Mentari Surga

Mentari Surga
Ep-10


__ADS_3

Kedekatan antara fahmi dan mentari membuat mereka menjadi sangat akrab.kemana mana selalu barengan.mereka berdua sudah berjanji untuk menjadi sahabat yang tak terpisahkan.


Usainya jam pelajaran fahmi mengajak mentari ke salah satu taman yang tidak jauh dari sekolah.


"kamu hari ini sibuk gak?" tanya fahmi berdiri di samping mentari.


"gak ada kesibukan sih hari ini,emangnya kenapa?" jawab mentari sambil memasukan peralatan tulisnya ke dalam tas.


"aku mau ngajak kamu ke taman. Taman nya ini bagus bangat,kamu pasti suka."


"tapi....."


Belum sempat mentari berbicara fahmi langsung menarik tangan mentari.


"ayolah ikut aku,tempatnya jaman,tenang.pastinya kamu bakalan suka bangat." ucap fahmi sambil menggenggam pergelangan tangan mentari.


Mentari tersentak kaget karna fahmi tiba tiba menarik pergelangan tangannya.


"ihhhhh,,jangan tarik tarik! Sakit tau tangan aku. Lagian kita mau ke mana sih?" jawab mentari sambil berusaha melepaskan genggamannya.


"sorry ...., sorry....., ayolah ikut saja,kamu pasti gak bakalan nyesel deh" sambil melepaskan tangan mentari.


"tapi aku laper nih,gak sanggup jalan kalo gak terisi perutnya." kata mentari sambil berhenti berjalan dan memegangi perutnya.


"ehhhh,,,,dasar perut karet ! itu perut atau tong sampah? Laper terus..! Kata fahmi sembari memberhentikan langkahnya.


"Laper" ucap mentari sambil membuat wajah jitunya. (Memelas agar fahmi kasihan)


"aihhhh,,,,jangan buat seperti itu muka mu,jelek tau."


Fahmi gak sanggup melihat reaksi wajah mentari yang di buat agak imut imut agar fahmi mau menuruti kemauannya.


"iya iya,,,, kita makan dulu" kata fahmi sambil melirik lirik tukang jualan.


"nahhh itu dia,kita makan siomay aja yukk! Mau gak?" tanya fahmi


Mentari hanya mengangguk dan tersenyum menandakan iya menyetujuinya.


Lalu mereka berjalan mendekati tukang siomay tersebut.


°°°


"udah kenyang kan? pokoknya kita harus kesana sekarang juga" pinta fahmi sambil berdiri mendekati tukang siomay.


"brpa pak?" tanya fahmi sambil merogoh saku celananya.


"16.000 rebu aja mas" ucap bapak itu.


Fahmi lalu memberikan uang pas ke pada pemilik siomay tersebut.


"Ini pak,uang nya! Makasih ya" ucap fahmi.


"iya iya mas"


Tukang siomaynya memang setiap hari ramai pengunjungnya.selain murah jajanan ini sanagt enak.


Mentari yang sudah kekenyangan membuat dia melamun.


"woyyy! Ayo... Melamuun aja sih loe,udh kenyang aja kayak orang ****."


"ehhhh,,,,enak aja loe ngatain gue ****"

__ADS_1


"yaudah ayolah gua lagi malas berantem"


Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan mereka.


"masih jauh ya? Capek banget"


"enggk udh dekat kok,bentar lagi juga sampe"


°°


"kita udah sampe di Taman Semu" sambil menunjuk ke arah taman


"wahhhhh,,,, cantik bangat tamannya! Sejuk,nyaman. Haaaaaaahhhh..... Serasa di surga!"


"kamu suka?" tanya fahmi


"suka bangat"


"Dari luar pagar saja pemandangannya indah apalagi kita kalo sudah masuk ke dalam" ucap fahmi.


"jadi gak sabar pengen masuk deh"


Kemudian mereka pun memasuki taman itu.


"tunggu bentar ya aku mau ngambil foto dulu biar ada kenangan."


Sambil mengarahkan ponselnya mentari mencari momeb pemandangan yang paling bagus.karna sudah puas mengambil gambar akhirnya mentari menyamperin fahmi yang duduk di bawah pohon.


"heyyyy...." ucap mentari sambil menepuk pundak fahmi.


"ehhhh,,,, udh siap foto fotonya?"


"udah dong,kamu mau liat gak salah satu foto aku?"


"sabar dong " sambil mengotak atik ponselnya dan menunjukan gambar yang paling bagus.


"sabar dong ahhh"


Sambil megotak atik ponselnya dan menunjukan fotonya.


"ini dia fotonya" sambil menunjukan salah satu foto terbaiknya ke fahmi.


"



"wah...bagus bangat ya"


"iya dong"


"kalo kamu lagi sedih atau sedang kesal kamu bisa datang ke sini untuk menenangkah diri,dijamamin kamu bakalan lupa sama masalah masalah kamu."


"iya,ini jadi tempat favorit kita ya..... Janji?" ucap mentari sambil mengarahkan jari kelingking ke arah fami.


"janji!" jawab fahmi sambil mengarah kan jari kelingkingnya juga.


°°


"oh iya mi,knpa ya taman ini dibilang taman semu?" tanya mentari


"kalo itu sih aku kurang tau rii"

__ADS_1


"kalian brpa bersaudara rii?" tanya fahmi


"kami 4 bersaudara,2 cewe dan 2 cowo"


"ohh..... Kamu anak keberapa?"


"terakhir,abang abang ku sudah menikah. Jadi tinggal aku dan kakak saras yang masih sekolah"


"mentari kita pulang aja yukk,hari udah hampir gelap,nanti kamu di marahin mama kamu lagi."


"yaudah yukkk"


Mereka pun beranjak dari tempat duduk nya dan pulang ke rumah masing masing.


"hati hati ya rii,kabari nanti ya klo sudah sampai " ucap fahmi sambil melambai ke arah mentari.


"ok"


Mentari dan fahmi pulang dengan perasaan bahagia.


°°°


Mentari mendadak takut,karna dia melihat ibunya dan kakaknya sarasdi luar.


"aduhh gawat ngapain ibu dan kak saras ada di luar? Apa jangan jangan karna aku pulang telat ya?"


Sambil berjalan menundukan kepalanya mentari mulai perlahan memasuki halaman rumahnya.


"kamu dari mana aja" tanya ibunya sambil memegang kemoceng.


Mentari hanya diam menunduk tanpa menjawab. Karna sama saja kalau dia menjawab pasti ibunya tak akan mendengarkan alasannya.


"kenapa diam? Ayo jawab kamu dari manaa.? Kalau kamu tak menjawab saya akan pukul kamu" sambil mengarah kan kemoceng ke arah mentari.


"ampun bu! Mentari tadi habis dari toko buku"


Jawab mentari berbohong,karna kalau dia memberi tahu kalau di ke taman semu dia akan tambah kena marah oleh ibunya.


"jangan bohong kamu"


"aku gak bohong bu"


"alasan! Sini tangan kamu,sebagai hukumannya kamu harus merasakan ini" sambil memukul kedua telapak tangan mentari berkali kali sampai memerah.


"pukul aja lagi mah,biar tau rasa pulang malam malam" ucap kakanya saras.


Mentari mulai menangis menahan sakitnya pukulan itu.


"udah sana masuk,sekali lagi kalau kamu pulang malam,kamu akan mendapatkan hukuman yang lebih parah dari ini. Mengerti?"


"mengerti bu" jawab mentari sambil berjalan memasuki rumahnya.


"rasain luh" kata kakaknya kepada mentari.


"yaudah kita masuk juga yuk sayang" kata ibunya kepada kakaknya saras.


"iya mah,tapi mah kalau di ngadu ke papah gimana dong?


"dia gak akan ngadu,mama pernah mengancamnya kalau dia sampai ngadu sama papah,mama gak akan kasih dia uang jajan untuk selamanya.


"wahhhh,mama emang jenius"

__ADS_1


"iya dong siapa dulu,mama! Yaudah yok masuk udah malam"


__ADS_2