
setelah puas berbelanja mereka pun pulang ke rumah.
----------------
"asu lelah " ucap Hilda yang sudah tiduran di sopa dan menahan kantung mata yang berat, ya ia lelah setelah di jadikan model dadakan oleh teman temannya.
"jangan tidur di sopa " ucap (name ) melihat hilda .
" bodo amat yang penting kagak di lantai " ujar Hilda yang mulai menutup mata.
"sialan emang " ucap (name) kesal, semetara Sasuke Naruto dan sakura sudah berada di kamar istirahat .
"btw lu masih hutang penjelasan" Hilda melihat ke arah (name), dengan bingung dan meminta penjelasan.
" penjelasan apa?"ucap (name) sembari menatap Hilda dengan polos.
"mengapa mereka bisa disini bego"
" gue gak bego ye "ucap (name) kesal.
"jadi jelasin!" ucap Hilda
"hah baik lah " ucap (name)
POV (name)
__ADS_1
mampus! gue kira Hilda bakalan lupa soal itu, ah sekarang mau gak mau gue harus cerita dari awal hingga akhir, padahal lagi mager:).
gue tarik nafas dulu yang dalam, lalu menahannya gak di buang mubazir.
canda! yakali gue tahan bisa makod gue.
"jadi, mereka bisa ada di dimensi kita itu..."aku mulai menceritakan dari awal hingga akhir dalam satu tarikkan nafas.
selama cerita, Hilda melihat ku dengan penasaran dan memainkan pulpen yang gak tau dapat dari mana.
"jadi mereka ke dimensi ini gara gara buku itu? " ucap Hilda dengan tak percaya.
" yang bener aja! sekarang cara mengembalikan mereka bagaimana!" aku hanya terdiam saat mendengar hal itu, ya benar juga sih cara mengembalikan mereka kembali bagaimana caranya?, tidak mungkin mereka di dimensi ini terus kan.
" kenapa gak cari tau di buku itu? jika buku itu membawa mereka kemari maka buku itu juga bisa mengembalikan mereka "ujar Hilda, gak ada salahnya sih tapi ayo kita coba tapi nanti gue lagi malas.
" iya kan ku coba" aku berdiri lalu berjalan ke arah dapur.
"kapan? "
"kapan kapan, sekarang gue laper pingin mie"Hilda hanya melihat ku yang berjalan pergi ke dapur.
----------------
" WOIII ITU PUNYA GUE YET " teriak seseorang dari bawah
__ADS_1
"INI PUNYA GUE ANYING BUKAN PUNYA LU "teriak seseorang, is itu suara Saha kok kedengaran sampe kamar oh iya gue lupa hidupin kedap suara, batin ku sembari duduk di tepi kasur.
"plis berisik njing pada kenapa sih " ucap ku berdiri lalu berjalan ke luar kamar.
tak
tak
tak
suara langkah kaki ku terdengar, loh bukannya tadi ribut ? kok sekarang sepi ke kuburan ? pada kemana cok.
"Hay pada kenapa sih ribut Mulu "ucap ku melihat seseorang bersurai hitam yang duduk di sopa, dan menghampirinya.
" biasa Sasuke dan Naruto rebutan mie " ucap seseorang ber surai pink yang duduk di sopa sebelah kanan, aku hanya menjawab 'oh' lalu duduk di sebelah seseorang yang berambut hitam.
"hil saku bagaimana kita siap siap buat besok ? " ajak ku pada kedua orang itu.
"wih boleh tuh besok nya hah gue hampir lupa kalo besok kemping udah lama gak kesana" ucap Hilda di sebelah ku .
"ya bisa aja kalo 'mereka berdua' gak berantem terus " ucap sakura agak kesal.
"iya kalo mereka berdua berantem tinggal pukul! " ucap Hilda, ih ngeri cok lu lupa ya? kalo kekuatan sakura itu besar. batin ku sambil membayangkan sakura memukul kepala mereka berdua.
bersambung
__ADS_1