
Berlangsungnya jam pelajaran dini yang orang nya agak kalem sekarang berubah menjadi anak yang bawel,dan berisik semasa jam pelajaran berlangsung.ya pastinya karna anak baru itu.
"Din,kamu bisa diam gak sih?... berisik tau!"
"Apakah ini yang di namakan cinta rii?" ucap dini sambil memeluk mentari.
"awas.... Lepasin!! Nanti kita kena marah sama pak ronal" ucap mentari sambil berusaha melepaskan pelukan dari dini.
Akhirnya dini melepaskan juga pelukannya,akhirnya lega juga,karna mentari yang sedari tadi kesakitan menahan kencangnya pelukan dini.
Selama pelajaran dini selalu ngoceh gak jelas,dan ngaur.
Yang ku dengar hanya "pangeran aku cinta pada mu" dengan suara pelan.
Aku yang mendengar perkataan nya itu jdi senyum senyum sendiri.
Bel pun berbunyi pertanda jam pelajaran telah usai,semua anak anak menggendong tasnya masing masing untuk pulang.
"ayok din kita pulang" ajak mentari
Karna berhubung anak baru itu belom keluar,dini menolak ajakan mentari.
"bentar lagi rii,anak baru itu belum pulang juga."
"masa kita mau nungguin anak baru itu pulang baru kita juga ikut pulang sih din"
Dini dengan pedenya berjalan ke arah meja fahmi.
"Hai fahmi,nama ku dini" sambil mengulurkan tangannya.
Tapi fahmi tidak membalas jabatan tangan dini dan langgung merangkul tasnya dan pergi meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
mentari tertawa terbahak-bahak melihat adegan itu.dini menjadi kesel karna dia di kacangin oleh fahmi.
"Kan udah ku bilang,cowo itu bukan cuman nyebelin tapi juga sombong! Kamunya sih bandel di bilangin"
"tapi dari mana loe tau klo dia sombom rii?"
"semalam aku ke pasar di suruh ibu,pas di pasar aku dan dia bertabarakan."
"wahh,,kayak yang di film film ya. Mulanya tabrakan menjadi cinta sejati"
"ehhh,gak usah ngaur kamu din.pasti kebanyakan nonton korea nih anak" ucap mentari
"iya dong,gue kan bisa ngeliat oppa oppa ganteng"
"terserah loh din,yang penting kamu gak sedih lagi"
"mentari makasih ya dan maafin aku yang gak dengerin omongan kamu."
Kemudiab Mentari berdiri dan sambil memeluk sahabatnya itu.
"Udah jangan sedih lagi,mungkin dia bukan jodoh mu" ucap mentari menenangkannya.
Dini yang baru merasakan sebuah cinta malah merasakan sakit hati.memang dini yang malang ucap mentari dalam hati.
"yaudah kita pulang aja ya" ucap mentari kepada dini sambil merangkul tas masing-masing menuju keluar.
"din,temani gue dong nanti ke toko buku"
"iya,aku bakalan temani kamu"
Berkat mentari,dini gak lagi sedih.
__ADS_1
"mentari liat deh cowo sombong itu,ngapain dia di toko buku ini" sambil menunjuk ke arah fahmi.
"mana sih" ucap mentari
"itu loh,di dekat rak buku novel"
"oh iya aku liat kok,mungkin ada yang mau di belinya din"
"kenapa sih kita harus ketemu sama cowo angkuh itu di sini"
"udah anggep aja cowo itu gak ada di sini,gak usah di liatin" ucap mentari sambil mengajak dini menjauh dari cowo sombong itu.
"bruukkk....kali ini mentari kembali menabrak seseorang lagi."
"duh,sorry sorry mbak. Saya gakk senga....ja"
Perkataan fahmi terhenti karna melihat yang iya tabrak ternyata cewe yang sewaktu di pasar semalam.
"eloo lagi..... Elo lagi....,kenapa sih gue harus ketabrak terus sama elo.atau jangan jangan kalian berdua ngebuntutin gue?" ucap fahmi ke mentari
"enak aja loe,seharusnya kami berdua yang bilang gitu sama elo.jangan jangan elo yang lagi kebuntutin kami." ucap dini membalas
"udah din,kita pergi aja yuk dari sini. Males gue liat cowo songong" sambil menunjuk kearah fahmi.
"kamu tadi bilang aku apa? Cowo songong?"
"iya cowo songong" kembali dini yang mengucapkan kata itu.
"udah yukk,din kita pergi aja."
Mereka pun pergi meninggalkan fahmi.
__ADS_1
..........................Bersambung...................