
Happy Reading
ETHANN...." Teriak anak kecil berumur 4 tahun dari bawah.
"JANGAN PANJAT POHON LAGI NANTI NGGAK BISA TURUN, BUNDA JADI MALAH LAGI NANTI". Teriak lagi anak kecil itu yang masih cadel.
"NTAR VI TANGGUNG DIKIT LAGI DAPET BUAH CERINYA" balas seorang anak kecil yang masih berada di atas pohon.
Ketika ketika Ingin turun dari pohon tidak sengaja anak kecil tersebut menginjak batang pohon yang rapuh dan anak itu pun terjatuh dengan posisi tengkurap dan wajah nya kotor yang dipenuhi oleh tanah.
"HUWAAAAA...BUNDA HIKS..HIKS....SAKITT", tangis anak kecil itu.
Untung saja anak kecil itu jatuh dari pohon tidak terlalu tinggi jadi hanya luka ringan saja.
Anak kecil tersebut bernama Zaviolla dan Ethan atau dipanggil dengan sebutan nama Vivi dan Ethan.
Bunda Ethan dan mama Vivi yang mendengar jeritan tangis Ethan pun langsung mendatangi anak-anak nya.
POV
Mereka berempat sedang main di taman dekat rumahnya dan di taman tersebut ada pohon ceri yang tidak terlalu tinggi.
Ketika sampai bunda Ethan dan mama Vivi terkejut melihat Ethan menangis dengan muka yang penuh tanah.
"Astaghfirullah Ethan kamu kenapa lagi mana muka kotor sama tanah lagi" , tanya bunda.
"Ethan tuh Bun jatoh dari pohon ceri lagi adahal udah Vivi bilangin jangan panjat pohon lAgi, tapi tetep bandel", jawab Vivi.
Bunda Ethan hanya menghela nafas panjang karena ia cape melihat Ethan yang bandel bukan main, keturunan siapa lagi tuh anak padahal bundanya dulu anak rajin dan nggak pernah nakal, apa keturunan bapaknya yang dulu anak kesayangan guru BK.
"Yaudah Ethan sekarang kita ke rumah sakit takut kamu kenapa-kenapa", suruh bunda.
"Bangunin nda pantat Ethan sakit masa Nda nggak kasian sma anak sendiri" Pinta Ethan.
Lagi dan lagi bunda nya hanya menghela nafas panjang.
Setelah sampai di rumah sakit dengan keadaan Ethan yang mukanya sudah bersih Ethan pun di periksa oleh dokter Nindi yang menjadi dokter langganan di rumah sakit keluarganya.
"Ethan tidak apa-apa Bu hanya luka di bagian sikunya dan sudah dikasih antibiotik dan lain kali lebih dijaga anaknya ya Bu". Jelas dokter Nindi.
"Baik dok terima kasih".
Setelah keluar ruangan dokter Nindi bunda Ethan pun mengomeli Ethan. yang dimana bagi Ethan hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri.
"Ya ampun Ethan udah berapa kali bunda bilangan jangan panjat pohon lagi kemaren kamu tuh udh patah tulang di kaki Sekarang Untung nggak papa". Omel bundanya.
"Mmm....ya bunda maafin Ethan", maaf Ethan kepada bundanya walaupun kemungkinan ia akan mengulangi kembali perbuatan tersebut lagi.
...****************...
Dirumah Vivi mereka sedang asyik menonton TV bersama terkecuali papahnya yang sedang di ruang khusus untuk bekerja.
Saat asyik-asyiknya menonton papah Vivi turun dari ruang kerja menuju ruang keluarga dan memberitahukan hal yang mengejutkan kepada keluarga kalau mereka akan pindah ke Jepang untuk mengurus perusahaan nya di sana.
Vivi yang mendengar hal tersebut tidak setuju karena ia sudah mendapatkan teman yang banyak, apalagi dia sudah bersahabatan dengan Ethan dan berjanji tidak akan meninggalkan Ethan kemana pun.
"Ihh.. Vivi nggak mau pindah kemana-mana Vivi pengen di sini aja Ama Ethan!!, lagian Vivi kalo disana harus cari temen lagi Vivi ndak mauu!!", Marah Vivi kepada papahnya dan langsung masuk kamar dan membanting pintu walau setelah membanting pintu ia menyesal.
"Iyah yah nggak usah pindah lahh pah kasian juga bang Akbar dia satu tahun lagi lulus SD". Pinta mama Vivi kepada sang suami.
(Akbar Putra Adipranas) adalah Abangnya Vivi.
"Nggak bisa mah perusahaan disana lagi kacau harus papah yang menangani nya", kekeh sang suami.
Dan mama Vivi lagi-lagi hanya menghela nafas panjang
"Dan kemungkinan kita lama disana" lanjut suaminya.
Kalau sang suami sudah begitu ia tidak bisa berbuat apa-apa kecuali perusahaannya sudah tidak kacau.
...****************...
Keesokan harinya saat Vivi dan Ethan sedang main bersama tidak sengaja Ethan mendengar percakapan bunda nya kalau Vivi akan pindah ke Jepang dengan keluarga nya dan akan menetap lama disana.
"Bun Vivi mau pindah ke Jepang?" , Tanya Ethan kepada bundanya.
"Iya sayang Vivi bersama keluarga akan pindah ke Jepang untuk waktu yang lama", jawab bundanya.
"Harus banget Bun? Kenapa nggak disini ajah biar Ethan ada temen mainnya" tanya Ethan.
__ADS_1
"Nggak bisa Ethan Vivi harus pindah" jawab bundanya.
"Ethan ndak mau Bun nanti Ethan main sama siapa? Hiks..hiks...". Rengek Ethan nggak mau Vivi pindah.
"Kan ada temen sekolah Ethan kamu bisa bawa temen kamu main kerumah kok", jawab bundanya.
Ethan yang mendengar ucapan bundanya bukanya berhenti menangis malah makin nangis kejer.
"Ethan nggak usah khawatir anti setelah pulang dari Jepang kita masih bisa main bersama kok , iyakan mah?". Jawab Vivi untuk menenangkan Ethan yang dari tadi nangis.
"Vivi ndak lama kan perginya? hiks...hiks.." tanya Ethan ditengah tangisnya.
"Ndak kok Ethan Vivi cuma sebentar ajah perginya".
"Hiks...hiks.. Yaudah kalo itu tapi janji ya jangan ama-ama perginya nanti Ethan kangen Ama vivi".
Setelah acara tangis menangis Ethan dan Vivi kembali bermain. Saat bermain tiba-tiba saja ada ide yang muncul dalam otak Ethan yang dimana ingin menjahili Vivi.
" Vi main disana yuk?" ajak Ethan. " ayokk..!!!" seru Vivi.
Disana mereka bermain pasir dan perosotan. Saat Vivi membangun istana pasir miliknya tiba-tiba saja Ethan melempari istana bikinan Vivi dengan batu.
Seketika istananya runtuh dan hancur, padahal Vivi sudah berusaha payah membikinnya karena istana pasirnya gampang runtuh.
"ETHANN...hikss..hikss... Kenapa istananya diancurin kan aku udah susah-susah bikinnya" ucap Vivi sambil menangis.
"Buatin lagi nggak istananya!! Nggak mau tau!!" sambung Vivi.
"Nggak mau wleee... Bikin aja sendiri lagi sana, lagian aku nggak sengaja salah sasaran pas lempar hehehe" jawab Ethan yang dimana sebenarnya dia sudah ada niat jahat untuk menjahili dan bikin nangis Vivi sebagai tanda pertemuan terakhir mereka.
Vivi pun menangis keras bahkan tangisannya sampai terdengar oleh ibu-ibu mereka yang cukup jauh dari Ethan dan Vivi.
Ethan yang mendengar tangisan Vivi dengan kencang pun panik takut ia kena omel oleh mamahnya Vivi.
"Ada apa ini kok Vivi nangis? Kamu ya Ethan yang bikin ulah?" tanya bundanya.
"Ihh bunda nuduh aja sih, tapi emang bener sih Ethan yang bikin nangis, tapi itu nggak sengaja kok bund sumpah!!" ucap Ethan setengah berbohong dan setengah benar.
"Hadeuhhh kamu lagi, kamu lagi, bunda cape Ethannn.. Kayaknya kamu bukan anak BUNDA dehh.. Anak siapa sih kamu?" kesal bundanya.
'' ya anak bunda lah ya kali anak orang gila" jawab Ethan.
''Maaf ya jeng anakku selalu bikin Vivi nangis" ucap bunda Ethan meminta maaf.
"Gapapa namanya juga anak kecil pasti ada aja jahilnya, kalau gitu aku masuk ya jeng mau packing barang buat besok" ucap mamah Vivi pamit.
"Owhh iya makasih ya jeng semoga besok perjalanan nya lancar dan selamat" ucap bunda Ethan.
"Iya sama-sama, Amin" balas mama Vivi.
•
•
•
Keseokan hari nya pukul 10.00 wib keluarga Adipranas sedang menuju bandara untuk pergi ke Jepang dan di ikuti oleh keluarga Bravaska untuk mengantarkan keluarganya.
*Bisa dibilang keluarga Adipranas dan Bravaska sangat dekat karena kerjasama sama antar bisnis sukses yang sangat terkenal di Asia tenggara membuat mereka saling kenal apalagi anak mereka yaitu Vivi dan Ethan temen TK dan sudah bersahabat*
Ketika sudah di bandara Soekarno-Hatta di get 5 dan sudah bersiap masuk karena jadwal penerbangan mereka pada pukul 11.30 wib dan sebelum masuk mereka bersalam pisah terlebih dahulu terutama Vivi dan Ethan yang sudah peluk-pelukan. *Ouuuu cowcit...*
"Hiksss...hikss...Vivi kenapa ninggalin Ethan sendiri", tangis Ethan diperlukan Vivi.
"Vivi juga nggak mau ninggalin Ethan tapi sama papa nggak oleh hiks.. hikss...", Tangis Vivi.
"huss.. Ethan kamu tuh anak cowok nggak boleh cengeng nggak malu apa dilihat anak cewek lain, katanya mau jadi pelindung Vivi tapi kok cengeng", sindir Arkan Bayu Bravaska atau ayahnya Ethan.
"Apasih ayah ikut-ikut ajah ini urusan aku Ama Vivi ayah Nggak usah ikut campur", jawab Ethan tak terima.
"Heh!! Kamu tuhh ngomong masih belepotan aja sok-sokan ngomong gitu", ujar ayahnya.
"Ihh biarin suka-suka Ethan lahh... Owhh ya yah kata kakak kalo dibandara telus mau pisah harus peluk-pelukan yahh atau bahkan ciuman yahh apa benar?". Adu Ethan ke ayahnya
"Apa-apaan lohh kok jadi nyambung kek gw sihh, gw aja kagak pernah bilang kek gitu kek elu Jan nuduh", jawab tak terima kakaknya yaitu Lydia Katie Bravaska atau di panggil lylia.
"Yang bener kak kamu bilang gitu ke Ethan" tanya sang ayah.
"Nggak yah mana mungkin aku bilang ke gitu ke Ethan, lagian ayah percaya ajah omongan tuh bocah kencur", jawab Lylia dengan sedikit marah.
__ADS_1
Keluarga Adipranas yang melihat itu sedikit tertawa atas tingkah Ethan yang polos. "Hush..hush..udh berantemnya malu tuhh dilihat orang dan untuk kakak kalau bunda denger lagi kamu bilang yang nggak bener bunda Pites kamu", seru bunda melerai mereka.
"Ishh apa sih Bun aku Mulu yang disalahin mending tadi aku nggak ush ikut" jawab Lylia. *Biasalah kalo jadi anak pertama gitu adek yang salah tapi yang diomelin kakaknya wkwkwk*
Setelah selesai berdebat akhirnya Vivi dan Ethan pun masih salam."Ethan, Vivi janji bakal ketemu Ethan lagi kalo udh pulang yahh...", Seru Vivi untuk menenangkan Ethan.
" Mmm...iya Vi nanti kalo Vivi udh pulang kita pokoknya langsung nikah okehh", seru Ethan bersama dan sudah berhenti menangis.
Orang tua mereka yang mendengar perkataan polos Ethan pun ketawa kencang.
"Heh!! Bocah ingusan lu Mao nikahin Vivi lu kasih makan ape sih Vivi duit ajah masih minta-minta orang tua lahh ini Langsung mau nikah", ucap Lylia di sela ketawanya karena masih terngiang-ngiang perkataan sang adiknya.
"Biarin nanti Ethan Cari duit sama Cali kerja buat Vivi dan anak-anak Ethan", dan para orang tua pun kembali tertawa mendengar perkataan Ethan lagi.
"Heh!! lu kira cari kerja sama cari duit gampang apa kek cari ceri di pohon nya , susah sayy apalagi lu tuh blm lulus TK udh ngehayal tinggi aja", ucap Lylia lagi.
" yaudah Ethan nanti minta ke ayah buat kerja di kantor nya dan kakak ndak boleh minta duit ke Ethan wlee.." jawab Ethan sambil meledek kakaknya.
"Okeh siapa takut mmmhh.. lagi pula ngapain gw minta duit ke elu bendung gw cari kerja ajah buat biaya gw " Jawab Lylia kesal.
"Bagus boy terus kan bakatmu om akan dukung kamu dan Jangan lupa untuk menjadi lelaki sejati untuk tidak menyakiti wanita" nasihat David Zane Adipranas atau papanya Vivi kepada Ethan.
" Siap omm Ethan akan selalu menjadi lelaki sejati apalagi menjaga Vivi" Jawab Ethan
Para orang tua yang mendengar percakapan mereka tidak bisa berhenti ketawa.
" Sudah-sudah kalian tuh nggak usah ribut lagi", ucap mama Vivi untuk menyudahi ketawa mereka.
Waktu sudah menunjukkan pukul 11.15 yang artinya 15 menit lagi pesawat mereka akan terbang."udah dulu ya mba Mira dan mas Arkan kita berangkat dulu dan terima kasih lohh kadang udh jagain Vivi pas aku lagi sibuk sama butik". *Almira rosalina putri ibu dari Ethan*
"Ahh..dara kamu kek sama siapa aja pake Segala terimakasih Vivi tuh udah aku anggep anak aku tau", jawab Mira dengan senyum dan di angguki oleh dara. *Dara Dwi Clarissa ibu dari Vivi*
Dan setelah mereka berpamitan dengan penuh drama dan kesedihan akhirnya keluarga Adipranas memasuki pesawat yang mereka akan tumpangi. Ethan yang melihat kepergian Vivi yang akan lama pun akhirnya menumpah kan air matanya lagi.
"Hikss..hikss Vivi ninggalin Ethan bunda". " Yang sabar nak pasti nanti kamu ketemu lagi kok sama Vivi" jawab bundanya untuk menenangkan Ethan.
Sebaliknya Vivi pun ketika sebelum memasuki pesawat hanya melihat kebelakang untuk melihat Ethan yang sedang menangis tersedu-sedu untuk yang terakhir kalinya.
•
•
Setelah keberangkatan keluarga Adipranas keluarga Bravaska pulang kerumah. Ketika didalam mobil tetap saja Ethan menangis walaupun sudah di tenangkan oleh bundanya.
''Sudah Ethan kamu jangan nangis lagi, kalo kamu nangis terus bukan pria sejati namanya" ucap ayahnya.
"Terus apa namanya ayah kalo bukan lelaki sejati?" tanya Ethan tersedu-sedu.
"Namanya bencong Ethan" balas ayahnya.
"Bencong itu apa ayah? Kok Ethan belum pernah tau?" tanya Ethan kembali.
"Bencong itu laki-laki dengan kelakuan seperti wanita, emang kamu mau jadi seperti dia?" bukan ayahnya yang membalas namun bundanya.
"Nahh bener kata bundamu, Nahh itu..,itu...yang namanya bencong, mereka sering ada disekitar lampu merah seperti ini sambil bernyanyi" seru sang ayah sambil menunjukkan dimana bencong itu berada saat di lampu merah.
"Hahh? Itu serius ayah? Bukanya itu wanita? Dengan rambut panjang dan pakaian wanita? Masa iya ayah? Aku Nggak percaya!" Tanya Ethan bertubi-tubi.
"Masa kamu tidak percaya dengan ayah, apa mau kita samperin buat itu benar atau tidak kalau wanita itu Adalah pria? Kalau Ethan mau ayo ayah antar kan" ucap ayahnya.
"Tidak..tidak.. Ayah Terimakasih Ethan cukup untuk melihatnya, kalau Ethan samperin nanti Ethan dijadikan seperti mereka Ethan tidak mau! Ethan mau jadi lelaki sejati saja tidak yang aneh-aneh" balas Ethan yang sudah berhenti menangis.
Yang berada dalam mobil itu seketika tertawa mendengar ucapan Ethan. Yang benar saja masa anak kecil akan dijadikan bencong juga seperti mereka.
"Nahh kalau begitu jangan menangis lagi, kalau mau kirim surat ke Vivi ke jepang yang berarti kamu adalah pria sejati" ucap bundanya.
"Memang bisa bunda?''.
"Bisa lah bocil kek jaman kuno aja lu kagak tau surat-menyurat, ada sih yang gampang tinggal kirim lewat whatsapp aja" ucap lylia sang kakak.
"Ushh..lylia jangan mengajarkan adek mu menggunakan handphone kalo dia sudah tau handphone dia bakal kecanduan dengan handphone sepertimu" ucap sang ayah.
"Ishh... Ayahh aku kan butuh handphone buat kabar dari sekolah atau ada tugas, emang seperti jaman dahulu harus dateng ke sekolah, lagian jaman sekarang sudah canggih ayah" jelas Lylia.
"Kamu ini kalau dibilangin!! ''.
" Sudah-sudah ayah, Lylia cukup berantemnya mending Sekarang kita mampir untuk makan siang dahulu”ucap bundanya merelai ayah dan anak itu.
To be continued
__ADS_1