
"Bagaimana, jika kita mencari tau penyebab kematiannya hilda, karena. ada yang mengganjal mana mungkin dia meninggal begitu saja."seru name sambil menatap kiroto dengan serius dan penasaran, meletakan kedua tangan dimeja.
kiroto terdiam, ia mulai berpikir hal yang sama dengan name, bagaimana jika Hilda sebenarnya belum mati?, dan jasat nya di palsukan, atau ada dalang dari ini semua.
apa semua ini ada hubungan nya dengan buku yang membawa ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ธ๐ฎ ๐ธ๐ฒ๐บ๐ฎ๐ฟ๐ถ, mengapa begitu rumit dan banyak teka teki hidup saja sudah rumit di tambah ini ah as*. batin kiroto yang prustasi, mengacak-acak kepalanya sendiri.
name terdiam menatap datar kiroto sebelum menatap ke bawah dengan khawatir dan bingung, "semua menjadi lebih ribet dan kacau banyak hal yang kita tidak tau, belum lagi hal keluarga ku yang ribet" ucap name dengan nada sedih dan bingung.
mereka berdua menghela nafas lelah dan sama sama prustasi akan hal ini, name terdiam menatap ke atas dengan menyenderkan tubuh nya ke dinding. ia lelah dengan semua ini mentalnya benar benar lelah dirinya bingung akan hal yang tidak bisa di pecahkan oleh logika.
"huh name. " kiroto mencengkram kedua pundak name dengan pelan dan menatap nya dengan serius, "lebih baik kau urus masalah keluarga mu biar ini menjadi urusan ku saja" lanjut ucap kiroto, name hanya melihat nya dengan khawatir dan mengangguk.
"iya baik lah" ujar nema, kiroto menepuk-nepuk pundak name dengan pelan seraya tersenyum ceria, "iya btw bukannya besok kau harus sekolah? itu artinya kau harus pulang malam ini bukan" ucap kiroto dengan ceria.
name terdiam menatap kiroto datar, di saat seperti ini kau mengingat ku itu hey! ayo lah pr gue belum selesai anjin*,batin name yang menangis.
kiroto terkekeh melihat ekspresi name dan tersenyum, reaksi nya lucu menurut nya itu adalah reaksi yang jarang name perlihatkan. "tenang pr mu sudah di kerjakan oleh ku" kata kiroto dengan terkekeh.
name menatap kiroto berbinar merasa senang karena pr sekolahnya sudah di selesaikan, "ua makaseh sayang ku " kata name dengan agak teriak dan memeluk kiroto, kiroto terkejut kerena ia tidak menyangka name akan bertingkah seperti itu.
wajah kiroto sedikit memerah dan memeluk name dengan perlahan karena malu, "i.. iya sama sama" ucap kiroto dengan malu, name terkekeh melihat reaksi kiroto yang malu ini pertama kali nya ia melihat kiroto seperti ini hanya karena sebuah pelukan biasanya kiroto akan mendorong nya pelan tapi jika orang lain ia akan bersikap dingin dan mendorong secara kasar.
tapi tidak untuk name biasanya kiroto akan mendorong nya pelan dan berkata "๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐" seraya menutup setengah wajahnya, dan melihat ke arah lain tapi kali ini tidak ia malah memeluknya balik membuat name senang.
kiroto memeluk name dengan sedikit erat, suasana berubah menjadi tenang dan hangat name hanya membiarkan nya dan mengelus pundak kiroto dengan lembut, mereka lupa akan khawatir dan pemikiran mereka beberapa menit lalu.
semua itu terlihat oleh seseorang berrambut hitam, memandang mereka dengan sedih tapi juga senang, hatinya terasa sakit saat melihat seseorang yang dia sudah anggap adik berpelukan dengan orang lain tapi ia juga merasa senang karena mereka sangat dekat dan saling menyayangi.
tapi sisi lain dirinya cemburu karena tidak pernah merasakan hal seperti itu dengan keluarga nya dulu ia bahkan lupa bagaimana perasaan kasih sayang karena sudah lama terganti oleh perasaan dendam dan benci pada kakaknya.
"maafkan aku onii-chan." batinnya sambil mengingat kenangan bersama kakaknya dengan sedih, ia benar-benar menyesalinya dan menatap name dan kiroto lembut iris mata nya kini lebih hidup seperti telah menemukan sebuah cahaya yang ia cari cari.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"name kiroto" suara familiar terdengar name dan kiroto menghentikan kegiatan mereka yang sedang membuat sebuah alat, mereka berdua melihat ke arah asal suara itu dengan bingung dan terkejut.
"ah sasuke? " seru name dan kiroto berbarengan sambil tersenyum, sasuke terdiam sejenak menatap keduanya dengan sedih sebelum menganti tatap nya menjadi ceria dan tersenyum lebar.
name mengacungkan jempolnya dengan ceria, "tentu saja " ucap name, kiroto dan sasuke terkekeh melihat kelucuan name yang mirip dengan kucing dengan wajah antusias yang di tunjukan oleh name.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TbC
๐บ๐ฐ ๐ฎ๐ข๐ข๐ง ๐ฌ๐ข๐ญ๐ฐ ๐จ๐ซ, ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ต๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ฐ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฉ ~
__ADS_1