
"makasih ya,atas traktirannya"
"iya sama sama,mau aku antar?" tanya fahmi sambil mematikan motornya.
"gk usah aku bisa sendiri kok,nanti kita ketahuan panjang urusannya" jawab mentari sambil melepaskan helmnya dan memberikannya ke fahmi.
"yakin nih gpp,klo misalnya ketahuan aku bisa jelasin ke mama kamu"
"gak usah lagian aku masuk lewat jendela kamar kok,yaudah aku pergi dulu ya" sambil berjalan memasuki gerbang dengan pelan pelan.
"take care ya" kata fahmi ke mentari yang sudah agak jauh darinya.
Mentari agak takut untuk memasuki halaman rumahnya,karna kalau sampai ketahuan iya pasti akan mendapat hukuman yang lebih parah dari ibunya.meskipun ayahnya sudah pulang pasti ibu nya akan menghukumnya sewaktu ayahnya tidak ada.
"aku harus pelan pelan,nanti bisa bisa ibu mendengar dan keluar"
Mentari yang berjalan agak menunduk dan berjinjit seperti seorang pencuri agar ibunya tidak mendengar langkah kaki nya.
Sampainya juga dia didepan jendela kamarnya,pelan pelan ia membuka jendelanya dan masuk ke dalam kamarnya.
"huuufffff....! Akhirnya selamat juga."
Mentari yang sudah kelelahan akhirnya tertidur pulas dengan tenang.
°°
Keesokan harinya mentari bangun lebih pagi bersiap siap untuk berangkat ke sekolah,karna ia ingat bahwa fahmi akan menjemputnya.
"aduh gawat muda mudahan fahmi belum datang jemput aku"
Mentari pun cepat cepat keluar rumah.
"syukurlah....!fahmi ternyata belom datang."
Mentari pun mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke fahmi.
"udah di mana? Aku tunggu di tempat biasa ya! Jangan lama" isi pesan mentari
Mentari duduk sembari menunggu fahmi datang.Beberapa menit kemudian datang balasan fahmi.
"aku udah di jalan. Ok tunggu di sana ya,jangan kemana mana." balasan pesan fahmi.
Mentari hanya meread pesan fahmi tanpa membalasnya karna takut mengganggu dia mengemudi motornya.
°°
"mentari...! Ayoookkk...." terdengar suara fahmi memanggil di atas motornya.
"ehhhh.... Elu udah datang" sambil berjalan mendekati fahmi.
"udah buruan naik,nanti kita telat"
__ADS_1
"iya iya"
Mereka pun berangkat ke sekolah.
°°
Lonceng sekolah berbunyi lebih cepat dari biasanya pertanda bahwa pelajaran sudah selesai.
Murid murid bersorak gembira karna mereka pulang cepat.
"jadikan?" tanya fahmi mendekati mentari
"jadi dong," jawab mentari sambil cepat cepat memasuki buku bukunya.
°°°
"kamu tunggu di sini dulu,aku mau ngambil motor di parkiran."
"iya jangan lama lama"
Setelah mengambil motor mereka pun berangkat ke tempat perlombaan untuk mengambil formulir pendaftaran.
"aku takut" kata mentari ke fahmi ketika ingin memasuki lokasi pendaftaran.
"jangan takut untuk memulai! Kalo kalah kan gpp yang penting kamu udah berusaha. Lagian ada aku kok yang selalu mendukung kamu" ucap fahmi sambil menepuk nepuk pundak mentari dengan pelan,agar mentari tidak takut lagi.
Mentari hanya tersenyum dan menarik nafas dan membuangnya agar dirinya tenang.
°°°
Setiap peserta pendaftar memasuki ruangan yang sudah di tentukan,agar di beri pengarahan.
"aku masuk dulu ya fahmi" kata mentari
"okey,,,fighting mentari!"
Sekian lamanya fahmi menunggu akhirnya pengarahan pun telah selesai,mentari akhirnya keluar dengan perasaan lega.tinggal membuat dan mengirim hasil karyanya dua hari lagi.
Mentari berjalan mendekati fahmi dengan wajah tersenyum senang.
"gimana tadi di dalam? Lancar?" tanya fahmi
"lancar kok" ucap mentari
"bagus deh aku ikut senang,jadi perlombaannya kapan di mulai?"
"katanya dua hari sebelum penilaian harus sudah di serahkan,kalo lomba buat novel sih minimal 3000 kata,dan kalau menang karya novel nya harus di teruskan sampai tamat dan bakalan di cetak dan terbitkan.."
"wahhhh,berarti bisa jadi penulis nove terkenal dong? Muda mudahan kamu menang ya"
"amin.... Kita berdoa bersama sama aja. Karna saingannya banyak"
__ADS_1
"iya aku terus mendukung mu kok" kata fahmi.
"yaudah kita pulang yokk,udah jam lima sore nanti ibu kamu marah lagi kalo liat kamu pulang lama"
"okey"
Mereka pun pulang dengan perasaan gembira.begitu juga dengan mentari,iya ingin cepat cepat sampai kamarnya agar iya memulai memikirkan judul novel dan menulis isinya.
Tetapi mentari tidak yakin ia mampu menulis novel sampai 3000 kata dalam jangka waktu 2 hari.
°°°
"kita udh sampai"
"makasih ya kamu udh ngantar aku pulang"
"iya,aku pulang dulu ya"
"daaaaa..... Hati hati ya" ucap mentari sambil melambaikan tangannya.
Iya pun cepat cepat masuk ke kamarnya dan menguncinya agar tidak ada yang mengganggunya.
Tapi lagi lagi ibunya memanggilnya.
"mentari,tadi ayah nitip ini untuk kamu. Karna ayah akan pergi ke luar kota untuk urusan kantorny"
"makasih bu," ucap mentari sambil menerimanya dan pergi.
Mentari yang heran dengan kelakuan ibunya itu berjalan sambil berkata dalam hati.
"kok tumben ya ibu baik,biasanya diakan marah marah gak jelas. Tapi gpp deh pokoknya hari ini aku gak kena marah ibu."
°°°
Mentari sibuk mengetik laptopnya, kata perkata iya ketik untuk karya novelnya.
Iya sengaja membuat karyanya di laptop agar ia hanya tinggal memprint nya saja.
"pegel juga tangan ku mengetik,istirahat dulu lah"
Mentari pun merebahkan badan nya di kasur untuk istirahat.
"haaaaaahh...... Lelah nya! Kalo gak menang juga gpp sih,yang penting aku udah berusaha" ucap mentari kepada dirinya sendiri.sampai iya tertidur lelap.
Dan terbangun ketika sudah gelap dan jam menunjukan pukul delapan malam.
"udah malam,aku harus lanjutkan karya ku biar selesai" lalu mentari pun membuka lagi laptonya dan melanjutkan karyanya lagi.
Kata perkata di ketiknya,sampai iya sudah menghasilkan 1.500 kata. Dan beristirahat sebentar.
Terdengar suara telepon berbunyi,mentari melirik ponselnya dan melihat panggilan dari fahmi dan mengangkat telponny.
__ADS_1
Dan mereka pun berbica panjang lebar,dan mentari pun meminta saran dari fahmi untuk karyanya itu.