
"name "ucap Karin menatap ku dengan wajah yang serius dan entah mengapa perasaan ku buruk sangat buruk, tatapannya yang tajam membuat ku merinding.
"iya nek "ku lihat lantai tak kuat melihat matanya, keringat dingin mulai muncul dari tubuh ku .
"name jadi gini kau akan pergi ke Jepang untuk beberapa bulan dan jauhi dunia bawah oke " ucap dengan menekan kata 'jauhi dunia bawah ' , menatapku tajam dengan aura hitam yang mengelilingi tubuhnya.
"oke , tapi aku tidak yakin soal yang Ter akhir" ucap ku lirih dan menelan ludah ku dengan desah payah, ku lirik nenek yang masih sama menatap tajam ke arah ku.
"terserah kau bilang apa tapi saat di sana jangan buat masalah akan repot pada mu sendiri nanti dan soal Hilda " nenek melihat ke arah kopi yang berada di meja dengan tatapan sedu, aku terkejut saat mendengar nama sahabat ku sendiri perasaan buruk ku mulai menjadi-jadi.
"ada apa dengan ya nenek apa ada sesuatu yang terjadi padanya ?" ucap ku dengan agak panik melihat kearah nenek yang berada di depan ku.
"hah emm mungkin ini saatnya ku beritahu " ucap, perasaan ini mulai menGrogotti (bener gak sih tulisannya) ku.
"dia masuk rumah sakit kemarin karna tertabrak mobil saat perjalanan pulang " jeb ⚡ mendengar itu hati ku hancur ,diriku membeku mata ku membulat sempurna, nenek melirik ke arah ku menatap ku sedu dengan senyuman kecut terukir di wajahnya.
hening beberapa saat "aku gak salah denger kan ? iya kan " ucapku tak percaya mata ku mulai memerah, bibir ku bergetar hebat menahan tangisan.
jika ia memang sudah masuk ke rumah sakit mengapa aku tidak mendapatkan kabar soalnya ? mengapa baru sekarang ?, nenek terdiam beberapa saat lalu berdiri dari tempat duduknya.
"kau bersiaplah besok kau akan berangkat bersama yang lain aku tau ini terlalu cepat tapi aku tidak ada waktu lagi "ucapnya dan melangkah menjauh dari tempat kami tadi.
"dan setelah siap siap kau boleh menemuinya di rumah sakit" setelah mengucapkan itu nenek pergi meninggalkan ku sendiri.
mengapa ini terjadi ? sebenarnya ada apa ? siapa pelakunya ?, air mata ku lolos membasahi pipiku, malam itu adalah malam terburuk ku, malam dimana diriku mendapatkan kabar buruk tentang sahabat terbaikku.
malam itu diriku menangis hingga tertidur .
...----------------...
__ADS_1
POV author
malam berganti siang jam 12:00 setelah beres-beres kau memutuskan pergi kemenjenguk sahabat mu sendiri, di temani oleh sakura sementara Naruto dan Sasuke sedang menyimpan barang yang akan di bawa kedalam bagasi mobil.
"sitt name kenapa banyak hewan disini "ucap sakura sembari melihat sekitar , namun kau hanya menghiraukannya.
tak lama kalian pun berada di depan kamar pasien yang bernama hilda sahabat mu, kau melihat kearah hilda yang sedang tertidur lewat kaca menatap sedu terdiam, didalam hati kau terus berkata kata.
sakura hanya terdiam melihat diri mu, hening tak ada yang mau membuka topik bicara, sakura tau kau sedang sedih akan kabar hilda dan memutuskan untuk diam saja.
"apa kau tau aku harus pergi ke Jepang tadinya ku mau membawa mu tapi kau malah begini sungguh di sayangkan padahal itu negara favorit mu loh " batin mu hati mu sakit dan sesak kau tersenyum kecut.
"hiks kalo kau mati tapi aku tidak dapat nasi kotak nya tapi tak bisa karena mungkin aku tidak akan ikut, karena aku akan lama di sana. jadi jangan mati dulu " batin mu memang agak mines akhlak tapi itu hanya untuk menutupi rasa sedih mu, kau berbalik membelakangi makam tersebut.
"aku pergi ke Jepang " setelah mengucapkan itu kau pergi bersama sakura meninggalkan ruangan tersebut.
...****************...
"ya begitu lah " kau melihat ke arah lain dan menemukan seseorang yang sudah menunggu kalian di depan mobil yang sedang bermain hp.
"semua ayo "ucap mu pergi menjauhi mereka,Naruto Sasuke dan sakura melihat kau yang menjauh pun menyusul.
"Hay tunggu kami dattebayo "ucap Naruto dengan agak keras, sementara seseorang yang melihat tingkah laku kalian terkekeh geli.
"kau sudah menunggu lama ? " ucap mu menghampirinya dan disusul oleh yang lain, seseorang itu menggeleng kan kepalanya menjawab pertanyaan mu.
"tidak baru tadi sudahlah lama tidak bertemu 'hil' " ucapnya pada mu sembari tersenyum manis.
"hil ? " ucap Sasuke yang bingung begitu juga Naruto dan sakura menatap kearah kalian berdua secara bergantian.
__ADS_1
"ayo lah kau masih memanggil ku dengan nama itu ?" ucap mu sembari menatap tak percaya, sudah belasan tahun tidak bertemu dia masih memanggil mu dengan nama sebutan yang pernah kau buat dulu.
"hey ayo lah kita bicara nanti saja sekarang ayo pulang "ucapnya sembari membukakan pintu mobil dan mempersilahakan kau masuk.
"hah terserah kau saja " ucap mu sembari masuk kedalam mobil.
"oh ya barang yang kalian bawa masukan ke bagasi mobil saja "ucapnya dan mendapatkan anggukan kepala dari mereka bertiga, kau hanya memandangnya dengan tatapan datar.
...----------------...
di perjalan sakura Sasuke dan Naruto tertidur meski hanya tidur tiduran sih, seseorang yang sedang menyetir itu melirik ke arah kaca dan tersenyum tipis.
" mereka terlalu kelelahan ngomong ngomong bagaimana kabar nenek ? dan kabar nya mereka berdua di sana " ucapnya, aku melihat kearah jendela lebih tepat luar sih.
"nenek dan lenzo baik baik saja hanya Hilda ia " ucap ku menggantung , ia mengerti apa yang ku maksud .
" ah tidak apa apa itu adalah takdir oke oh iya kapan kau akan mengantar mereka kembali keduanya ? "ucapnya pada ku seperti nenek sudah bercerita tentang semua padanya.
"entah mungkin memperbaiki alat kuno yang berada di kamar ibu akan berguna "ucap ku sembari melihat ke depan lalu menutup mata perlahan.
"Hahaha kau benar nanti akan ku coba memperbaikinya deh tapi akan memakan waktu yang lama di tambah ada beberapa alat yang belum ada di dunia ini pasti sulit mencarinya" ucap sembari melirik kearah ku.
" ya aku tahu jadi mohon bantuannya aku harap bisa secepatnya sebelum "ucapku dengan nada yang emm judes.
"ya ya aku tau kau selalu saja seperti itu setiap meminta tolong -_- memang keluarga l/n selalu ribet dah " ucap nya
" marga itu sudah ditinggal sejak lama kiroto mashiko "ku membuka mata dan melihat kearah nya,teman kecil ku saat di Jepang dulu.
" ah aku lupa maaf ngomong ngomong keluarga l/n sekarang masih mencari jejak keluarga mu ku denger mereka ingin kau kembali " unjar kiroto.
__ADS_1
"untuk apa aku kembali ke keluarga yang ' sempurna itu ' "ucap yang di akhiri menekan kata, dengan kesal aku masih punya dendam dengan keluarga bermarga itu ibu menderita karna mereka tidak menerima keberadaan nya karna itu aku dan ibu memutuskan untuk pergi dari keluarga itu dan membuang marga itu .