Merangkai Butir Cinta

Merangkai Butir Cinta
Bab 7 = Pilihan Hati ( Pov Rayyan )


__ADS_3

Di sebuah rumah besar, megah, nan mewah, tinggal satu keluarga yang telah di tinggal ayahnya karena insiden kecelakaan, Dia adalah Rayyan Syahid Al Fatih, Rayyan kini tinggal bersama Ibu dan adik tercinta, sang Ibu yang bernama Hasna Mardiyah yang kini telah di tinggal pergi suaminya yang bernama Ali Fauzi, setelah kepergian ayahnya Rayyan berjanji akan menjaga dan melindungi kedua bidadari nya, sementara sang adik, Raisya Syahila Al Fatih, kini sedang duduk di bangku sekolah menengah atas.


Rayyan adalah seorang dosen di Universitas Ilmu Tarbiyyah juga sebagai tenaga pengajar di pesantren Al- Barokah, ia juga telah membangun sebuah sekolah gratis bagi anak yang kurang mampu, bahkan Rayyan membayar semua gaji para guru dari uang pribadinya sendiri.


Setelah menunaikan Sholat Isya, Rayyan duduk di shofa sambil memainkan handphone nya, mengingat aktivitas siang tadi yang cukup padat membuatnya ingin beristirahat sejenak, disaat Rayyan sedang fokus memainkan handphone, sang ibu datang menghampiri dan duduk di samping Rayyan.


"Nak, Ibu mau bicara sebentar boleh?" Ucap Ibu Hasna


"Boleh Bu, ada apa?" Ucapnya seraya menyimpan handphonenya


"Nak, kamu masih ingat dengan cerita Ibu? tentang perempuan yang nolong Ibu ketika di apotek?" Tanya Bu Hasna


Flash Back On


"Ibuu..." ucap Rayyan dari arah belakang


Bu Hasna pun menoleh


"Rayyan..." ucapnya


"Bu maaf ya, Rayyan telat jemput Ibu"


Ucap Rayyan memohon


"Iya nak gapapa, tapi tidak biasanya kamu telat jemput Ibu, kenapa nak?"


Ucap ibu Hasna keheranan


"Tadi Rayyan ngisi bimbingan dulu Bu, tapi ibu gapapa kan?" Ucap Rayyan penuh perhatian


"Gapapa nak Ibu baik baik aja." Jawab Bu Hasna


"Alhamdulillah, ya sudah Bu kita pulang ya." Ucap Rayyan


Rayyan dan ibunya menaiki mobil dan Rayyan pun segera melajukan mobilnya.


Saat di perjalan bu hasna memulai percakapan


"Nak, Ibu mau tanya, apakah kamu sudah punya calon, mengingat umur kamu yang sudah cukup untuk menikah?" Tanya umi yang membuat Rayyan batuk


Uhuk..


" Belum Ibu, Rayyan belum menemukan seseorang yang tepat, tapi InshaAllah Rayyan sedang berikhtiar, tentunya di selingi do'a. "


Jawabnya


"Nak, Ibu berpesan, kalau kamu cari calon istri itu jangan melihat fisiknya saja, tapi carilah perempuan yang dengannya kamu menjadi semakin dekat sama Alloh. " Pesan ibu hasna


"Iya bu, do'a kan Rayyan ya. " Jawabnya


" Nak, tadi sebelum kamu datang jemput ibu, ibu ditolong gadis sholeha dia memberitahu ibu saat dompet ibu jatuh, dia begitu santun, meskipun ibu baru pertama kali bertemu, ibu rasa dia belum menikah, kalau kamu tidak keberatan ibu mau menjodohkan kamu dengan gadis itu. " Terang ibu hasna


" Ibu maaf, bukannya Rayyan tidak percaya ibu. Tapi Rayyan ingin menikah dengan pilihan hati Rayyan. " Jawab Rayyan.

__ADS_1


" Yasudah gapapa nak, ibu do'akan semoga kamu mendapatkan perempuan sholeha. " Ucap ibu hasna


Flash back off


"Iya ibu, Rayyan ingat yang ibu ceritakan waktu dimobilkan? " Ujar Rayyan


" Iya nak, perempuan yang ibu ceritakan itu adalah syahla, ibu gak nyangka ternyata syahla juga mengajar di pesantren al-barokah. ibu yakin syahla itu perempuan sholeha, ibu rasa syahla adalah perempuan yang Allah pilihkan untuk kamu dan dia adalah perempuan yang ibu harapkan untukmu. " Tutur ibu


" Ibu maaf, bukannya Rayyan tidak menghormati pilihan ibu. Tapi saat ini Rayyan sudah menemukan seseorang, perempuan yang Rayyan harapkan menjadi pasangan hidup Rayyan, do'a kan Rayyan ya ibu. " Jawab Rayyan


" Iya nak gapapa, alhamdulillah kalau kamu sudah menentukan pilihan hatimu. Saran ibu segera khitbah dia ya nak, niat baik itu harus disegerakan. " Ucap ibu


" Iya ibu, inshaAllah hari minggu Rayyan akan khitbah dia dan besok hari sabtu inshaAllah Rayyan akan berbicara kepada umi laila, do'a kan Rayyan ya ibu. " Jelas Rayyan


" Iya nak, ibu do'akan yang terbaik untukmu. Semoga Allah memudahkan urusanmu." Jawab ibu Hasna


***


06.00


Pagi ini Rayyan akan berbicara kepada umi Laila perihal niat baiknya mengkhitbah Asyifa, karna Rayyan ingin mengetahui lebih dalam tentang Asyifa.


lima tahun sudah kepergian sosok ayah yang mereka banggakan. Saat itu Rayyan sedang duduk di bangku kuliah, sedangkan Raisya baru duduk dibangku sekolah menengah pertama, begitu sesak saat sang ayah pergi meninggalkan mereka untuk selamanya, namun mereka tetap semangat melanjutkan hidup karna sang ibu tercinta, saat ini mereka masih mempunyai bidadari yang harus mereka jaga dan sayangi, mereka tak ingin kehilangan untuk kedua kalinya.


Dan selama lima tahun sudah, sarapan di meja makan tanpa ayah, meskipun begitu mereka tetap bahagia dan akan terus men do'a kan agar ayahnya di tempatkan di tempat terbaik di sisi Allah.


" Kakak hari ini ada jadwal ga di kampus? Kalau ada, sekalian anterin aku ke sekolah yaa kak? " Ucap Raisya yang sedang mengolesi roti dengan selai


" Sebenarnya hari ini kakak mau ke pesantren, tapi ga papa kakak anterin kamu dulu ke sekolah. " Jawab Rayyan


" Rayyan jaga adikmu ya, lindungi dia, ibu khawatir adikmu kan perempuan. " Pesan Ibu Hasna


" Iya Bu, Rayyan akan menjaganya, dan Rayyan akan menjaga ibu juga. " Ucap Rayyan


" Benerr yaa kak, jika kakak menikah nanti, kakak jangan lupakan kami yaa. " Tukas Raisya


" Tentu tidak dek, justru disini kakak harus menggantikan tugas seorang ayah. kakak berjanji kakak akan menjaga dan melindungi kalian. " Tutur Rayyan


" Eh kak, denger denger kakak akan khitbah seseorang yaa? Pasti kakak naksir sama seorang perempuan yang ada di pesantren kan?. " Tanya Raisya beruntun


" Do'ain aja dek, udah ah, Anak kecil jangan ingin tahu urusan orang dewasa, kamu itu harus fokus belajar. lagian dek kakak ingin menjaga hati kakak sampai kakak menikah nanti. " Tutur Rayyan


"MaaSyaaAlloh, ternyata kakakku sesholeh ini. " Ucap Raisya dengan wajah terharu sekaligus bangga


" Jadi kapan kakak akan khitbah kak Syahla? " Lanjutnya


Uhuk...


" Bukan Syahla dek, tapi temannya. " Ucap Rayyan


" Tapi...... " Ucap Raisya belum selesai


" Sudah sudah, pokoknya siapapun nanti yang akan menjadi pendamping hidup kamu nak, Ibu do'akan semoga dia perempuan terbaik yang Alloh pilihkan untuk kamu. " Ucap Ibu Hasna

__ADS_1


" Aamiin Yaa Robbal'aalamiin. " Jawab mereka serempak


" Do'akan selalu Rayyan ya bu. "


Ucap Rayyan


***


Setelah mengucapkan salam dan mengetuk pintu ruangan umi laila, rayyan pun dipersilahkan masuk oleh umi laila. Umi laila memulai percakapan


" Jadi, sebenarnya Rayyan ada perlu apa? " Tanya umi laila


" Umi saya mau bertanya perihal ustadzah Asyifa, kalau boleh tahu apakah ustadzah Asyifa sudah ada yang mengkhitbah? " Ucap Rayyan


" Mmm.....Setau umi, Asyifa belum ada yang mengkhitbah, menurut umi kamu cocok sama Asyifa, umi sangat setuju kalau kamu menikah dengan Asyifa." Ujarnya


" Kalau boleh tau, menurut umi Asyifa itu bagaimana? " Tanya Rayyan


" Menurut umi Asyifa itu perempuan sholeha, ramah, sopan, pintar, cantik wajahnya, cantik pula hatinya, asyifa juga lulusan qairo, banyak loh yang menginginkan dia jadi istrinya, makanya Rayyan cepet cepet khitbah dia, nanti keduluan orang." Tutur umi


" Minta do'anya aja umi, emm umi kalau syahla menurut umi bagaimana?" Tanya rayyan


" Kenapa kamu tanya syahla, bukannya kamu suka Asyifa? " Ucap umi


" Iya umi, jadi ibu saya berniat menjodohkan saya dengan syahla karena menurut ibu saya syahla itu perempuan baik, tapi saat ini saya sudah menemukan pilihan hati saya, ya saya mengharapkan Asyifa menjadi istri saya." Jelas Rayyan


" Kalau menurut umi ya, kan syahla sudah hampir kurang lebih satu tahun disini, jadi umi tahu sifat dan kepribadian dia, umi kurang menyukai dia karna menurut umi dia itu suka melalaikan tanggung jawab. Sama suka cari perhatian gitu, tapi ini pandangan umi. Ya, pandangan orang lain beda beda kan ya. " Terang umi


"Gimana Rayyan apakah kamu sudah mantap memilih asyifa, nanti umi akan bicara sama asyifa" Tawar umi


" Bismillah, Iya umi, saya yakin memilih Asyifa. " Jawab Rayyan


" Jadi kapan kamu akan khitbah Asyifa? " Tanya Umi laila


" InshaAllah besok Umi. " Jawab Rayyan


" Baiklah, InshaAllah nanti umi sampaikan niat baik kamu ke Asyifa. "


Jawab Umi laila


***


Bismillah......


Sebelumnya saya ingin meminta maaf apabila dalam penulisan ini ada kesalahan dan kekurangan, saya hanya ingin belajar dan mengasah kemampuan saya dalam bidang menulis.


Cerita ini murni dari imajinasi saya, dan mudah mudahan lewat tulisan ini bisa bermanfaat bagi saya dan bagi semua pembaca.


Terimakasih sebelumnya.


Alhamdulillah..


Tasikmalaya, 12 November 2022

__ADS_1


Fina Hanifah


__ADS_2