya pada dirinya sendiri.


" Berarti ini alasan Lean menyuruhku menggantikannya di sini, baiklah aku harus melindungi Lean dari pria brengsek sepertinya." Tekad Clara dalam hati.


" Ada apa Roslan?" Tanya Tama menatap Roslan.


" Maaf kita tidak bisa lama lama di sini Tuan, ada meeting di kantor setelah jam makan siang." Ucap Roslan.


" Batalkan meetingnya, aku harus menemukan seseorang di sini." Clara dan yang lain merasa terkejut mendengar ucapan Tama.


" Seseorang? Siapa Tuan?" Tanya Roslan.


" Lean."


Jeduarrr...


Jantung Clara bagaikan di sambar petir di siang bolong.


" Apa? Jadi dia sudah melihat Lean? Bisa gawat ini. Bagaimana kalau dia nekat mencarinya? Bagaimana kalau mereka sampai bertemu? Apa yang akan terjadi dengan Lean kalau om Tama tahu jika saat ini Lean sedang mengandung anaknya? Bisa bisa dia memaksa Lean untuk menggugurkan kandungannya."


" Tidak.. Tidak.. Aku tidak akan membiarkan sampai semua itu terjadi. Aku harus bisa mengelabui pria tua ini kalau yang tadi dia lihat bukanlah Lean tapi aku." Ujar Clara dalam hati.


Ckk Ckk...


Tama menyatukan jentiknya hingga menimbulkan bunyi yang membuat Clara sadar dari lamunannya.


" Ah iya Tuan." Ucap Clara.

__ADS_1


" Saya bertanya, dimana gadis yang tadi berdiri di sini?" Tanya Tama lagi.


" Gadis?" Clara memulai aktingnya.


" Gadis yang mana Tuan? Dari tadi saya yang berdiri di sini." Ujar Clara.


" Bukan, aku melihat Lean berdiri di sini." Bantah Tama.


" Lean? Siapa Lean, Tuan? Apa dia putri anda?" Clara menahan tawanya saat mengatakan kata putrinya. Seolah olah ia mengingatkan jika umur Tama sudah tua.


" Istriku."


" Uhuk.. Uhuk.. Uhuk.. " Clara tersedak salivanya sendiri. Dengan sigap Roslan memberikan sebotol air mineral yang sengaja ia bawa.


Clara segera membukanya lalu meminumnya hingga setengah, beruntung botol itu masih utuh segelnya.


" Hah.. Anda mengagetkan ku saja Tuan." Ucap Clara mengatur nafasnya.


" Begini ya Tuan, para karyawan di sini semuanya masih single. Tidak ada satu pun dari kami yang sudah menikah Tuan. Lalu bagaimana anda mencari istri anda di sini?"


" Atau mungkin yang anda maksud salah satu pengunjung di sini?" Sambung Clara menatap Tama. Sebenarnya ia merasa nervous tapi ia harus bisa akting sebaik mungkin.


Tama melihat salah satu karyawan pria yang baru saja masuk ke dalam. Ia segera menghampirinya mengabaikan ucapan Clara.


" Mampus kalau sampai Roki memberitahu om Tama." Batin Clara.


Clara hendak mendekati Roki namun dengan sigap Roslan mencekal tangannya.


" Jangan menghalangi urusan bos saya! Kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa." Ucap Roslan dingin namun tidak membuat Clara gentar.


" Saya sedang menjalankan tugas saya Tuan, saya harus memastikan tidak akan terjadi keributan di sini. Kalau bos anda ingin mencari istrinya, kenapa harus di sini? Mungkin saja gadis yang dia maksud sudah pergi dari sini." Sahut Clara.


" Jangan kau kira kau tidak tahu apa apa Nona, aku tahu kau sedang mencoba menyembunyikan sesuatu di sini. Katakan dimana Lean atau akan aku pastikan kau kehilangan pekerjaanmu sekarang juga!" Ancam Roslan.


Glek...


Clara menelan kasar salivanya, ia bagaikan makan buah simalakama. Di turuti mati emak tak di turuti mati bapak. Ia benar benar berada dalam posisi terhimpit saat ini.


" Mau mengatakan atau kehilangan pekerjaan." Roslan memberikan pilihan yang sulit pada Clara.


" Aku tidak tahu, semua yang aku katakan adalah kebenaran." Ucap Clara tegas. Ia tidak peduli jika harus kehilangan pekerjaannya, bukankah Axel akan lebih membelanya.


Belum juga Clara berdamai dengan situasi saat ini, tiba tiba ucapan Riko membuatnya bagaikan di hantam bom molotov.


" Ra, dimana Lean? Tuan Tama ingin bertemu dengannya."


Sontak Roslan langsung menatapnya dengan tajam.


" Lean? Lean siapa?"

__ADS_1


Roslan tersenyum melihat Clara masih berusaha mengelak.


" Siapa lagi kalau bukan temanmu? Aleana." Sahut Roki.


Clara menepuk jidatnya sendiri melihat kebodohan Roki. Tama berjalan mendekatinya, tubuh Clara mendadak jadi bergetar karena ketakutan.


" Apa sekarang kau mau mengelak lagi?"


" Katakan dimana calon istriku! Atau aku harus memaksamu mengatakannya dengan kekerasan?" Tama menatap Clara dengan tajam.


" Aku tidak akan mengatakannya kau hanya akan menyakitinya jika bertemu dengannya. Dia sudah cukup menderita selama ini, jadi biarkan dia bahagia bersamaku saja. Setelah dia memberikan segalanya padamu kau hanya menjadikannya pelampiasan saja." Akhirnya Clara tidak bisa mengelak lagi, ini kesempatan untuknya mengeluarkan semua kekesalannya yang terpendam pada pria yang telah menyakiti sahabatnya.


" Dan aku tidak akan memberikan gadis sebaik Lean kepada pria brengsek sepertimu." Teriak Clara di akhir kalimatnya sambil menunjuk wajah Tama.


Roslan hendak menarik Clara tapi Tama mencegahnya menggunakan tangannya, ia memejamkan matanya mendapat amarah dari Clara yang ternyata sahabat pujaan hatinya.


" Kau.. Kau benar benar pria jahat! Kau pria brengsek yang telah membuat sahabatku menderita. Seharusnya kau mati saja, atau setidaknya jangan tampakkan wajahmu di hadapannya. Kau hanya akan menjadi alasan penderitaannya saja." Clara masih memaki Tama sambil berteriak, tidak peduli dengan orang orang yang mulai menjadikan mereka sebagai tontonan.


" Clara sudah, jangan membuat keributan di sini." Ucap Roki menarik tangan Clara.


" Aku harus membuatnya tahu diri Roki, karena dia sahabat kita menderita. Dia dia.. " Clara tidak bisa meneruskan kalimatnya. Ia tidak mau membongkar aib Lean di depan umum.


Bersamaan dengan itu Axel masuk dari pintu belakang.


" Clara, dimana Lean? Kenapa dia tidak ada di ruang istirahatnya?"


Pertanyaan Axel membuat Clara kaget.


" Tidak ada?" Clara malah balik bertanya.


" Memangnya tadi dia kemana?" Tanya Axel karena biasanya di jam segini Lean ada di sana untuk istirahat.


" Aku tidak tahu Pak." Sahut Clara.


" Ya Tuhan Clara... Kenapa kau meninggalkannya sendiri? Bukankah saya sudah menugaskan Kau untuk selalu bersamanya? Kau tahu kan kalau keadaan Lean sangat lemah. Bagaimana kalau terjadi hal buruk padanya?" Axel menarik kasar rambutnya.


Mendegar itu Tama mendekati keduanya.


" Mari kita cari!" Ajak Tama.


" Siapa kau?" Tanya Axel menatap Tama.


" Nanti akan aku ceritakan padamu, sekarang lebih baik kita cari Lean dulu sebelum terjadi hal buruk padanya." Ujar Tama.


" Baiklah ayo!!"


Kira kira Lean dimana ya? Ada yang tahu? Tulis donk jawabannya di kolom komentar..


Miss U All...

__ADS_1


TBC...


__ADS_2