
"idihhhhhh...nih anak main tinggal aja" ucap fahmi yang ngos-ngosan.
"makanya luh jangan ngatain gue gitu dong"
"iya iya maap deh. Bagi minum luh dong,haus gue" sambil berjalan dan duduk di samping mentari.
"nih......! Jangan di habisin" kata mentari sambil memberikan botol air minumnya.
"iya iya,,,,pelit amat sih,belum juga di minum" sambil menerima botol minum milik mentari.
"apa luh bilang?"
"ahhhhh,,nggk menghalu kali luh! Gue gak ada ngomong apa apa kok" kata fahmi berbohong.
"awas aja luh ngatain gua yang macam macam"
"busett,,,,luh kok jadi galak amat sih,sensian lagi"
"bodoamat"
°°
Bu guru pun masuk,pertanda pelajaran akan segera di mulai.
Semua murid murid memperhatikan guru yang mengajar.
"ehhhh,,,piisssttt fahmi" terdengar mentari memanggil fahmi dari belakang.
"apaan sih" kata fahmi sambil menoleh ke belakang.
"nanti sepulang sekolah kita ke taman semu yuk?
"ngapain?"
"ya main main aja"kata mentari dengan suara pelan seperti oranf yang berbisik bisik
"iya iya dehh,,,terserah elu"ucap fahmi sambil membalikan posisi badannya seperti semula.
"oke"
°°
Setelah selesainya pelajaran bel pulang pun berbunyi.semua murid murid pada berpulangan.
Mentari dan fahmi masih tetap di dalam kelas.
"jadikan kita ke taman semu? Tanya mentari yang berdiri di samping fahmi.
"males ahhh!" jawab fahmi sambil memasukan buku buku dan peralatan tulisny.
"tuhhh kan,,,,tadi katanya iya sekarang males"
Sambil memanyunkan bibirnya.
Fahmi yang melihatnya menjadi senyum senyum sendiri,karna iya paling gak bisa lihat mentari membuat wajah wajah yang menggemaskan kalo lagi bad mood dan marah.
"ngapain loh senyum senyum" tanya mentari sambil mencubit lengan fahmi.
"sakit tau! Siapa juga yang senyum senyum,ihhhh kegeeran"
__ADS_1
"ayolah fahmi,kita kesana ya. Please! Yaaahhh....yahhh....yahhhh" sambil memegang pergelangan tangan fahmi sambil membuat muka memelas.
Fahmi semakin geregetan melihat tingkah mentari yang memegang lengannya dan membuat muka memelas.
"aduhhh nih anak buat jantung gua mau copot aja,karna tingkah lakunya" ucap fahmi dalam hati.
"iya deh" jawab fahmi singkat
"makasih fahmi unyu unyu" sambil mencubit pipi fahmi pelan.
Jantung fahmi semakin ingin copot ketika mentari mencubit pipinya.
Fahmi hanya terdiam ketika mentari mencubit pipinya.ketika mentari melepaskan cubitannya sepontan fahmi berkata.
"kok di lepas cubitannya?" kata fahmi yang tak menyadari perkataan yang ia lontarkan barusan.
"yeeeee,,,dasar tukang modusss! Males gue ahhh cubit pipi loh" kata mentari sambil melap tangannya.
"kenapa? Ada yang salah dengan pipi ku? Tanya fahmi sambil memegang kedua pipinya.
"pikir aja sendiri" ucap mentari lalu pergi meninggalkan fahmi.
"yahhhh di tinggal lagi,tunggu woyyy" ucap fahmi sambil merangkul tasnya dan segera mengejar mentari.
°°
Mentari berjalan ke arah parkiran,sedangkan fahmi menyusul mentari.
"luhh suka banget ya ninggalin gue terus" kata fahmi yang berbicara di samping nya sambil berjala.
"habisnya elu modus terus" sambil terus berjalan
"iya tapi dalam hati luh,kesenangan"
"yailahhhh,,maaf deh kalo begitu"
Sampainya di parkiran mereka pun langsung cap cus ke Taman Semu.
"akhirnya ini kedua kalinya aku kembali lagi ke taman ini. Sejuk banget." kata mentari yang melebarkan kedua tangannya sambil menghirup udara yang segar.
Fahmi sangat senang melihat mentari yang sangat suka dengan tempat ini. Banyak kenangan yang di lalui fahmi di taman ini,tapi fahmi tidak memberitahukan kepada mentari.karna fahmi takut kalo iya menceritakan kenangan itu,mentari tidak akan mau lagi ke taman ini.
Mereka duduk di tempat biasa di bawah pohon yang rindang dengan hembusan angin yang semilir berganti membuat mentari yang duduk sambil menyandar di bahu fahmi.
"boleh aku kan bersandar di bahu mu?"
"iya gpp kok"
Serasa jantung fahmi ingin copot ketika mentari bersandar di bahunya.
"bersandar yang lama ya mentari" kata fahmi dalam hati.
Tak terasa jam begitu sangat cepat berputar membuat hari semakin gelap.
Fahmi agak segan membangunkan mentari yang tertidur di bahunya itu,mungkin mentari sangat kecapean karna semalam iya begadang menyelesaikan tugasnya.
Dengan penuh keberanian tinggi fahmi pun membangunkannya,karna fahmi takut kalo mentari pulang lama iya akan di hukum oleh ibunya.
"mentari,kita pulang yukk udah hampir gelap"
__ADS_1
Mentari pun terbangun mendengar ucapan fahmi.
"aaaaaaa....masing ngantuk,udah jam berapa sih?" tanya mentari sambil membanguskan posisinya yang tidak lagi bersandar di bahu fahmi.
"udah jam setengah lima,ayo kita pulang nanti kamu di marahin ibu kamu pulang lama. Aku kan ga mau liat kamu sedih terus."
"yaudah,ayolah." sambil berdiri
"Tapi aku masih ngantuk" kembali duduk lagi sambil memejamkan matanya.
Fahmi yang melihat tingkah laku mentari jadi senyum senyum sendiri.
"ayoklah,,,,,nanti kamu kan bisa tidur di rumah" kata fahmi sambil menarik tangan mentari.
Mentari pun berjalan sambil di pegangi fahmi.
Fahmi pun memakaikan helm untuk mentari karna iya melihat mentari sangat mengantuk.
Fahmi mengantar mentari seperti biasa dan menurunkannya di tempat biasa agar tidak di lihat ibunya.
°°
"udah sampe" kata fahmi sambil memberhentikan motornya.
Mentari pun turun dan membuka helmnya.
"loh udah bangun nya,aku kirain masih tidur"
"nih,makasih ya udh mau nemenin aku ke sana" kata mentari sambil memberikan helm yang ia pakai.
"iya sama sama"
"aku masuk duluan ya" kata mentari sambil berjalan memasuki gerbang.
°°
Ketika iya memasuki gerbang iya melihat ada mobil,tapi iya tidak mengenali mobil itu milik siapa.
"ini mobil siapa ya? Apa ayah udah pulang? Kata mentari dalam hati.
karna penasaran mentari pun cepat cepat masuk untuk melihat siapa yang datang.
Dan ternyata....
Abang nya alex datang bersama istrinya.
Mentari pun yang berada di depan pintu segera mendekati mereka.
"abang alex,apa kabar. Mentari kangen!"
Semenjak abangnya menikah dengan istrinya marsya,mereka akhirnya memutuskan untuk membeli rumah sendiri di jakarta. Karna abang nya juga mempunyai perusahaan di jakarta,jadi mereka memutuskan untuk tinggal di sana.
"sehat,mentari gimana kabarnya?"
"sehat juga"
Mentari sangat menyayangi abangnya itu,karna kalau mentari di marahi ibunya,abangnya selalu membelanya.makanya semenjak abangnya menikah dan memutuskan tinggal di jakarta iya sangat sedih,karna tidak ada lagi yang akan membelanya.
"yaudah,mentari masuk kamar dulu ya mau ganti baju" kata mentari sambil berjalan ke arah kamar.
__ADS_1
Mentari tak menyangka kalau abang kesayangannya datang,membuat perasaan mentari tenang.karna ibunya tidak akan sering sering memarahi mentari,karna abangnya selalu membela dia.