
setelah sakura lihat wanita tua itu mirip seseorang tapi entah siapa, setelah percakapan itu sakura dan (name) pergi ke perpus karna kata (name)"kau harus belajar terlebih dahulu tenang bahasa, sejarah dan masih banyak lagi karna dunia ini berbeda dengan kalian " -(name).
mereka pun sampai di perpus dan meminjam beberapa buku yang tidak ada di rumah, untuk mempelajarinya.
setelah mereka meminjam buku dari perpustakaan, mereka pun berencana pulang karna (name) di minta untuk istirahat alasannya.
" (neme) istirahat saja untuk hari ini kemarin kau telah memaksakan diri mu kan, jadi istirahat lah dengan tenang karna besok pertandingan mu "- harto dengan senyuman hangat di **wajah**nya.
di jalan sakura dan (name) mengobrol tentang dunia ini , dan karna itulah sakura dan (name) menjadi semakin dekat di jalan mereka sempat ke pasar untuk membeli beberapa stok makanan dan pergi ke toko baju sebentar, sakura hanya mengikutinya sekalian belajar interaksi dengan orang sekitar karna ia bukan dari dunia ini.
...----------------...
"kami pulang " unjar -(name) sembari membawa keresek berisi beberapa stok makanan lalu pergi ke dapur.
"ne (name) san ini taro di mana ? " ucap sakura sembari membawa kantong belanjaan yang berisi pakaian.
" taro di sopa ruang tamu aja " ucap -(name) di dapur
"ok" setelah mendengar jawaban (name) sakura pun menurut saja.
tak lama Naruto datang bersama sasuke menghampiri sakura yang tengah duduk di sofa ruang tamu.
"sakura -chan kau membeli apa banyak sekali/ apa kah ada ramen nya dattebayo "-sasuke dan -naruto bersamaan, membuat se urai pink ini tersenyum kearah mereka.
..."ini baju baju kita kau yang sebelah sana dan Sasuke yang sebelah kiri nya " sakura sembari menunjuk ke arah tas belanjaan yang berisi pakaian....
keesokan harinya
seperti yang sudah di perintahkan, sakura, sasuke dan naruto pergi ke kantor pak harto, sementara (name) pergi bertanding.
kini mereka bertiga duduk di sofa di hadapan pak harto yang menatap merek dengan serius, sakura yang duduk tegak dan sasuke duduk di sebelah sakura tidak tau berbeda dengan sakura ia juga duduk dengan tegak, berbeda dengan naruto yang duduk dengan waspada.
hawa sekitar terasa berbeda dari biasa nya, kali ini hawa ruangan terasa lebih mencekam dan mengerikan, di tambah tatapan tajam disertai wajah dingin pak harto menambah kesan menakutkan nya.
"kalian dari dunia Shinobi bukan" mendengar itu membuat ketiga nya waspada dan terkejut.
"iya " -sasuke yang menatap tajam, dan waspada jika sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi, sayang nya jika sesuatu terjadi ia juga tidak dapat melakukan apapun.
"dengar kalian juga ingin pulang kalian memiliki 98% kegagalan, 1% berhasil dan 1% ke akhirat atau bisa di bilang mati" hening suasa menjadi hening ke tiganya tidak bisa berkata-kata walaupun tidak Terima dan ingin pulang, tapi perkataannya benar sebuah kenyataan pahit bagi mereka.
pak harto menghela nafas dalam dalam sebelum berbicara. "dengar aku tahu karena orang tua ku sama seperti kalian"
ketiganya bingung dan terkejut. "hah? itu artinya" ucapan naruto terpotong oleh pak harto.
"iya benar aku mengetahui berapa besar bisa kembali ke dimensi asal adalah.... karena jurnal peninggalan ibu ku" pak harto melihat ke arah jendela dengan dalam.
ketika sasuke ingin berbicara, pak harto membalikan badannya.
"lebih baik kalian cepat ke pertandingan (name) jika tidak ingin kelewatan, menonton nya" ucap pah harto yang mengalihkan pembicaraan, ketiga nya mengangguk lalu pergi dengan di antar asisten pak harto.
ia mengalihkan pembicaraan karena tidak ingin memberitahukan semua lebih lanjut, ia tahu cepat atau lambat mereka ber empat akan tahu sendiri.
skip beberapa Minggu berlalu kini mereka mulai membiasakan diri, dan Tanpa mereka sadar chakra mereka menghilang secara perlahan-lahan.
mereka juga mulai dekat dengan (name), dan jangan lupa mereka sekolah berkat pak Harto.
POV (name)
gue bangun dengan tergesa-gesa, nafas yang tidak beraturan Napa bisa lupa sekarang kan pertandingan sahabat aing!.
POV ???
'apa dia lupa? wajar sih dia lupa permintaan gue semetara dia akan pelupa tapi masa sih lupa Ama sahabat sendiri tega bener ' batin ku sembari bersiap siap untuk pertandingan, jujur kalo dia lupa bukan sahabat lagi kita ! kesel.
"pertandingan di mulai 5 menit lagi tolong siap di posisi " ucap wasit, saha sih nama na emm Joko? Eko? Asep? Jamal? aing poho .
__ADS_1
POV ??? end
brak
bruk
brak
tak
tak
tak
" telat telat telat!! " -(name) yang baru menuruni tangga dengan buru buru dan hampir jatuh untung gesit kalo jatuh dari tangga.
sakura hanya melihat nya dengan tatapan heran, Naruto ? dia lagi makan ramen di dapur kalo Sasuke jangan di tanya dia lagi bermain tablet.
"woii semua ceper siap siap dalam 10 detik harus udah ada di mobil jangan tanya kenapa !"teriak-(name) yang lagi masang sepatu dengan buru buru.
POV sakura
aku sedang berjalan ke arah dapur untuk membuat sarapan, tiba tiba aku mendengar suara langkah kaki yang terburu-buru dai tangga jadi aku melihat ke raah tangga, dan menemukan (name)? kenapa dia buru buru lalu menyuruh kami bersiap-siap segera ? sudah lah menurut saja.
POV Naruto
rasa ramen ini enak beda dengan ichiraku ramen, rasa yang unik kalo kata (name) ini itu Indomie banyak pariannya tapi ichiraku ramen tetap yang paling enak dattebayo.
aku sedang makan dengan tenang tiba tiba mendengar suara (name) yang seperti terburu-buru, dan menyuruh kami siap siap segera? bukankah sekolah itu mulai nya jam 8 lebih ya mengapa ia terburu mana aku lagi makan bawa aja kali nya ke mobil ?, bawa aja lah .
POV Sasuke
dunia ini berbeda dengan dunia kami yang penuh peperangan, penghianatan, dan pembunuh dunia di mana yang terkuat berkuasa.
aku sedang menonton emm anime ? entah lah yang jelas aku melihat diriku sendiri, aneh sih tapi kata (name) ini adalah anime itu artinya kami ini dari dimensi 2d.
POV Sasuke end
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
(name) kini mengendarai mobil atau bisa di bilang ' menantang malaikat maut', dan sakura yang mencoba tenang ,Naruto yang lagi makan Indomie dengan cepat, Sasuke ? tutup mata karna takut dengan kecepatan mobil, dengan kata lain mereka pasrah akan hidup nya.
"(NAME) BISA PELAN PELAN JANGAN KE NGAJAK MATI " teriak sakura yang takut.
"(NAME) PELAN PELAN AKU LAGI MAKAN ! DATTEBAYO" teriak -naruto sembari makan .
"(NAM- PELAN PELAN INI MASIH PAGI "teriak -sasuke yang mencoba tenang, dan istighfar atas tindakan temannya.
"DIAM AING DAH TELAT KE PERTANDINGAN TEMAN AING !! "teriak -(name) atau lebih tepat ngegas sembari mempercepat mobil.
"KAU INI BICARA APA SIH AKU TIDAK MENGERTI"teriak -sasuke
POV ???
INI PERTANDINGAN UDAH MAU MULAI KOK DIA BELUM DATANG JUGA !! awas aja kalo menang gak bakalan bagi dua hasilnya, tak lama aing duduk di bangku peserta sembari menunggu pak Eko? Edo? Joko? ah entah lah memanggil no berpeserta ku.
" sekarang giliran peserta no 12 dan 2 di persilahkan untuk memasuki arena" ucap wasit pak Eko?, ya aku pergi ke arena dan melihat kearah bangku penonton dan melihat dia di salah satu bangku itu dengan melambaikan tangan ke arah ku, aku membalas nya dengan senyuman dan melambaikan tangan.
kini aing berhadapan dengan lawan dia bernama Akari perwakilan dari salah satu sekolah Jepang, dia anak yang sombong dan licik tapi sayang lawan yang salah untuk nya.
info
saya\= bahasa jepan
saya \=Indonesia
__ADS_1
dia\= masa lalu
"lihat semua ada anak kucing disini jadi takut buat dia terluka deh " ucap Akari kepada teman temannya dan pembina, membuat teman temannya tertawa kecuali pembina yang menatap serius Akari.
"apa mereka kurang berolahraga nya badannya kurus sekali seperti sapu " ucap Akari embari melihat ku dengan rendah, aku mengerti apa yang dia katakan dan membiarkan dia puas menghina ku dulu sebelum menghantarkannya ke rsj.
pertandingan dimulai dia terus menyerang ku sembari membacot, rasanya ingin aku sumbat dan kepalanya ku hantam, aku bisa melihat sahabat ku menahan marah, wajah menyeramkan dan aura gelap yang haus membunuh yang keluar dari dirinya.
pertandingan terus berlangsung dia terus membacot, aku diam diam tersenyum dengan penuh makna, di babak pertama di menangkan olehnya begitu juga babak ke 2 pembina dari jepan melihat senyuman ku dan reaksinya lucu sekali dia seperti khawatir dan ketakutan akan muridnya ini, membuat ku ingin tertawa.
babak ke 3 di mulai dia masih saja merendahkan ku sembari menyerang dan tentu aku hanya menghindari.
" dia kah perwakilan dari Indonesia kenapa lemah sekali aku yakin keluarga sekarang kecewa bagaimana dengan sahabat pasti lebih lemah dari ini !" ucap Akari yang membuat semua orang terkejut, dan mulai menyerang ku dengan lebih bruntal, ok kesabaran ku mulai habis aku menatapnya tajam aura membunuh ku mulai menyebar ke mana mana.
"jika kau ingin menghina dan merendahkan ku boleh tapi jangan sahabat ku dasar anak haram ! " ucap ku sembari menahan tendangan, Akari dia ketakutan dengan aura ku andai saja dia tau kalo seseorang sekarang sedang bersiap melembar pulpen ke arah kepalanya untuk di hentikan oleh juri di sana.
" kau bilang orang tua ku kecewa? bahkan aku tidak peduli dengan mereka bagi ku mereka hanya lah orang yang tidak pentas hidup dan sadar lah orang tua mu lebih kecewa dengan sikap mu apa kau ? ah aku ingin bertanya kau itu benar benar anak mereka ? apa kau tidak pernah berpikir kalo mereka sebenarnya membohongi mu dengan kata kata ? apa kau pernah berpikir kau ini hebat? dan menyenangkan ? salah kau itu mirip seperti babi yang bergantung pada manusia untuk makan apa kau pernah berpikir orang tua mu benar benar bangga pada mu ? kau berpikir semua orang menyukai mu ? salah mereka hanya memanfaatkan mu hahahaha lihat wajah mu itu seperti babi yang ketakutan " ucap ku sembari menyerang balik Akari dengan bruntal, lihat wajahnya benar benar seperti babi yang ketakutan.
Akari yang menghindari walaupun sia sia ia menatap tak percaya dengan lawannya, ini kata demi kata ia terpikirkan apa orang tuanya benar benar bangga dengan nya ? apa mereka bukan orang tua kandung nya apa semua benar benar menyayangi nya ?.
aku mengakhiri pertandingan ini dengan 1 serangan ya itu menendang muka nya hingga terpental dan menabrak dinding dengan kencang.
brak
teman temannya dan pembina terkejut dan langsung menghampirinya dengan cemas, Akari hanya terduduk lemas seperti kelemahannya memang tentang keluarganya.
sementara juri diam dan seperti mengabaikannya walaupun salah satu dari mereka memanggil tim medis di, dan juri lain sedang menangkan sahabat ku yang ini membunuhnya.
"mereka keterlaluan " ucap salah satu murid dan dengan percaya diri maju ke arena.
"kalian keterlaluan menyerangnya dengan begitu kalo begitu lawan aku !" ucapnya dengan membuka jaket dan memperlihatkan baju yang ia pakai , ia mengenakan pakaian kejuaraan dunia , bodoh ingin menantang diri ku yang bahkan pernah hampir membunuh si juara 1 bela diri dunia
" menarik kalian yang duluan tapi menyalahkan kami karna kalah hahahaha kau pikir aku takut ? oi sadar lah juga aku tidak menghajar dan menyadarkan nya dia akan mati karna seseorang ~ "ucap ku sembari tersenyum manis ya manis sekali sementara para penjaga, juri dan semua yang ada di sana menjauh kecuali yang perwakilan dari jepan , Amerika, dan Korea.
bahkan juri saja langsung menelpon tentara di depan sekolah, anak anak Amerika mereka di minta untuk mengikuti murid dari perwakilan Inggris yang sedang di pinggir karna itu daerah aman.
POV (name)
apa apaan dia meremehkan sahabat ku dan menghinanya rasanya ingin ku bunuh orang itu, aku mengambil pulpen ku lalu bersiap untuk melempar nya ke kepalanya dengan aura yang membunuh tiba tiba para juri datang dan menahan tangan ku serta menenangkan ku.
mereka hanya menghalangi ku, wanita itu pantas di bunuh aku benar benar kesal!!
POV sakura
aura (name) mengerikan seperti ingin membunuh seseorang, aku mencoba pokus pada pertandingan aku kagum dengan mereka yang bertanding , kekuatan mereka setara dengan ninja walaupun tidak punya chakra.
POV naruto
aku merasakan aura membunuh yang kuat dari (name) itu sangat mengerikan aku tidak akan membuatnya marah dattebayo.
POV Sasuke
aura apa apaan ini aura membunuh yang sangat kuat saat aku melihat ke arah (name) ternyata ini aura milik dia menakutkan, mengapa mereka menahan (name)? seperti mereka tau tujuan (name)
POV author
sebelum pertarungan di mulai pada tentara datang dan langsung memisah kan mereka.
"apa apaan ini apa kalian takut dia mat-" ucap anak itu terpotong karna meja juri yang di lempar kearah nya walaupun meleset bersama dengan pulpen yang melayang kerah nya dan menggores pipinya.
"dasar bodoh aku sudah memperingatkan mu loh kalo ada yang bisa mengantarkan mu ke akhirat dasar goblok " ucap sahabat (name) sembari melihat nya dengan kosong.
"a..apa bagaimana bisa "ucap anak itu tak percaya ia merasakan aura yang mengerikan dan melihat asal aura itu, ya itu melihat (name) yang sedang menatap tajam dengan aura membunuh lebih kuat sampai sampai di tenangkan oleh tentara.
pada akhirnya perwakilan jepan mengaku kalah, pertandingan tetap di lanjut namun tak ada yang berani membuka mulut seperti jepan karna takut, pertandingan ini berbeda tak seperti saat melawan jepan kali ini penuh dengan candaan, tawa dan main karna itu juga semua melupakan apa yang terjadi tadi.
__ADS_1
Akari segera di bawa ke rsj oleh tim medis dan anak itu yang di bawa ke rs, jika kalian tanya (name)? dia udah di tenanggin pake seblak, Boba , coklat, brownis kini ia sedang memakan lahap makan itu .
bersambung