Mentari Surga

Mentari Surga
Ep-9


__ADS_3

Semenjak dinda pindah sekolah mentari hanya diam dan tak banyak bicara di kelasnya.


Meskipun ada fahmi yang selalu menemaninya.


"mentari,kamu kenapa sih udah beberapa hari ini aku liat kamu diam terus? ada masalah apa sih rii?" tanya fami sembari duduk di sebelah mentari.


"Aku gak knpa napa kok mi"


"tapi kamu udh beberapa hari ini aku lihat gak mau bicara"


"aku cuman kangen aja sama dinda"


"kenapa gak kamu telpon aja dinda atau video call" ucap fahmi memberi saran


"nomornya nya udh gak aktif lagi!" Jawab mentari sambil memanyunkan bibirnya.


"ohhhh...... Aku tau sekarang,berarti kamu sedih karna nomornya dinda udah gak aktif lagi?"


Mentari hanya mengangguk


"emangnya kamu gak ada telpon rumahnya,atau keluarganya gitu" tanya fahmi memberi saran.


"oh iya aku ada nomor telpon kakaknya dinda yang waktu itu kakaknya nyariin dinda karna dia waktu itu belom pulang pulang dari sekolah." kata dinda sambil tersenyum dan sambil mengotak atik ponselnya.


Fahmi yang melihat mentari tersenyum juga ikut bahagia.


"gimana ada gak nomernya?"


"belom ketemu....." sambil mencari terus nomernya dari panggilan masuk.


"nah ini dia nomer kakaknya dinda" ucap mentari memperlihatkan nya kepada fahmi.


"yaudah telpon aja"


"aku gak punya pulsa.... Gimana dong?" kata mentari sambil memonyongkan bibirny ke fahmi meminta belasan kasihannya.


"ya dari aplikasi wa lah,pakai data internet kan lebih hemat"


"aku juga gak punya paket" jawab mentari


"hadeeehhhh......! apa apa gak ada!


Pulsa gak punya paket internet juga gak punya. Jadi kamunya punya apa sih mentari?" tanya fahmi


"aku gak punya apa apa" sambil menundukkan kepala nya.


"jangan kan pulsa dan internet,aku aja gak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.!" kata mentari sambil melanjutkan perkataannya tadi


"ibu kamu udh gak ada lagi?"


"masih ada sih fahmi,tapi ibu ku gak pernah sayang sama aku dia hanya sayang sama kakak saras aja."


"tapi dia ibu kandung kamu kan?"


"ya iyalah gimana sih kamu fahmi" sambil memukul bahu fahmi.


"aduhhh sakit tau!! ya kan gak ada salahnya aku bertanya" kata fahmi sambil mengelus elus pukulan mentari.


"fahmi!" ucap mentari sambil mengedipkan matanya


"apa lagi sih" fahmi yang melihat tingkah aneh mentari merasa risih.


"mata loe kenapa kedip kedip gitu? Pasti ada maunya loe kan?" ucap fahmi sambil menunjuk hidung mentari.

__ADS_1


"hehehe.... Tau aja kamu" sambil tersenyum sinis kearah fahmi.


"gua gak mau! Enak aja loh,beli dong biar tau harga" ucap fahmi sambil mengeluarkan lidahnya sambil mengejek.


"ihhhh... Pelit.....! Pelit....! Bentar aja,, yahh.... Yahh... Yahhh..."pinta mentari sambil menggenggam kedua tangan fahmi.


Fahmi yang degdekan melihat mentari menggenggam tangan nya tak menjawab pertanyaan mentari.


".........."


"ehhh maaf... Maaf.... Gak sengaja!" ucap mentari sambil melepaskan genggamannya.


"ihhhh kok di lepas sih mentari aku kan masih pengen di kamu pegang tangan aku" ucap fahmi dalam hati.


"kok di lepas sih" ucap fahmi sambil mengerutkan jidatnya.


"ehhhh elu modus ya,pengen gue pegang terus tangan elo"


"idihh siapa juga yang modus,kan elo yang megang tangan gue duluan"


"tapi loe seneng kan,gue pegang tangan loe!"


"ya iyalah,," ehhhh maksud gue gak senang lah kamu kan ada maunya aja."


"haaaaaa haaaaa..... Tuh kan tadi loe pertama jawab apah?"


"nggk ada ahhhh,ngehalu kali luh"


"udh nih hp gue,tapi ingat jangan di habisin."


Sambil memberikan ponselnya ke mentari.


"iya iya bawel" sambil mengambil ponselnya dari tangan fahmi.


"tut....tuttt....tuuutttt..." terdengar suara telpon kakak dinda aktif.


"aktif nomornya" ucap mentari kepada fahmi.


Fahmi hanya tersenyum


"hallo,ini siapa ya?" terdengar suara perempuan paruh baya yang menjawabnya.


"iya hallo,apa benar ini kak sella?"


"iya benar,tapi sella nya lagi keluar gak bawa handpone nya. ini siapa ya?'"


"emmmm...ini aku mentari tante temannya dinda"


"ohhhh mentari,ada apa keperluan apa ya nak?"


"emmmm... Dinda nya ada tante? Boleh aku bicara sama dinda?" tanya mentari


"ohhh ada ada,dia lagi di kamarnya sedang sakit."


"dinda sakit apa tante?"


"cuman demam aja kok,tunggu ya biar tante kasih hp nya sama dinda."


"iya tante" jawab mentari.


Fahmi yang agak bosen keluar beli jajanan ke kantin.


"mentari aku keluar bentar ya,mau beli jajanan di kantin."

__ADS_1


"okey"


Mamanya dinda pun memberikan ponselnya.


"dinda! Ini ada telpon untuk kamu" ucap mama dinda memberikan ponselnya.


"dari siapa ma?" tanya dinda


"dari mentari nak" ucap mamanya sambil pergi.


°°°


"hallo mentari" ucap dinda


Terdengar suara dinda dari ponselnya,akhirnya mentari menjawabnya.


"iya halloo din,apa kabar? Aku kangen bangat sama kamu"


"aku juga kangen bangat sama kamu" sahut dinda


"kata mama kamu kamu sakit ya?"


"nggk kok cumab demam aja,udah lumayan kok"


"aku mau nanya sama kamu din"


"nanya apa rii?"


"nomer handphone kamu kok gak aktif din? Kamu ganti nomor kok gak kabari aku?" tanya mentari.


"maaf ya rii,iya aku ganti no hp. Waktu itu hp aku di jambret,jdi mama aku blikan hp baru untuk ku dan kartu baru."


"ohh gitu ceritanya,kamu sih ceroboh bangat. Lain kali jangan main hp di jalan ya."


"iya iya bawel" jawab dinda


"aku kesepian gak ada kamu din,gak ada sahabat aku yang lucu,rese,bucin lagi"


"idihhh aku kok di bilang bucin sih?"


"emang bicin sih,waktu pertama kali liat anak baru"ucap mentari.


Dinda hanya tertawa,mereka akhirnya bicara panjang lebar begitu lama.


°°


Fahmi yang datang masih melihat mentari asik bicara sambil ketawa tawa.


Fahmi pun masuk dan duduk kembali di samping mentari.


Telpon terputus ketika guru masuk,membuat mentari mematikan ponselnya agar tidak ketahuan.


"ini makasih ya" kata mentari sambil memberika ponselnya.


"iya sama sama,udh gak sedih lagi kan.?"


"nggk" sambil menggelengkan kepala.


"senyum dong klo gitu"


Mentari pun tersenyum manis karna ia sudah melepas rindu ke dinda lewat telpon.


Dan menjadi semangat lagi dalam belajar.

__ADS_1


__ADS_2