
Pov author...
Hari hari berlalu, hubungan Lean dan Axel nampak lebih dekat dari sebelumnya. Walaupun Lean selalu menghindar dari Axel namun pada kenyataannya setiap saat ia membutuhkan bantuan Axel karena kondisinya yang sedang lemah.
Seperti saat ini, Axel membawa Lean ke rumah sakit ketika Lean pingsan di tempat kerjanya. Ia nampak panik dan khawatir dengan keadaan Lean, ia berjalan mondar mandir di depan ruang UGD sambil terus berdoa untuk keselamatan Lean dan janinnya.
Tak lama seorang dokter perempuan keluar dari ruangan, Axel segera menghampirinya dan menyakan kondisi Lean pada dokter.
" Pasien baik baik saja, dia hanya kelelahan dan kurang asupan gizi. Saya sarankan minum susu khusus ibu hamil dan vitamin secara teratur agar asupan gizinya terpenuhi." Terang dokter.
" Baik Dok, saya akan mengikuti saran anda. Bolehkah saya menemuinya sekarang?" Tanya Axel yang sudah tidak sabar ingin melihat keadaan Lean.
" Silahkan Pak!" Sahut dokter.
Tanpa membuang waktu Axel segera masuk ke dalam menghampiri Lean yang terbaring lemah di atas ranjang.
" Lean, apa ada yang sakit?" Tanya Axel menggenggam tangan Lean tanpa sadar.
Lean menatap tangan Axel tanpa menjawab pertanyaannya.
" Biarkan seperti ini! Aku sangat mencemaskan keadaanmu dan bayimu. Apa kau baik baik saja? Apa kau merasa ada yang sakit? Katakan padaku! Jangan sungkan! Aku akan membawamu ke rumah sakit yang lebih bagus dari ini." Ucap Axel seperti seorang suami yang sedang mencemaskan istrinya.
" Saya baik baik saja Pak, terima kasih telah mempedulikan saya. Dan maaf telah merepotkan Bapak." Ucap Lean merasa tidak enak.
" Jangan pernah mengatakan seperti itu Lean! Aku benar benar tulus ingin menjagamu. Jangan jadikan kebaikanku sebagai beban untukmu. Aku juga sudah tidak mempermasalahkan perasaanku padamu. Entah kita jodoh atau bukan yang jelas aku senang bisa menjagamu." Ucap Axel tahu apa yang sedang Lean rasakan saat ini.
" Sekali lagi terima kasih, maaf tidak bisa menerima perasaan Bapak." Ucap Lean.
" Tidak masalah." Sahut Axel sambil tersenyum.
" Sekarang jangan pikirkan hal itu, lebih baik kita pikirkan kesehatanmu. Dan ya.. Supaya kita bisa akrab seperti layaknya teman, panggil aku Axel atau kak saja. Aku merasa ada penghalang di antara kita." Sambung Axel.
Lean nampak sedang berpikir, mau panggil nama saja rasanya tidak sopan.
" Baiklah aku panggil kak saja, kak Axel." Ucap Lean.
" Itu lebih bagus." Sahut Axel. Entah mengapa panggilan Lean terasa begitu menyejukkan hatinya.
Setelah mendapatkan obat dan vitamin, Axel mengantar Lean ke rumahnya. Tidak lupa ia menjemput Clara di tempat kerja untuk menemani Lean di rumah. Sampai di rumah, mereka bertiga masuk ke dalam. Rumah sederhana berukuran enam kali sembilan yang Axel sewa untuk Lean. Ia merasa Lean tidak akan tinggal dengan nyaman di kontrakannya, apalagi kalau bayinya sudah lahir. Itu sebabnya Axel melakukannya.
" Kamu istirahat saja di kamar! Aku akan kembali satu jam lagi." Ucap Axel menatap Lean. Lean hanya bisa menganggukkan kepalanya saja.
__ADS_1
" Clara, kau temani Lean. Kalau ada apa apa segera telepon saya." Ucap Axel.
" Baik Pak." Sahut Clara.
" Aku pergi dulu, kau hati hati di rumah." Axel segera berlalu dari sana.
Kini tinggallah Clara dan Lean berdua saja, Clara menatap Lean yang sedang berdiri di depannya saat ini sambil senyam senyum.
" Kenapa?" Tanya Lean menatapnya.
" Aku pergi dulu, kau hati hati di rumah." Ucap Clara menirukan Axel.
" Ah so sweet banget sih Le, apalagi kalau di iringi dengan kecupan di kening, seperti seorang suami yang sayang pada istrinya saja." Ucap Clara menggoda Lean.
" Apaan sih kamu, jangan seperti itu! Aku tambah tidak enak kalau Pak Axel mendengarnya." Ucap Lean menuju kamarnya di ikuti Clara di belakang.
" Kenapa lo tidak menerimanya saja? Kalian pasti akan hidup bahagia." Ujar Clara.
Lean duduk bersandar di atas ranjang, ia menghela nafasnya dengan pelan.
" Jujur aku masih mencintai om Tama. Entah mengapa rasanya aku tidak bisa melupakannya Ra. Karena perasaan itu aku bahkan tidak bisa melihat cinta pak Axel padaku." Ujar Lean menatap Clara.
" Yang namanya hati memang tidak tahu kemana cinta kita akan berlabuh Le, ya sudah jangan di pikirkan! Toh pak Axel tidak memaksamu untuk membalas cintanya kan." Ujar Clara duduk di tepi ranjang.
" Pasrahkan saja pada yang kuasa Le, dan yakinlah Tuhan akan mengirimkan jodoh terbaik untukmu." Ucap Clara.
" Terima kasih Ra, kau memang yang terbaik." Ucap Lean menggenggam tangan Clara, sahabat baiknya.
Tak lama terdengar suara gaduh di ruang tamu, Lean dan Clara segera melihatnya. Rupanya Axel kembali bersama Aliando sang asistent dengan membawa barang barang di tangan masing masing. Lean tercengang saat melihat apa yang di bawa oleh Axel. Puluhan dus susu khusus ibu hamil, biskuit, buah buahan dan masih banyak makanan makanan khusus ibu hamil yang lainnya.
" Kak ini... " Lean tidak bisa meneruskan kata katanya.
Axel mendekatinya sambil menganggukkan kepala seolah paham dengan maksud Lean.
" Ini semua untuk kamu supaya gizi kamu terpenuhi, habiskan ini dengan segera. Aku akan membelikannya lagi untukmu." Ucap Axel.
" Bagaimana aku bisa menghabiskan semuanya dengan cepat Kak, seharusnya kak Axel tidak perlu melakukan semua ini. Aku tidak mau semakin merepot...
" Aku tidak repot, semua ini atas keinginanku sendiri karena aku mau memberikan yang terbaik untukmu dan bayimu. Apa aku salah?" Tanya Axel memotong ucapan Lean.
" Tapi Kak, aku takut kau menaruh harapan padaku." Akhirnya Lean mengatakan apa yang menjadi kekhawatirannya selama ini.
__ADS_1
" Jangan takut! Aku tidak akan meminta balasan apa apa padamu. Melihatmu dan bayimu sehat saja sudah membuatku bahagia." Sahut Axel menepuk bahu Lean.
" Maaf aku tidak bisa lama lama karena ada meeting setelah ini. Kau bisa membuat susunya setelah ini, aku pergi dulu." Ucap Axel yang terlihat terburu buru.
" Baik Kak, terima kasih untuk semuanya." Ucap Lean.
" Sama sama." Sahut Axel.
Axel dan Aliando pergi dari rumah Lean, sedangkan Lean dan Clara mulai menatap barang belanjaan Axel ke almari dan kulkas. Lean merasa beruntung di pertemukan dengan pria sebaik Axel namun ia juga merasa tidak enak dengan semua kebaikannya.
...****************...
Hari ini Tama dan Roslan meeting dengan salah satu client di kota kembang untuk membahas pembangunan proyek baru di samping mall tempat Lean bekerja. Meeting berjalan selama satu jam lamanya, selesai meeting ia pun meninjau lokasi yang akan di bangun sebuah rumah sakit, lokasi yang sangat strategis menurutnya.
" Bagaimana menurut anda Tuan?" Tanya Lucky, client dari Tama.
" Sangat strategis, di sini juga sangat ramai apalagi dekat mall seperti ini. Para penunggu pasien bisa mampir ke mall itu agar mereka tidak bosan." Sahut Tama.
" Oh ya, ngomong ngomong di dalam mall itu ada stand parfum ternama lhoh Tuan, kalau anda berkenan silahkan mampir Tuan! Kebetulan yang punya juga pengusaha ternama di kota ini." Ujar Lucky.
" Memangnya siapa yang punya?" Tanya Tama memastikan.
" Tuan Axel, anak dari pemilik Raharja group." Sahut Lucky.
" Saya akan mencoba, kebetulan saya juga ingin mengganti parfum saya. Saya sudah bosan dengan yang lama." Sahut Tama karena parfum lama merupakan pilihan Anita. Ia ingin membuang semua kenangan tentang Anita dalam hidupnya.
" Kalau begitu mari saya temani." Ucap Lucky.
" Baiklah terina kasih sebelumnya." Sahut Tama.
Mereka bertiga masuk ke dalam mall tersebut menuju stand parfum tempat Lean bekerja. Entah mengapa mendadak perasaan Tama menjadi gelisah.
"Ada apa dengan hatiku? Kenapa rasanya berdebar seperti ini? Apa mungkin aku tidak enak badan? Tidak biasanya aku seperti ini. Terakhir aku merasakannya saat bersama Lean. Ah Lean... Aku jadi merindukannya. Semoga Tuhan mempertemukan kita suatu hari nanti." Ujar Tama dalam hati.
Sedangkan di tempatnya bekerja, perasaan Lean pun sama dengan apa yang Tama rasakan saat ini.
" Ya Tuhan... Kenapa tiba tiba perasaanku jadi gelisah begini? Firasat apa ini? Tidak biasanya aku seperti ini, apa akan terjadi hal buruk kepadaku? Ya Tuhan lindungilah aku dan calon anakku." Batin Lean.
Tama terus berjalan hingga mendekati stand parfum ternama milik Axel. Semakin mendekat jantungnya semakin berdetak sangat kencang hingga....
Hayooo kira kira ketemu nggak nih? Jangan lupa like dan komentnya ya..
__ADS_1
Miss U All...
Terima kasih..