
POV author
" ok lah gimana cara kita misahin mereka ? " ucap Hilda sembari melihat ke arah narusasu yang bertengkar akan Indomie.
"oh gak tau jangan tanya saya "ucap mu sembari melihat tv, dan sakura yang hanya pokus pada tv.
kalian memutuskan untuk keruang gem meninggalkan 'mereka berdua' di dapur, setelah sampai kalian mengobrol, Mabar ,nobar, dan lain lain sampai melupakan kedua cowo di bawah yang sekarang sedang linglung ke anak yang ilang di tengah pasar.
"(name) menurut mu masa depan nanti kemana nya ? "tanya Hilda tiba tiba.
"emm entah tapi aku ingin menjaga kalian tentunya "ucap mu antusias, sakura yang mendengarnya tersenyum kearah mu .
"heh menjaga kami ya ? andai kau tau di masa depan kau meninggalkan kami "batin Hilda dengan senyum kecut dan tatapan sedu ke arah mu.
POV Hilda
...flashback...
"*hey **** bisa kah kau memberitahuku tentang (name) di masa depan bukanya kau bisa melihat itu ? ****"ucap ku sembari melihat **** , **** hanya memandang ku sedu dan senyum kecut.
"bisa saja tapi kau harus melihatnya secara langsung saja aku tak kuasa melihatnya sendiri persahabat yang dipisahkan oleh maut "ucapnya yang ber akhir gumam yang tidak dapat ku dengar dengan jelas.
"hah ? apa ? yang kau bicarakan setelah secara langsung saja ?aku tidak dengar maaf"ucap ku sembari memengang pundak nya.
"ah Ie bukan apa apa ayo aku harap kau bisa sabar" ucapnya dan langsung mengunakan kekuatan nya untuk melihat masa depan .
sekarang kami berdiri di sebuah tempat yang banyak batu nisan , Hay Hay tunggu batu nisan jangan bilang kuburan ,batin ku melihat sekitar.
"kenapa kita di kuburan ? tahun berapa ini ? "ucap ku sembari melihat sekitar dan pandangan ku berhenti tertuju pada batu nisan di depan ku.
"kau melihatnya sendiri bukan dan sekarang tahun **** " jawabannya sembari menatap sedu batu nisan? ah tidak lebih tepat makam di hadapan kami itu.
__ADS_1
tunggu tulisan itu (name) a..apa ,batin ku terkejut di hadapan kami ini makam (name).
"a..apa yang terjadi itu bukan (name) aku yakin " ucap ku tak percaya yang ada di depan kami ini.
"ya itu memang (name)" ucapnya gemetar menahan tangis .
"t..tidak mungkin a..aku pasti salah lihat kan " ucap ku gemetar ,aku terjatuh lemah ke tanah kaki ku tak kuat lagi menopang tubuh ku badan ku lemas.
"ta..tapi bagaiman bisa begini"ucap ku sembari mengelus batu nisan itu dengan lembut dan gemetar.
" ia di bunuh oleh salah satu saudaranya" ucap nya lirih, sa..saudara apa jangan jangan dia ? adik tiri (name) ? bukannya dia sudah mendapatkan apa yang dia mau ? sekarang mengapa ia ingin mengambil apa semua milik (name) lagi ? ,batin ku marah .
...flashback off...
aku masih belum bisa menerimanya tapi apa alasannya ? hey ini membuat ku bingung ,batin ku sembari melihat (name) yang tertewa dengan sakura.
^^^^^^aku memandangnya dengan sedu.
POV (name)
" hey besok kita harus berangkat jam berapa ? " tanya ku pada sakura, ku lirik Hilda ternyata dia melihat ku ,mengapa tatapannya sedih ? aku buat salah kah ? atau dia cemburu karna aku terus mengobrol dengan sakura ? ,batin ku.
" jam 8 kalo gak salah sih " jawab sakura sembari melihat hp- grup wa.
"ah ne (name) sakura aku harus pulang untuk mempersiapkan barang buat besok " ucap Hilda sembari berdiri dan melangkah pergi, aku dan sakura hanya melihatnya dan mengangguk.
"ja~ sampai jumpa "lanjut ucap nya lalu pergi,ku lihat dirinya yang mulai menjauh, ada apa dengan nya ,batin ku bertanya.
...----------------...
__ADS_1
"WOIII SIAPA YANG NARO GANTUNGAN KUNCI GUE " teriak Naruto sembari melangkah ke ruang tamu, aku sakura dan Sasuke yang berada di sana melihat ke arah nya.
"bukannya kau Huang waktu itu ? " ucap ku sembari makan ciki .
"bukan Huang (name) tapi buang " ucap Sasuke membenarkan perkataan ku
" iya iya btw besok kan kemping gue harap lu semua gak keluyuran sendiri setidaknya bersama gue atau Hilda " ucap ku menatap datar mereka.
"iya iya kita lihat nanti saja"ucap mereka, aku punya pirasat buruk tentang besok semoga saja salah, batin ku khawatir tentang besok .
POV 2
keesokannya kalian pun pergi kemping dengan menaiki bus yang sama kau dengan Hilda lalu di depan sakura dengan Sasuke dan di belakang Naruto dengan lenzo dan seterusnya.
kamu agak menyesal karena ikut naik bus di banding mobil sendiri yang tenang dan damai, sementara di bus banyak sekali kegiatan yang di lakukan teman sekelas mu.
ada yang menyanyi, tidur, ngobrol, gibah , Mabar,nobar, baca novel, buku sekolah ,nahan mual dan lainnya, kau mengobrol dengan lenzo ,Hilda ,sakura sementara Sasuke dan Naruto tertidur pulas .
"hey tau tidak kemarin anak tetangga lagi cocok tanam sama di *** di belakang rumah nya " ucap lenzo
"hah yang bener Cok padahal Beru kemarin dia keguguran mana umurnya 13 tahun lagi CK CK CK tak betul tak betul " ucap Hilda sembari menggelengkan kepalanya
"iya kesian ibunya yang lagi nyapu di jalan " ucap sakura
"kalian tau gak kemarin ada yang lompat dari gedung loh berita nya udah ke sebar kemana mana "ucap mu sembari menatap ke tiga kawan mu.
"ah yang itu gue sih bukan pokus ke itu tapi pokus Ama orang yang di belakang wartawan nya " ucap lenzo
"ya gue juga salpok sama yang di belakangnya "ucap Hilda sembari menahan tawa.
" haha yang bapak bapak itu nya ? "ucap sakura sembari tertawa.
__ADS_1
"oh bapak bapak yang nari di belakangnya hahaha lucu anjir udah mah botak nari pula mana ketangkap kamera lagi "ucap mu sembari tertawa, dan itu lah percakapan rendem kalian.
... ke khawatiran ku agak berkurang berkat kalian terimakasih, batin Hilda ....