
"prok"
"prok"
"prok"
"aaaaa mereka hebat banget""eh lihat tuh lenzo keren banget"" wah cewek culun itu hebat juga" sorakan dan tepuk tangan para siswi yang sedang menonton pertandingan basket antar kelas.
"berisik banget "batin seorang gadis yang s sang pokus mengiring bola.
"woii (nam-" teriak seorang cowok yang siap di posisinya,sementara yang di panggil menoleh ke arahnya.
"tangkap zo "ucap agak keras sang gadis itu sambil mengoper bola tersebut ke arah cowok yang bernama lenzo.
" kerja bagus"gumam sang pelatih melihat kerja sama mereka berdua.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
pertandingan berlangsung lama, dan akhirnya tidak ada pemenang karna skor kedua tim itu seimbangkan.
"(name) lenzo kerja bagus " seru seorang cowok sambil merangkul kedua anggota nya itu.
"iya kerja yang bagus karena kalian kita bisa seri dengan mereka "ucap wakil ketua tim mereka sambil tersenyum senang dan lega, pasal 2 bocah ini biasanya hanya akan bertengkar di mana pun.
sedangkan (name) dan lenzo hanya bisa sedikit tersenyum melihat tingkah tim mereka.
" besok ada 1 pertandingan lagi jadi kita istirahat hari ini "ucap ketua tim mereka sambil tersenyum kearah mereka.
"heh apa kau tau mengapa perpustakaan itu selalu di kunci ? "seru cowok yang lewat bersama kelompoknya.
" aku tidak tau tapi katanya perpustakaan itu ada hantu nya ""iya benar dulu aku pernah melihatnya di jendela perpustakaan itu serem tau""dan katanya sih hanya beberapa orang yang bisa masuk ke sana dengan izin kepala sekola""aku tidak mau kesana melewati pun tidak mau"pembicaraan itu didengar oleh (name),lenzo dan beberapa anggota lainnya termasuk ketua dan pelatih mereka.
" kalian tidak perlu pikiran perkataan mereka" ucap seseorang wanita tua sambari mendekati mereka.
" nenek mengapa kau disini " ucap (name) sembari mendekati neneknya itu dengan khawatir.
" aku baik baik (name) dan aku kesini karna ingin mengunjungi kepala sekolah "ucap wanita tua itu yang tau cucu nya menghawatirkannya.
" aih " suara yang keluar dari mulut (name) yang menatap neneknya dengan agak bingung, pasal neneknya sudah berusia 109 namun masih hidup dan awet muda ? pisiknya saja seperti berusaha 19 tahun.
__ADS_1
" ah anda datang kemari lagi nona Karina"ucap sopan sang pelatih, sembari mendekat wanita tua itu.
"anda tidak perlu berkata formal seperti itu " ucap wanita tua itu sembari tersenyum kearah mereka,jujur jika tidak ingat dengan umurnya mereka sudah ingin mengajaknya pacaran atau ke pelaminan.
"nenek sudah ku bilang jangan tersenyum begitu kau membuat sekolah ini banjir darah lagi?" ucap (name) sembari menatap datar ke arah para lelaki yang mimisa.
" ah maaf (name) sayang aku lupa "ucap sang nenek sembari menggaruk lehernya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
POV name
"memang ada apa dengan perpustakaan yang terkunci itu ?"batin ku yang sedang memasukan barang barangnya kedalam tas.
" (nam- kau lihat buku ku tidak ?"ucap ketua kelas sembari menghampiri ku ,sedangkan aku hanya melihatnya.
" buku apa ?"tanya ku sembari menaikan 1 alis dan menatapnya bingung.
" iya buku matematika Ama fisika"jawabannya
" em kalo matematika paling sama si lenzo sementara kalo fisika gak tau "ucap ku sambari menunjuk bangku lenzo.
"memang kenapa ?"tanyaku sambil memperhatikannya.
"sudah ada rumor kalo siapapun yang masuk ke sana akan mendapatkan kutukan" ucapnya
"ah baik lah terimakasih atas informasinya aku harus pergi dah" ucapku sembari berjalan menjauhi nya.
"kutukan ?masih ada yang percaya kalau itu nyata ?"batin ku bertanya tanya, ya ayolah masih ada yang percaya kutukan itu nyata ? bahkan tidak ada bukti bahwa kutukan ada di dunia.
aku memutuskan untuk pergi ke perpustakaan itu,dan mencari bukti tentang rumor tersebut siapa tau itu kebohongan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
aku sekarang berada di dalam perpustakaan itu, jangan tanya lewat mana aku masuk karna pintu di kunci, lupakan ayo kita berkeliling dan lihat ada apa saja disini.
" seperti perpustakaan ini sudah lama di tinggalkan"batin ku sembari melihat sekitar banyak sekali rak rak buku kuno.
aku berjalan melihat lihat sekitar dan aku berhenti di depan 1 rak yang berbeda dengan yang lain, pasal di atas rak itu ada tulisan 'daftar buronan' aku mengambil beberapa buku dari rah itu lalu membacanya.
__ADS_1
saat aku ingin membaca yang Ter akhir tiba tiba ada suara seseorang yang masuk, aku panik dan mengambil buku itu lalu buru buru keluar lewat jendela untung dia tidak melihatku jadi aku pulang sambil membawa buku itu.
POV (name) end
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
(name ) tiba di kamar ia melempar buku itu sembarangan dan langsung ke kamar mandi.
selesai mandi (name) mengambil buku itu lalu duduk di lantai, ia membuka buku itu dan membacanya.
"mengapa ada kasus kematian bunda disini"batin (name) yang bingung karna Ter dapat kasus yang berhubungan dengan kematian ibunya.
tak lama ia membaca tiba tiba buku itu bercahaya dan terbang ke atas (name), sementara (name) yang melihat itu hanya terkejut dan mundur beberapa langkah menjauh dari buku, takutnya akan ada sesuatu yang menghisap (name) seperti yang ada di novel atau di anime.
buku itu terdiam di atas dengan cahaya yang semakin bersinar, (name) bersembunyi di belakang pintu kamar mandi.
"bruk!!!" suara yang jatuh kelantai
sinar dari buku melemah dan lama lama memudar,(name) memberanikan dirinya untuk melihat itu.
" aww aduh" ucap seseorang yang tertindih oleh temannya.
(name) melihat itu siapa hanya mematung, ia tau mereka siapa.
" aw ne tame bisa kau berdiri berat tau " ucap seseorang, sementara yang di panggil hanya menurut.
" kita dimana ? "ucap seseorang gadis ber rambut pink.
" aku tidak tau ah sakit punggung ku " ucap seseorang pria ber rambut kuning sembari duduk.
" seperti nya kita Ter teleportasikan ke dunia lain " ucap seseorang pria ber rambut hitam.
(name) melihat mereka hanya mematung di tempat sembari menatapnya tak percaya, sementara salah seorang dari mereka melihat (name), gadis yang bersurai (H/c) dan (E/c) yang menatap mereka tidak percaya.
"kau siapa " ucap seseorang gadis yang bersiaga menyerangnya.
(name) yang melihat dirinya akan dalam bahaya langsung membuka suara.
" WOII tenang tenang" teriak (name) yang panik.
__ADS_1
"bruk" suara buku yang jatuh mengenai seorang pria ber rambut kuning itu, sontak semua yang ada di Sanah menatapnya semetara korban itu hanya mengusap kepalanya yang terkena buku itu.